Reportase

“Wonderful Life” Karena Semua Anak Terlahir Sempurna

Semua orang tua di dunia ini tentu ingin memiliki seorang anak yang cerdas, baik dan patuh terhadap orang tuanya. Namun harapan itu kadangkala tidak sesuai dengan kenyataan yang diberikan oleh tuhan. Beberapa kasus orang tua melahirkan anak berkebutuhan khusus. Tentu perlu sebuah kesabaran dan keikhlasan untuk menerima suratan yang telah diberikan tuhan itu. Salah satu fakta kehidupan yang diangkat ke sebuah film adalah wonderful life.

 Mendengar judul film wonderful lifeyang  ramai dibicarakan dan muncul di timeline sosial media. Saya sudah langsung tertarik apalagi filmnya menceritakan tentang tentang fakta kehidupan. Wahh aku banget tuhh!! Film wonderful life merupakan kisah nyata yang sebelumnya sudah ditulis dalam sebuah buku dengan judul yang sama karya Amalia Prabowo. Kali ini Gala premiere film wonderful life saya tonton di plaza senayan. 

Sengaja saya berangkat menuju XXI plaza senayan lebih awal pada jam 18.30 padahal film baru mulai jam 21.00. ya memang antisipasi saya setiap kali bepergian, tahu sendiri kan kalau jam sibuk macetnya Jakarta seperti apa?? Benar saja meskipun sudah berangkat lebih awal ternyata sampai di sinema XXI sudah sangat ramai pengunjung yang sedang menunggu tayangnya film wonderful life.

Gala Premiere Wonderful life 
Selfie Bareng Sambil Menunggu Mulainya Film
Lihat sana-sini kebanyakan pengunjung adalah pasangan suami istri bahkan ada juga ibu hamil yang kelihatannya sudah akan melahirkan hehehe… saya sebagai seorang single dan belum ada kemauan untuk ke arah pernikahan apalagi punya anak. Tetap nimbrung ke beberapa ibu-ibu. Itung-itung sebagai bekal untuk menjadi orang tua kelak. Tak lupa saya bergantian dengan teman blogger untuk saling foto di beberapa poster yang telah terpasang rapi di dalam XXI plaza senayan. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya sinema 6 pun dibuka.

Kisah Bermula dari seorang anak bernama Aqil yang diperankan oleh sinyo. Aqil terlahir dengan kebutuhan khusus. Aqil menderita penyakit disleksia atau kesulitan dalam membaca dan menulis. Anak ini mengalami keterbelakangan dalam hal menerima pelajaran di sekolah. Aqil cenderung lebih suka sesuatu hal yang berbau visual seperti menggambar dan mewarnai

Ibu aqil yang biasa dipanggil umi dan diperankan oleh Atiqah Hasiholan semula belum mengetahui penyakit yang di derita anaknya. Umi terus memaksakan Aqil untuk terus belajar supaya mendapatkan nilai bagus dan tingkat intelegensi yang tinggi. Namun apa boleh buat setelah diperiksakan ke beberapa dokter ahli penyakit disleksia sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Saran dari beberapa psikolog dan dokter ahli untuk proses pengurangan dampak disleksia umi aqil harus menemani pergi berjalan-jalan. Trip bareng ke suatu tempat akan membuat otak aqil lebih terangsang berfikir lebih cepat terhadap kejadian di sekitarnya. 

Tidak bisa menerima keadaan bahwa penyakit Aqil belum bisa disembuhkan. Umi langsung berkeliling untuk mencari pengobatan alternatif. Baik itu melalui pengobatan herbal ataupun melalui beberapa kenalan dari teman kerja. Tidak sampai disitu perjuangan umi terus diuji karena dihadapkan pada sebuah keadaan bahwa kontrak kerja perusahaan tempat dia bekerja akan di lepas apabila negosiasi dengan klien karena waktunya tersita untuk mencari kesembuhan anaknya.

Dalam keadaaan ini umi aqil dihadapkan pada 2 pilihan yang membuat dia merasa bimbang. Dia harus memilih antara pekerjaan ataupun mencari pengobatan untuk anaknya.  Kesana kemari ibu Aqil terus mencari pengobatan alternatif. Sampai terjebak pada sebuah dukun cabul. Untungnya umi Aqil mampu melarikan diri sebelum terjebak pada sebuah mal praktik dukun itu.

Menyoroti sebuah perjuangan ibu aqil rasanya hati ini benar-benar luluh.  Seorang ibu dengan ketangguhannya berusaha untuk tetap ikhlas dengan pemberian anakpenderita disleksia yang merupakan titipan dari tuhan.  Bagaimanapun kondisi anaknya. Umi tetap disampingnya untuk mendampingi.

Film ini memberikan sebuah pelajaran bagi saya di masa depan. Bagaimana saya nanti sebagai orang tua bersikap. Untuk seorang anak dari ibu saya harus selalu patuh dan sayang kepada orang tua karena atas jasa dan jerih payahnya lah kita bisa seperti sekarang ini.  Kemudian sebagai manusia kita pun harus bersyukur atas semua yang telah diberikan.

Karena semua anak terlahir sempurna. Saya masih ingat hikayat bahwa semua anak yang lahir seperti kertas putih kosong. Karakter, kepribadian dan tingkat intelektualitasnya tergantung kita untuk mengarahkan dan memberikan motivasi. Seperti pada kisah ini seorang anak penderita disleksia yang lebih menonjol untuk hal yang berkaitan dengan seni rupa. Menggambar adalah kebiasaan dia ketika belajar mata pelajaran apapun. Dari sini orang tua harus bisa memahami untuk kemudian diarahkan sehingga anak tidak merasa terbebani.


Bagi saya film ini sangat cocok bagi orang tua yang ingin mendidik anaknya dengan mengikuti apa yang dia arahkan. Sebuah kisah inspiratif wonderful life movie yang bisa anda saksikan di bioskop pada tanggal 13 Oktober 2016

3 thoughts on ““Wonderful Life” Karena Semua Anak Terlahir Sempurna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *