Opini

Sertifikasi SNI, Formulasi IKM Untuk Berkompetisi

Kebijakan penumbuhan Industri Kecil dan Menengah menuju Indonesia sebagai industri yang tangguh 2025 menjadi sebuah angin segar bagi masyarakat untuk berkreasi. Beberapa program unggulan dan dana besar dikucurkan untuk mengimplementasikan rencana itu. Wirausaha mulai tumbuh, Masyarakat juga berlomba-lomba untuk berinovasi membuat sebuah produk yang kreatif dan berkualitas sehingga bisa laku pasaran.

Nah berbicara tentang kualitas sebuah produk. Setiap produsen tentu mengklaim bahwa produknya lah yang paling berkualitas. Tetapi apakah indikator yang menentukan sebuah produk itu berkualitas?? Untuk menjamin sebuah produk itu berkualitas. Di Indonesia mempunyai acuan resmi yakni Standar Nasional Indonesia (SNI).
Produk IKM yang bervariasi, sangat butuh SNI untuk meningktakan daya saing (sumber : Dokumen Pribadi)
Jika sebuah produk memiliki sertifikasi SNI. Sudah barang tentu produk ini telah melewati serangkaian penilaian uji kualitas dan proses inspeksi yang mendalam. Lantas apa hubungan SNI dengan IKM?

SNI akan sangat memudahkan untuk perluasan pasar karena ada jaminan kualitas yang sah dari produk yang IKM jual.  Jika IKM sudah mengantongi SNI dan di pasaran bersaing dengan produk regional bahkan produk Impor maka siapakah yang menang? Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya.

Sertifikasi SNI merupakan titik acuan resmi yang bisa menjadi formulasi tepat untuk berkompetisi di era global seperti sekarang. Bayangkan saja, di era sekarang persaingan tidak hanya di lingkup nasional. Bergulirnya MEA Desember 2016, semakin membuka kran masuknya produk luar negeri ke Tanah Air. Untuk memenangkan kompetisi itu sudah sepantasnyalah setiap IKM di modali dengan SNI sehingga meningkatkan Daya saing mereka di pasaran.

Fakta di lapangan selama saya menjadi penyuluh industri kecil dan menengah di Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Belum satu pun saya menemukan IKM yang memiliki SNI. Padahal IKM yang ada di kota saya, seperti kopi instan misalnya, sudah wajib untuk sertifikasi SNI. Alih-alih mempunyai SNI, IKM masih disibukkan dengan pasang surut penjualan dan perizinan yang masih sangat membatasi. Mahal dan rumitnya mengurus SNI menjadi kendala besar yang selama ini saya temui.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengurus SNI tidak sebanding dengan hasil penjualan yang diterima. Itulah salah satu pengakuan yang saya temui di lapangan. Padahal jika ditanya secara rinci, para IKM belum mengetahui fungsi dan dampak SNI terhadap kemajuan industri yang sedang dia geluti.

Maka dalam kacamata ini pemerintah lah yang harus mengambil peran. Pemerintah menginisiasi IKM untuk memperoleh SNI terutama IKM yang tergolong wajib mempunyai sertifikasi SNI. Edukasi kepada IKM juga penting dilakukan karena sejatinya SNI akan menjadi katalis kemajuan industri itu sendiri. Jika suatu industri sudah mempunyai sertifikasi SNI sudah barang tentu akan meningkatkan kualitas produk dan akan berbanding lurus dengan penjualannya. Lambat laun akan meningkatkan keuntungan perusahaan karena tingkat kepercayaan pelanggan akan meningkat dengan jaminan kualitas SNI.

Imbasnya terakhir formulasi SNI akan menahan pasokan produk impor yang masuk ke Indonesia. IKM dalam negeri akan menjadi raja dan penyuplai produk untuk kebutuhan Pasar domestik dan membuka peluang ekspansi pasar di kancah internasional.

Bagai sebuah tameng yang melindungi pemakainya dari bahaya yang bisa menyerang. Produk SNI juga akan melindungi pemakainya. Mengacu pada serangkaian uji yang telah dilakukan ketika proses mendapatkan sertifikat SNI. Masyarakat yang memilih produk yang ber-SNI sedikitnya akan mendapatkan tiga keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama konsumen akan mendapatkan proteksi keamanan. Produk SNI di proses secara cepat efektif dan efisien. Jika ada produk yang cacat maka akan di sortir untuk di daur ulang. Hal ini memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman dan melindungi.

Keuntungan kedua yang didapat adalah proteksi kesehatan pemakai produk SNI. Nah ini biasanya berhubungan dengan kandungan bahan baku yang digunakan produsen. Bahan baku yang digunakan juga tidak luput dari pemeriksaan oleh Lembaga Sertifikasi Produksi. Pemeriksaan ini menjamin pemakai produk SNI sehingga ketika digunakan tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Misalnya produk yang menggunakan zat berbahaya seperti merkuri ataupun timbal yang bisa membahayakan kesehatan. 

Nah terakhir konsumen juga memberi sumbangsih terhadap pelestarian lingkungan. Setiap produk yang dibuat oleh perusahaan yang memiliki sertifikasi SNI. Sudah bisa dipastikan bahwa perusahaan itu menerapkan proses produksi berwawasan lingkungan. Produsen dengan label SNI akan berkomitmen untuk menjaga kelestarian berdasarkan asas pembangunan berkelanjutan.

Keraguan saya dengan produk SNI bajakan  (sumber : Dokumen Pribadi)
Tetapi masalah yang sering saya temukan sekarang adalah masih banyaknya produk yang memiliki sertifikasi SNI palsu. Hanya bermodal stiker dengan logo SNI, produsen nakal dengan serampangan menempelkannya logo SNI ke produk yang dia jual.  Harga yang ditawarkan juga lebih murah sehingga produk dengan SNI palsu ini laris manis di pasaran bak tahu bulat yang di goreng dadakan.

Pemerintah harus melakukan pemantauan ke lapangan terhadap maraknya SNI palsu ini sehingga tidak menimbulkan stigma negatif masyarakat.  Pemerintah perlu menerapkan peraturan dan sanksi berat bagi pemalsu SNI. Hal ini tidak hanya melindungi konsumen dari SNI palsu, melainkan juga produsen bahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang mempunyai otoritas mengeluarkan SNI.

Jika itu semua sudah dilakukan maka masyarakat sudah tidak akan ragu untuk memilih produk SNI. Sejalan dengan itu, kebanggaan untuk menggunakan SNI akan tumbuh demi mendukung Indonesia sebagai Industri yang tangguh 2025. 

Sumber Referensi : 
http://www.kemenperin.go.id/artikel/9311/SNI-untuk-Meningkatkan-Daya-Saing-IKM
http://www.bsn.go.id/main/sni/isi_sni/39
http://m.kompasiana.com/kevinalegion/meragukan-standarisasi-sni_57e2153d25b0bd4b0d0ee1b1
Sumber Infografis : semua infografis baik gambar gif maupun video adalah buatan sendiri berdasarkan inspirasi dari Pixabay.com

15 thoughts on “Sertifikasi SNI, Formulasi IKM Untuk Berkompetisi

  1. bener banget om, de tempat saya baru beberapa IKM yang saya temu memiliki SNI padahal di Ibu kota provinsi yang notabennya pusat perekonomian daerah dan tentunya persaingan yang ketat terjadi antar produk lokal maupun produk manca. semoga kesadaran IKM akan meningkat dengan kejakeras pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya produk berstandard nasional,. .

  2. Sertifikasi SNI memang penting banget ya, sehingga semuanya jadi senang menggunakan produk. Setuju banget dengan SNI semoga Indonesia menjadi Industri yang Tangguh.

  3. Kenapa di pasaran sekarang banyak yang belum bertuliskan SNI,,? mungkin mereka Lebih mengandalkan kualitas di banding sekedar tulisan SNI, karena kualitas yang sudah masuk SNI di bandrol dengan harga sedikit mahal, sehingga sedikit menurunkan daya beli konsumen, yang sudah paham tentang produk…bener ngga ya "mas anjar"

  4. Di tempat samean masih ada yg SNI, di Kaltim sini belum pernah menemukan produk yg memiliki sertifikasi SNI, Itulah mudah2an IKM kita semakin sadar dan bisa lebih kompetitif bersaing jika sudah memiliki SNI

  5. yay dapat sepeda!
    btw, setuju dengan SNI supaya konsumen merasa aman dan nyaman mengonsumsi suatu barang. Seberapa rumitkah pengurusan SNI dari sisi produsen? Kakakku ngurus P-IRT buat usaha makanannya itu prosesnya lamaaa ga kelar-kelar.

  6. Bener itu, rata-rata home industri mikirnya yang penting produknya laku. Jangankan mikir ngurus SNI, produksinya tetap berjalan aja udah syukur hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *