Lifestyle

Seorang Fighter Itu Bernama Blogger

Hobi menulis adalah motivasi awal saya untuk memutuskan terjun ke dunia blogger. Dulu saya mengira, blogger adalah bidang yang hanya butuh keterampilan menulis untuk menjalaninya. Anggapan ini bukan tanpa dasar sebab beberapa blog yang saya baca hanya menampilkan tulisan.

Setelah 2 tahun ngeblog akhirnya saya tahu bahwa blogger bukan sekedar nulis.  Di dalamnya banyak menyajikan konten kreatif mulai dari gambar, video dan infografis lain. Terlebih pada masa sekarang banyak menjamur beberapa penyedia konten menarik. Tidak hanya media mainstream yang mengacu pada aturan jurnalistik. Tetapi konten blog kini menjadi sebuah bahan untuk memperkaya referensi yang lebih fleksibel namun menyediakan konten yang variatif. Pembaca pun sangat selektif untuk memilih blog sebagai sarana untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Tentu blog yang memiliki visualisasi menarik dan sajian konten kreatif akan memiliki potensi besar mendatangkan pembaca.

Fenomena ini menuntut blogger untuk mengembangkan skill dalam membuat sebuah konten cantik. Baik dilihat dari perspektif tulisan maupun visualisasinya. Untuk mengembangkan terus skill kepenulisan. Saya terbiasa sharing dengan teman blogger. Beberapa komunitas blogger saya ikuti sebagai media untuk bertukar ilmu. Syukur-syukur jika komunitas itu menyelenggarakan workshop gratis pengembangan konten blog. Pada akhirnya saya membuat sebuah konten dan mengurutkannya ke dalam 2 tahapan. Tahapan pertama yakni pembuatan konten tulisan.
Konsep adalah modal awal untuk membuat konten kreatif

 Layaknya seorang arsitektur memikirkan ide membuat gambar dan bangunan yang akan didirikan. Blogger seperti saya juga menyusun sebuah ide atau gagasan yang akan saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Ide tulisan ini menjadi sebuah modal awal yang akan mempengaruhi foto, video yang akan disisipkan. Pondasi yang kokoh tentu akan mempengaruhi kekuatan rumah. Demikianlah saya menganalogikan ide tulisan yang akan mempengaruhi konten.


Ide akan kita temukan dimana saja dan kapan saja. Kadang lagi macet-macetan di jalan ide itu muncul, atau bahkan sedang mandi terbesit gagasan untuk menulis. Nah saya terbiasa untuk mencatat ide tulisan itu ke sebuah note. Setelah semua terkumpul baru saya tuangkan dalam bentuk tulisan di blog. Hal ini terbiasa saya lakukan karena tak jarang ketika sudah berada di depan laptop bingung mau nulis apa?? bahkan sampai jambak-jambak rambut dan menutup muka. Ide itu tak kunjung saya temukan. Oleh karena itu dengan mencatat ide yang terbesit di kepala maka dengan cepat kita bisa membuat tulisan ketika sudah di depan laptop. 

Di dalam tulisan saya juga sering mencantumkan data dan fakta sehingga konten yang tersaji lebih berbobot. Data dan fakta ini saya dapatkan dari riset kecil-kecilan. “Habis gelap terbitlah terang”. Kata itulah yang menjadi acuan saya. Konten yang disajikan blogger harus memberi pengetahuan yang bersifat mendidik atau membawa pembaca ke arah terangnya pikiran dari kegelapan pengetahuan. Bukan malah menjerumuskan pembaca ke sebuah artikel yang menyesatkan karena kurangnya atau bahkan salahnya data dan fakta yang dicantumkan.

Saya biasa menggunakan buku jika ingin riset. Buku lebih bisa dipertanggungjawabkan isi tulisannya. Jika ingin browsing saya lebih selektif untuk melakukannya. Saya sudah mempunyai list website terpercaya yang biasa menjadi acuan tulisan yang relevan dengan ide tulisan. Jika bertemu dengan website baru maka saya akan bandingkan dengan website lain yang mempunyai informasi sejenis. Dengan demikian tulisan yang saya buat memang benar adanya. Bukan benar katanya.

Usai membuat tulisan. Biasanya saya masuk ke tahap kedua yakni membuat visualisasi konten. Tulisan adalah raja dan visualisasi adalah ratu. Oleh karena pentingnya visualisasi ini saya biasa mencantumkan minimal2 foto pendukung di setiap konten blog. Foto yang sudah saya ambil tidak langsung di publish. Minimal editing terkecil adalah membubuhkan watermark sebagai tanda identitas bahwa foto itu memang asli dari dokumentasi pribadi. Namun saya juga sering mencantumkan sebuah video atau biasa disebut vlog. Bisa berupa testimoni, reportase maupun motion graphic.


Secara keseluruhan tulisan dan infografis sudah selesai dibuat. Terakhir adalah posting konten ke dalam blog. Saya langsung membagikan link artikel yang sudah terbit ke semua media sosial.

Media sosial menjadi kekuatan tersendiri untuk promosi konten. Ibarat kendaraan konten adalah motornya dan media sosial merupakan bahan bakarnya. Sehingga media sosial dan platfoam blog adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Blogwalkingjuga saya lakukan untuk menjalin silaturahim dengan blogger lain.

ASUS P2430 Sebagai Pendukung Untuk Membuat Konten Kreatif

Nah untuk membuat konten ini tentu membutuhkan bantuan berupa alat pendukung yang memadai. Mulai dari kamera, koneksi internet sampai alat terpenting berupa laptop. Alat perang blogger ini harus selalu prima. Coba bayangkan jika laptop yang kita gunakan sebagai alat perang sering mengalami gangguan atau lemot ketika digunakan untuk membuat konten?? Wahh tentu bisa menurunkan mood yang sudah terbangun dari awal membuat konten, bukan?


Dulu pada awal terjun ke dunia blogger. Saya memakai notebook dengan RAM 1 Gb dan processornya masih dalam generasi intel atom. Untuk menulis di dalam Microsoft Word laptop semacam ini memang masih bisa mendukung. Tetapi ketika dipasang aplikasi desain grafis danpembuat video. Laptop semacam ini tidak mampu menjalankan aplikasinya. Benar-benar menyiksa dan malah perlahan menghilangkan semangat untuk terus konsisten ngeblog.
Teknologi tingkat tinggi dipadu dengan tampilan yang stylish dan elegan ASUS P4320

Sampai sekarang karena tuntutan untuk selalu meningkatkan kemampuan. Saya pun sadar bahwa laptop juga harus di upgrade sehingga tercipta kesepadanan antara kemampuan dan alat yang digunakan. Kesana-kesini searching dan nanya ke beberapa toko laptop. Saya akhirnya menemukan sebuah laptop dengan performa yang memumpuni. Tidak hanya untuk menulis melainkan untuk desain grafis dan aplikasi pembuat video sebagaimana dibutuhkan oleh seorang blogger. Yups ASUS P2430 adalah laptop yang saya cari dan mampu mendampingi aktivitas blogging yang semakin kompleks.


Saya terbiasa untuk membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Mulai dari web browsing, desain grafis, microsoft office sampai pada stike note. Nah kegiatan multitasking ini tentu butuh sebuah processor yang gahar dan anti lemot. Kan runyam bin berantakan jika sudah masuk deadline membuat konten malah laptop yang digunakan macet atau loading nggak kelar-kelar sampai not responding, seperti motor yang kehabisan bensin.

Dengan sekejap ASUS P2430 menjawab semua kebutuhan blogger yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Tinggal pilih mau processor, yang Intel® Core™ i7 6500U Intel® Core™ i5 6200U, dan Intel® Core™ i3 6100U. Kalau saya pasti akan memilih Intel® Core™ i7 6500U sebagai pendukung aktivitas blogging. Dengan RAM 4GB dan Processor Core™ i7 ini maka akan performa laptop akan lebih maksimal dengan konsumsi daya baterai yang efisien. Saya bisa gunakan laptop untuk mengoperasikan aplikasi macam corel draw, photoshop, premier pro, after effect. Ditambah lagi dengan tampilan grafik NVIDIA® GeForce® 920M dan layar ukuran 14”. Membuat visualisasi laptop ini akan tajam dan nyatasesuai kebutuhan blogger yang memerlukan visualisasi grafis tinggi.
Blogger juga terbiasa untuk bekerja di luar ruangan. Terlebih ketika mencari ide dan butuh penyegaran. Tentu keadaan di luar ruangan tidak sama dengan di dalam kamar, ruang tamu dan bagian lain di dalam rumah yang memiliki kenyamanan ataupun pencahayaan yang cukup. Dengan fitur Anti glare dan one-piece Keyboard Chiclet yang dimiliki ASUS P430 memungkinkan saya untuk membuat konten dimana saja dengan fleksibelitas tinggi.

Dengan fitur anti glare laptop tetap dengan pencahayaan cukup meskipun kita membuat konten diluar ruangan yang notabene mendapatkan cahaya matahari yang terang. Anti glare ini akan mengurangi gradasi sinar matahari terhadap monitor laptop. Oleh karena itu kitatidak perlu untuk meningkatkan kontras cahaya monitor yang bermuara pada konsumsi daya baterai yang semakin besar. Selain itu anti glare juga akan mengurangi kelelahan mata akibat radiasi cahaya laptop. Terutama blogger seperti saya yang menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam di depan laptop.

Asus Sebagai Pendamping Setia Untuk Blogger

Sedangkan one-piece Keyboard Chiclet adalah fitur yang sangat penting bagi seorang blogger yang memerlukan mobilitas tinggi saat menulis. Fitur ini akan memudahkan kita untuk mengetik 10 jari dengan minimalisasi typo. Andaikata masih belum yakin ada typo terhadap tulisan yang diketikkan. Saya terbiasa untuk menggunakan penyeleksi typo otomatis. Sekecil apapun typo yang timbul tentu akan membuat makna kata berubah. Ditambah dengan Multi-gesture touchpad yang memudahkan kita untuk zoom, scroll secara otomatis dengan touchpad tanpa perlu lagi menggunakan mouse eksternal.


Usai membuat konten saya terbiasa untuk menyimpan terlebih dahulu dalam laptop. Baik itu file berbentuk tulisan, foto maupun video. Kebiasaan saya ini akan di dukung oleh kemampuan penyimpanan ASUS P2430 sebesar1 TB HDD 5400 RPM yang mampu menampung seabrek file kita. Jika Kapasitas penyimpanan itu belum cukup? Tenang saja, bisa kok di simpan dalam flashdisk atau harddisk eksternal yang akan didukung oleh 4 port USB. Jadi kegiatan blogger yang multitasking bisa terfasilitasi oleh laptop ini

Sistem keamanan data juga akan terjaga dengan baik dengan fitur HDD user password protection. Yaaaps, fitur ini menyediakan sistem keamanan ekstra yang sudah ditanamkan di laptop. Hanya kitalah yang bisa membuka folder penting dalam laptop ASUS P2430. Jadi jangan pernah risau data penting kita di bajak oleh orang lain.

Secara keseluruhan spesifikasi dan tampilan laptop sangat cocok sekali untuk mendukung kegiatan ngeblog membuat sebuah konten kreatif. Saya sampai sekarang mupeng banget cepat-cepat segera ganti laptop ASUS P2430. Produktivitas blogger akan bertambah dan kita bisa terus meningkatkan skill membuat sebuah konten. Kalau udah kayak gini bener-benerakan membangun mood booster untuk terus ngeblogdan berbagi ilmu kepada sesama. Oleh karena itu antara amunisi dan kemampuan harus seimbang untuk menciptakan sebuah konten menarik dan enak dibaca. Mulai sekarang siap-siap nabung deh!! Mewujudkan ASUS P2430 sebagai pendamping setia para blogger.

Begitulah tahapan yang saya lakukan dalam membuat sebuah konten. Tidak hanya kemampuan melainkan alat perang blogger juga akan mendukung terciptanya sebuah konten yang menarik. Saya harus berfikir kompleks mulai dari konsep konten, untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan maupun infografis sampai memilih alat perang yang biasa blogger butuhkan. Memang terdengar agak riweh jika ingin menciptakan sebuah konten kreatif. Oleh karena itu kenapa seorang fighter itu saya namakan blogger.
Konten Kreatif = Terus Berlatih Meningkatkan Kemampuan dan Di dukung Dengan Alat perang yang memadai

Tentu untuk menciptakan konten yang gurih dibaca tidak bisa dilakukan secara instan. Latihan terus menerus akan menciptakan sebuah habitsyang bisa membuat konten kita lebih berkualitas. Masih ingat kansajak lama menyebutkan “Bisa Karena Terbiasa”. Nah mulai dari sekarang biasakan membuat konten terbaik tidak melulu tulisan melainkan dilengkapi dengan foto, video, dan infografis lainnya. Tanamkan dalam hati 

“jika ingin mengenal dunia membacalah, kalau mau dikenal dunia ngeblog lah”



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

17 thoughts on “Seorang Fighter Itu Bernama Blogger

  1. Benar bangat Anjar, sekarang selain tulisan, visual berupa foto, video, infografis, animasi benar2 diperlukan bangat supaya konten blog semakin menarik.

  2. Ibarat sayur akan terasa hambar klo gak ada bumbunya gitu? Iyes, selain tulisan blogger juga dituntut untuk membuat visual yang menarik utk mendukung kontennya. Klo saya sendiri mengandalkan foto hasil jepretan sendiri untuk dipakai mempermanis konten blog.

    Good luck ya buat lombanya 🙂

  3. Saya pernah dtg di acara Inspirasi astra.
    "sekarang istilah blogger dan netizen itu bias, jadi keduanya bisa dikategorikan content creative"
    Artikel yg menarik, good luck Anjar

  4. widih mantep abang ini pas banget nih permasalahaannya laptop gue speknya kurang memadai buat aktivitas blogging saya kaya perlu upgrade senjata dulu nih tanks yo bang rekommended banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *