Reportase

Safety Driving Ala Mobil 123

Indonesia merupakan sebuah negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia. Hal ini dibarengi dengan jumlah kendaraan yang ada. Dari beberapa kota di Indonesia Jakarta menduduki peringkat pertama jumlah kendaraan terbanyak diantara kota lain di Indonesia. Lihat saja suasana kemacetan di Jakarta menjadi potret bahwa kendaraan tak seimbang dengan jalan yang tersedia. Macet menjadi sebuah tontonan biasa yang sebenarnya sebuah titik lemah yang harus segera dibenahi. Hal yang tidak terpisahkan ketika menyebut kata kendaraan, macet dan jalan adalah safety driving. Keamanan berkendara menjadi sebuah syarat wajib yang harus dipenuhi dan dimengerti oleh setiap pengendara bermotor di Jakarta, di seluruh Indonesia maupun di dunia. Namun bagaimanakah safety driving yang benar untuk menjaga keselamatan diri kita pribadi maupun pengendara jalan lain??
Hari Sabtu tanggal 25 Mei saya berkesempatan mengikuti sebuah diskusi yang bertajuk Faktor yang harus diperhatikan ketika mengendarai mobil bersama dengan Mobil 123. Brand Mobil 123 adalah portal otomotif nomor satu di Indonesia yang juga sangat peduli dengan safety driving. Saya sangat antusias mengikuti acara ini karena melihat cukup besarnya jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Bagaimana tidak??? Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2011 – 2014 jumlah kasus kecelakaan di Indonesia melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan (data Polri). Jumlah kematian terbanyak terjadi pada 2011 dengan 31.195 orang, artinya setiap hari terdapat 85,5 orang tewas atau setiap jam sekitar 3,6 orang mati. Korban kecelakaan ini ternyata lebih besar dibanding dengan jumlah korban Narkoba. Tuh kan dari sini saya sudah getar-getir untuk selalu waspada dan harus tetap mematuhi setiap aturan yang ada di jalan.
Diskusi Safety Driving Bersama Mobil 123
Saya paling geli jika melihat sebuah kecelakaan lalu lintas. Apalagi korban kecelakaan itu sampai mengeluarkan darah dan mengerang kesakitan yang membuat saya semakin ngilu. Ini benar saya alami ketika saya berjalan kaki di sekitaran Jakarta. Seorang pengendara motor menabrak mobil di sebuah jalan yang notabene tidak terlalu ramai. Satu penyebab kecelakaan menurut ilmu kesehatan dan keselamatan kerja yang sudah saya pelajari adalah Ceroboh. Ceroboh dalam semua hal mulai dari tidak mengerti tata tertib lalu lintas, terlalu egois dan tidak mengecek kondisi kendaraan ketika ingin bepergian. Bersama dengan mobil 123 akhirnya saya mempelajari tips untuk safety driving yang kebetulan materi dibawakan oleh Bapak Jusri Pulubuhu dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting). Menurut beliau setidaknya ada 3 tips dasar safety driving yang harus dipatuhi oleh pengendara :

 1. Tertib
Tertib dalam hal ini adalah berurutan untuk menjalani tahap-tahap safety driving yang benar. Mulai dari streching (pemanasan) ringan ketika ingin berkendara melemaskan otot-otot yang kaku. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari keram ketika berkendara. Terutama di persendian yang vital digunakan untuk berkendara di sekitaran kaki dan tangan. Selanjutnya mempersiapkan peralatan safety driving seperti helm dan sarung tangan. Tak lupa mengecek kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Rem, ban, lampu dan elemen lain pastikan dalam kondisi baik sehingga kita bisa mengendarai mobil dengan tenang. Terakhir adalah berdoa kepada tuhan untuk selalu dijaga di perjalanan.
  2. Mengerti
Masih sangat biasa kita menjumpai seorang anak kecil seumuran SMP bahkan SD mengendarai mobil. Sebuah hal yang masih belum dimengerti oleh beberapa masyarakat. Anak yang masih ingusan itu masih mempunyai emosi yang sangat labil. Sehingga sangat berbahaya membiarkan mereka mengendarai mobil sendiri. Mereka juga belum mempunyai lisensi berupa SIM dan KTP sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi seorang pengendara. SIM adalah sebuah pengantar dan bukti tertulis jika seseorang itu telah menjalani tes dan mengerti akan peraturan dan rambu lalu lintas. Mengerti dalam hal ini juga bersifat komprehensif. Mulai dari mengerti tentang rambu, kondisi kendaraan dan kondisi jalan yang akan dilalui. Tidak sekedar di mengerti pengetahuan tentang safety driving selanjutnya harus diimplementasikan ketika berkendara.
 3. Empati
Egois itulah kata yang pas menggambarkan seoarang manusia. Termasuk saya sendiri. Rasa egois dalam diri saya memang seringkali menjadi boomerang yang mencelakakan orang lain. Memang menjadi suatu yang wajar seseorang itu lebih memikirkan diri sendiri ketimbang orang lain. Namun kita harus tetap bisa mengendalikan rasa egois itu terutama ketika kita mengendarai mobil di Jalan. Tetap empati dengan orang lain. Selalu menghargai dan memikirkan keselamatan orang lain. Kecelakaan juga disebabkan karena rasa egois setiap individu tidak bisa dikendalikan. Seperti ugal-ugalan dan melanggar lalu lintas dengan dalih bahwa buru-buru mengejar waktu. Saya masih ingat dengan kata-kata bahwa jalan itu punya semua bukan milik pribadi. Jalan yang dibangun negara merupakan jalan untuk masyarakat. Jadi tidak ada alasan untuk egois dan mementingkan kepentingan pribadi di jalan raya.
Bapak Jusri Pulubuhu dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting)

Oleh karena tertib lalu lintas tumbuh dari kesadaran masyarakat. Tidak lupa juga edukasi sangatlah perlu untuk menumbuhkan kesadaran akan tertib lalu lintas. Kesadaran masyarakat sekarang masih sangat rendah. Contohnya saja persepsi bahwa tertib lalu lintas jika ada polisi. Memakai helm dan kaca spion hanya jika ada polisi razia gabungan. Apabila polisi tidak patroli di jalan maka tertib lalu lintas itu diabaikan. Anggapan dan pemikiran seperti ini harus segera dirubah. Bahwa keselamatan berkendara adalah bukan untuk polisi melainkan untuk diri kita pribadi terlebih untuk banyak orang yang sedang mencari nafkah di jalan menghidupi keluarganya.
Dengan diskusi yang dilakukan oleh mobil 123 ini kepada blogger, media dan komunitas Velos sebagai pengguna mobil. Diharapkan masyarakat Indonesia semakin peduli terkait safety driving termasuk peraturan dasar tertib lalu lintas. Saya pribadi sepulang diskusi tentang safety driving bersama dengan bapak Justri Pulubuhu di Aruba Caribbean Pasar Raya Grande Blok M. Membuat saya semakin mawas diri dan berhati-hati mengimplementasikan safety driving.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *