Travelling Jangan Asal, Mari gunakan Informasi Geospasial

Posted on Posted in Travel

Jangan sok tau! Inilah sebuah kata yang menjadi cambukankeras buat saya selama jalan-jalan menuju ragunan di kawasan pasar minggu Jakarta Selatan. Awalnya saya berfikir jalan-jalan di awal bulan februari 2017 kali ini akan lancar tanpa ada kendala. Tapi takabur membuat semuanya berubah.  Pagi-pagi sekali saya menaiki transjakarta dari halte cempaka putih tengah menuju ragunan bersama dengan 9 teman. Sampai halte bundaran senayan saya mulai garuk-garuk kepala. “Kok ini kayak menuju arah blok M ya?” Pikiran saya dalam hati.

 

 

Benar saja, ternyata saya salah arah. Harusnya transit eh malah keterusan sampai ke senayan. Ya udah deh dari pada harus mutar balik dan menunggu saya putuskan untuk pesan angkutan online. Maklum waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 Wib. Andai kesiangan sampai ragunan bakalan hancur bin berantakan tidak bisa mengeksplorasi semua satwa.

Saya mencoba untuk menggunakan layanan geospasial digital melalui peta online. Jaga-jaga barangkali sopir angkutan online ini juga tidak tau arah dan jalan. Oh ya kamu buat kamu yang belum tahu atau bahkan asing dengan kata “geospasial”. Jangan risau apalagi galau. Mari saya ajak mengenal geospasial lebih dekat. 

Dilihat dari struktur bahasa mungkin kita langsung nyambung . Geo berarti bumi dan spasial adalah ruang, jadi secara harfiah bahasa berarti ruang kebumian. Sederhananya informasi geospasial adalah peta yang menginformasikan suatu lokasi, letak dan posisinya dan kondisi bumi. Nah yang berwenang membuat peta ini adalah Badan Informasi Geospasial.

Informasi geospasial ini sangat berguna sebagai petunjuk arah utamanya buat traveler yang baru mendatangi satu tempat destinasi. Jadi daripada kesasar nggak tau jalan membuat travelling jadi gagal. Ya mending gunakan informasi geospasial.

 

 

Usai memantau perjalanan via peta online akhirnya saya tiba di pintu gerbang taman suaka margasatwa ragunan. Patung kingkong besar sudah menyambut di depan pintu masuk. “Wah bakalan seru nih travellingnya!”Kata saya dalam hati. Kenyataan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Masalah baru pun muncul karena kita tidak tahu arah dan bingung mau mulai darimana melihat satwa ini. Ditambah luas ragunan mencapai 147 Ha. Membuat kita agak trauma jika kesasar lagi.

Bersyukur ternyata ragunan sudah menyediakan informasi geospasial berupa wilayah kebun binatang yang divisualisasikan secara lengkap dan jelas. Mulai dari luas, penunjukkan arah, lokasi kandang hewan. Ditambah infografis, daratan dan sungai tertera rapi di dalam peta itu. Tidak hanya itu, di setiap sudut pertigaan juga disediakan papan reklame besar sebagai informasi geospasial tambahan dengan ukuran lebih jumbo. Informasi geospasial di ragunan ini sangat bermanfaat sebagai tonggak informasi untuk lebih menghemat waktu. Terutama bagi pengunjung yang hanya ingin melihat beberapa satwa saja.

Informasi dari peta kecil di ragunan itu membuat kita bersepuluh sepakat untuk bermain dan adu keterampilan untuk memanfaatkan informasi geospasial. Dari 10 orang kita dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 5 orang. Nah setiap kelompok ini akan ditugaskan untuk mengajak selfie setiap orang yang memakai kacamata di sekitar kandang jerapah dan harimau. Sebagai pembuktian foto selfie itu di kirim ke grup whatapps. Informasi geospasial kita gunakansebagai alat navigasi menuju setiap kandang satwa sekaligus mengeksplorasi hewan yang ada di setiap perjalanan. Dengan simbol hewan yang mudah dikenali kemudian ditelusuri lokasinya. Mempermudah setiap kelompok berusaha secepat mungkin menyelesaikan challenge yang telah kita sepakati. Kelompok saya di tantang untuk menuju ke kandang jerapah.Makhluk paling jangkung, kaki dan lehernya memanjang ini terletak di paling selatan kebun binatang. Lumayan lah membuat kaki ini radak gempor menyusuri jalan.

Jurus menggunakan informasi geospasial di ragunan ini adalah melihat secara cermat, pahami legenda berupa sungai dan arah mata angin. Dengan demikian kita bisa langsung menuju ke lokasi dengan cepat dan tepat. Usai games berlangsung kita memutuskan untuk jalan bareng lagi. Tidak ada persaingan apalagi perselisihan dari games geospasial ini.

Selain bermanfaat bagi para pengunjung baru seperti saya. Informasi geospasial dalam lingkup mikro ini tentu juga sangat bermanfaat bagi pengelola ragunan itu sendiri. Mereka bisa mengatur tata lokasi pengelompokan hewan. Misal saja untuk mamalia menyusui seperti monyet, gorilla dan simpanse di tempatkan di pusat primata. Di tempat ini satwa primata lebih merasakan kandangnya persis seperti habitat aslinya. Untuk mamalia air seperti buaya, kuda nil dan kura-kura di tempatkan dalam satu wilayah yang berdekatan dengan akses air. Dipilih lahan yang permukaannya lebih rendah dibanding hewan seperti kancil, burung, jerapah maupun gajah. Semua tata kelola ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Jauh daripada itu, informasi geospasial ini juga sebagai media promosi kepada khalayak umum untuk menarik minat datang ke ragunan.

Berakhirlah jalan-jalan saya dengan 9 teman yang lain. Games sudah kita jalankan dan satwa sudah kita saksikan berkat informasi geospasial. Seyogyanya banyak sekali kegunaan informasi geospasial. Tidak hanya untuk travelling seperti yang saya lakukan kali ini. Dalam segala bidang seperti perikanan, Industri, lingkungan hidup, tanggap bencana sampai penerapan jaringan internet juga bergantung pada unsur kebumian ini. Kemudian yang lebih penting lagi yakni peta lengkap yang menggambar tapal batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber Data Referensi
  1. Website Resmi Badan Informasi Geospasial : http://big.go.id/
  2. Youtube Channel Badan Informasi Geospasial :  https://www.youtube.com/channel/UC45iA5MDqvSe6JRWSt7wvZg
  3. Website Resmi Kebun binatang raguan : http://ragunanzoo.jakarta.go.id/
  4. Video Merupakan karya pribadi penulis
  5. Gambar yang menggunakan watermark adalah karya pribadi penulis

14 thoughts on “Travelling Jangan Asal, Mari gunakan Informasi Geospasial

  1. Wah, penting memang ya informasi geospasial ini. Secara saya ga bisa mengandalkan ingatan walaupun sudah pernah melewati suatu daerah hihihi..

  2. Informasi geospasial memang sangat berguna, apalagi kalo di Jakarta yang memang jalannya termasuk sulit, terutama biar menghindari kemacetan.

    Visit blog saya juga di Heriand.com 🙂

  3. Baru sekali berkunjung kesini , layout blognya kece banget mas hahaha
    Kayaknya aku sih bukan hanya ke Ragunan aja deh pake geospasial nya, ke seluruh bagian Jakarta mau pake aja biar nggak pusing :))

  4. Huauuuuuu, sepertinya seru juga ya mas, keliling gitu. Bener kata mas @wahjoe , biasanya sih tanya penduduk lokal sekarang udah canggih bin mantap #DuniaFaisol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *