Reportase

Piknik dan Kebersamaan Kami

          Pagi belum menjelang sang surya pun masih malu-malu keluar dari peraduannya, Namun aku dan sobat-sobatku sudah bersiap-bersiap untuk pergi piknik kelas. Piknik kali yang pertama ini kami beri nama Wortel. Mungkin dibenak anda masih bertanya-tanya apa arti wortel yang menjadi nama di acara piknik mahasiswa kelasku. Wortel pada acara ini bukanlah sayur yang biasa dipakai untuk campuran sayur sop. Wortel singkatan dari one time to retell our story atau kalau di bahasa Indonesiakan satu hari menceritakan kembali dirimu. Nyambung nggak ya?? mungkin kepanjangannya nggak terlalu nyambung sih, tetapi itulah nama yang telah dipilih dan disetujui oleh kelas kami.


Menunggu KRL di Stasiun Pasar Senen

  Acara wortel ini menjadi agenda liburan yang aku lakukan dengan 28 orang anggota kelasku. Selain untuk melepas penat, piknik menjadi sebuah acara untuk memupuk kebersamaan dan saling empati terhadap teman sekelas. Maklum saja, dari hari senin sampai sabtu sibuk menjalani kuliah. Selanjutnya bergulat dengan tugas, penelitian dan laporan yang terus menguras konsentrasi. Akibat rutinitas yang kadang kala aku anggap monoton itu badan seringkali merasa lelah dan berakibat pada menurunnya kinerja. Hal seperti itu membuatku merasakan sebuah titik dimana kebosanan itu melanda. Piknik menjadi sebuah solusi penting menghilangkan itu semua.  Keluar dari hiruk pikuk kota jakarta, dan kembali menyegarkan otak dengan mengunjungi destinasi wisata.

         Tepat jam 6.00 wib beberapa teman cowok sudah bertemu di meeting point yang sudah kami tentukan. Sambil menunggu teman-teman cewek yang masih merias wajahnya dengan bedak super duper tebal. Kami langsung narsis di depan kamera. Teman-teman cewek memang selalu ingin tampil prima di depan para lelaki satu kelasnya. Entah mau mencari perhatian atau hanya menyalurkan hobinya merias wajah. Namun yang jelas kami para lelaki tidak pernah tertarik dengan cewek satu kelas.. hehehe


            Usai semua anggota kelas berkumpul di meeting point kami bergegas untuk berangkat menuju kebun raya Bogor. Perjalanan kami tempuh dengan menggunakan KRL commuter line Jabodetabek. Stasiun Senen sebagai stasiun pertama tempat kami menunggu kereta rel listrik itu. Setelah menunggu sejenak akhirnya keretaku tiba. Dengan sigap aku dan teman-temanku rebutan naik kereta demi mendapatkan tempat duduk. Setelah berkutat dengan KRL yang kami tumpangi selama kurang lebih 3 jam akhirnya sampailah kita di stasiun Bogor.

sampai di stasiun Bogor
         Jarak dari stasiun menuju kebun raya tidak terlau jauh. Kami memilih menggunakan kaki pemberian tuhan yang masih diberi kekuatan untuk menapaki jalan dari stasiun menuju Kebun Raya Bogor. kesan pertama yang timbul di benakku adalah sejuk, asri dan penuh dengan kenyamanan. Yapps.., bogor menjadi sebuah kota yang masih segar udara dan pemandangannya.

Berjalan dari stasiun menuju Kebun Raya Bogor

Cewek kelas kami yang selalu ingin tampil prima di hadapan cowok satu kelasnya
          Tiket masuk ke dalam kebun raya bogor tidak begitu mahal hanya 14.000 per orang. Beruntung buat kami karena mendapat diskon rombangan. Setelah masuk ke dalam kebun raya bogor kami memilih sedikit mengisi perut yang sedari pagi sudah berbunyi. Kita pilih danau yang letaknya tidak jauh dengan istana negara untuk menghabiskan nasi uduk yang sudah kita pesan sebelum acara. Nasi uduk yang sudah biasa kami makan serasa seperti makanan elit khas hotel-hotel berbintang. Sambil makan kuarahkan bola mata ini untuk melihat ikan yang berenang di air danau yang lumayan jernih. Sesekali candaan ringan muncul dari mulut teman-temanku semua. Kenyang menikmati hidangan perjalanan kami lanjutkan menuju lapangan di kebun raya. Sebelum sampai lapangan ada sebuah sungai dengan aliran cukup deras. Untuk menghubungkan sungai tersedia jembatan gantung berwarna merah. Kata temanku itu adalah jembatan cinta. Entah apa yang mendasari jembatan itu dinamakan jembatan cinta. Konon katanya jika membawa pasangan melewati jembatan cinta. Hubungan pasangan itu akan langgeng.

mengisi perut sejenak di tepi danau kebun raya
      Untuk melewati jembatan pengunjung dibatasi maksimal 10 orang. Tak lupa untuk menjadi kenang-kenangan sebagai bukti bahwa kita sudah mengunjungi kebun raya bogor. kami sempatkan untuk berhenti ditengah jembatan dan mengambil senyum sumringah di depan lensa kamera. Bagi anda yang melewati jembatan ini. dijamin akan merasakan goyangan ringan jembatan seperti menaiki gajah seiring dengan irama langkah kaki. Kebun raya Bogor juga menyimpan Koleksi tanaman yang sangat bervariasi. flora dari sabang sampai merauke sebagian tersedia disini.

Jembatan Cinta Kebun Raya Bogor

         Setelah melewati jembatan dan puas melihat-lihat beberapa tanaman khas kebun raya sampailah kita di lapangan. Saya cukup takjub dengan pemandangan indah nan hijau dari lapangan di kebun raya. Air mancur dan beberapa bunga yang tumbuh. Cocok sekali sebagai spot hunting bagi penggila fotografi.

       Acara inti piknik ini pun kita mulai dengan permainan yang sudah kita siapkan. Permainan kita beri nama flip-flop. Sebuah permainan hasil kreasi teman-teman. Ada dua pemandu permainan yang berfungsi sebagai pemimpin permainan. Dua pemandu itu membawa tepung sebagai hukuman bagi peserta yang tidak bisa menjalankan perintah pemandu permainan dengan baik. Pemandu langsung memberi arahan kepada peserta untuk membentuk lingkaran dengan menyebutkan nomor urut sesuai jumlah peserta. Ketika game dimulai semua peserta bersahut-sahutan dengan kata-kata flip…flop….flip…flop..flip…flop sembari tangan diatas bergoyang ke kanan-kiri. Secara tiba-tiba pemandu yang berada di tengah lingkaran langsung spontan menyebutkan angka salah satu peserta. Bagi yang telat mikir dan salah menjawab pertanyaan pemandu. Tepung yang sudah dibawa diusapkan rata ke wajah peserta. Setelah permainan flip-flop berakhir. Menyusul agenda lain seperti rujak party, cita-cita masa kecil dan sekarang, goyang kolaborasi dan berbagai kegiatan lain. Riang gembira yang muncul dari hati terpancar jelas dari semua peserta.

Permainan Flip-Flop pun dimulai

Bedak diganti dengan tepung
Frustasi kena hukuman permainan Flip flop
Rujak Party 


     
  Rasa syukur aku ucapkan karena bisa berpiknik dengan teman-teman sekelas yang aku anggap sudah seperti keluarga. Sekali-kali memang kita harus keluar dari titik nyaman untuk sekedar berpiknik memberikan sebuah asupan positif otak kita. Dengan piknik ini aku bisa lebih giat kuliah untuk medapatkan nilai memuaskan dan kinerja yang lebih maksimal. Kebun raya Bogor yang aku kunjungi adalah cerminan kecil dari tempat liburan di Bogor.masih banyak destinasi wisata yang belum aku eksplorasi di kota hujan itu. Jika diberi kesempatan untuk kembali liburan di Bogor. Aku berencana akan mengunjungi taman safari. Melihat sisi lain fauna yang hidup di habitat yang masih tergolong alami.

Lomba Blog Piknik Itu Penting

11 thoughts on “Piknik dan Kebersamaan Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *