Lifestyle

Pintar Menghadapi Westernisasi

Perkembangan lifestyle saat ini terjadi dengan pesat. Ini semua pengaruh dari westernisasi yang mengakibatkan adanya modernisasi di Indonesia. Westernisasi merupakan sikap meniru dan menerapkan unsur kebudayaan barat. Gaya hidup yang kebarat-baratan sangat cepat meluas di Indonesia, khususnya dikalangan anak muda.Sekarang banyak anak muda yang merasa bangga jika meniru budaya orang-orang barat, sementara budaya sendiri dilupakan.Dengan adanya westernisasi sangat terlihat jelas perbedaan gaya hidup dari dulu hingga sekarang. Dulu semua orang hidup dengan sederhana dan kental dengan nilai budaya. Sekarang, orang-orang lebih mengikuti gaya hidup orang barat, semuanya lebih modern. Perubahan yang paling mencolok yaitu dalam bidang teknologi dan fashion. Dalam bidang teknologi, kini semua orang memakai handphone dan fasilitas internet untuk berkomunikasi. Cara berpakaian juga lebih fashionable, semakin banyak designer muda yang bermunculan untuk menunjukkan karyanya masing-masing.
Berlangsungnya westernisasi cepat diserap terutama di kalangan remaja karena mudah diakses melalui media cetak dan elektronik, seperti buku, majalah, televisi, dan internet. Seperti yang kita ketahui bahwa masa remaja adalah masa peralihan dimana mereka sedang mencari jati diri yang sesungguhnya. Oleh karena itu, mereka selalu mencari dan mengikuti trend yang ada agar tidak dinilai ketinggalan jaman, dan ingin dianggap bagian dari suatu kelompok.
Westernisasi memang membawa banyak keuntungan atau dampak positif contohnya mendatangkan peluang bisnis dibidang fashion yang kini banyak diminati oleh remaja.Gaya hidup sehat yang dilakukan orang-orang luar negeri juga sudah banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya kaum anak muda. Tentunya ini membawa pengaruh baik bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, kita dimudahkan dengan teknologi, Sekarang, jika ingin menghubungi keluarga yang ada diluar kota, kita tidak perlu datang kesana. Kita bisa bersilaturahmi lewat telepon. Lebih mudah dan murah. Kata Herman (40) salah satu pengunjung taman wisata Floating Market, Lembang, Bandung.
Dengan segala kemajuan yang diberikan, kita tidak boleh melupakan sisi negatif yang juga ditimbulkan dan patut untuk diwaspadai. Akibat westernisasi, masyarakat Indonesia jadi meniru gaya hidup orang barat yang serba mewah, hal ini tentunya menjadi suatu pemborosan. Anak-anak jadi tidak mengenal budaya sendiri, kreatifitas yang mereka miliki jadi tidak berkembang karena hanya bisa meniru budaya luar. Banyak yang menjadikan budaya barat sebagai kiblat gaya hidup. Perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga anak-anak lebih tertarik untuk bermain dengan perangkat digital daripada bermain dengan permainan tradisional. Dengan kecanggihan fitur yang ada di handphone memudahkan untuk bertukar gambar dan mengakses pornografi.
Ada beberapa faktor yang mempunyai peran penting dalam penyebaran budaya asing yaitu faktor lingkungan, saat ini salah satu contoh yang banyak kita temukan adalah berkembangnya pengaruh budaya Korea yang masuk ke Indonesia melalui musik yang disebut Kpop. Para anak muda Indonesia bersama kelompoknya masing-masing berlomba untuk mengikuti gaya hidup para artis Korea, mulai dari cara berpakaian, model rambut, bahasa, dan tingkah laku. Ini jelas bahwa anak muda memang sangat mudah terpengaruh oleh budaya asing.Selain itu, kurangnya kesadaran diri dan kecintaan akan budaya sendiri juga menjadi perhatian.
Westernisasi tidak terlepas dari perkembangan jaman, karena Indonesia merupakan negara berkembang jadi jika ada sesuatu yang baru kita akan berusaha untuk mencoba. Kalau kita mau maju, kita memang harus mengetahui dan memahami perkembangan yang sedang terjadi. Kalau tidak, kita bisa ketinggalan.
Sebenarnya tidak salah kalau kita mengikuti budaya tersebut, asalkan kita memiliki ideologi atau pandangan hidup. Tidak semuanya kita ikuti, kita harus bisa memilih mana yang pantas dan tidak untuk diterapkan. Semuanya tergantung dari cara pandang masing-masing. Kalau dilihat dari sisi negatif tentu budaya asing tidak cocok untuk kita ikuti karena bertolak belakang dengan budaya Indonesia. Gaya hidup harus disesuaikan dengan lingkungan, Yang penting tetap jadi diri sendiri. Kata Rara (20) Mahasiswi Universitas Kristen Maranata, pengunjung taman wisata Floating Market, Lembang, Bandung.
Untuk menghindari hal-hal negatif yang berkembang, orang tua bisa memberikan pendidikan dasar kepada anak-anaknya tentang budaya Indonesia, tetap berpikir positif terhadap segala macam perubahan yang terjadi, sebagai remaja kita juga harus bisa mengontrol diri, mengetahui batasan-batasan tentang budaaya asing yang cocok untuk kita adopsi, memperkuat agama, fokus pada pendidikan, dan lebih dekat dengan orangtua.
Agar budaya kita tidak semakin tergerus oleh perkembangan westernisasi di tanah air, maka kita sebagai generasi muda harus menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki budaya yang beraneka ragam, kita bisa mulai dengan pengadaan kegiatan-kegiatan yang berorientasikan pada nilai budaya, tetapi acara tersebut bisa dikombinasikan dengan yang modern juga. Seperti hal nya ketika kita membuat pertunjukan wayang atau ludruk, bisa dipadukan dengan dance sehingga terlihat lebih menarik. Kita juga bisa mengadakan promosi tentang budaya, contohnya menggunakan batik dan kebaya yang telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya kita semua berharap bahwa masyarakat Indonesia khususnya generasi muda mampu memilih baik buruknya budaya asing sesuai dengan yang telah dianjurkan oleh agama, lebih dekat dengan orangtua, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal negatif agar dapat menjadi generasi yang memiliki jati diri dan berguna bagi bangsa. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, siapa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *