Reportase

Menjadi Lebih Baik bersama Bea Cukai Soekarno Hatta

Kunjungan Blogger dalam rangka Hari Anti korupsi
Pada hari antinkorupsi kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai tipe madya pabean Soekarno-Hatta mengundang para blogger  untuk melihat dan mengamati sistem kerja dari bea cukai Soekarno hatta. Soekarno hatta adalah bandara tersibuk ke empat di dunia. Dengan jumlah penerbangan per harinya adalah sekitar 178 penerbangan per hari. kesibukan bandara yang mengambil nama dari presiden RI yang pertama ini banyak terdapat potensi kriminal baik berupa penyelundupan barang ilegal berupa NAPZA ataupun tindak kriminalitas lainnya. Dengan demikian perlu dilakukan suatu pengawasan  yang ketat untuk mencegah tindak kriminal ini. Kantor pengawaasan dan pelayanan bea cukai tipe madya pabean Soekarno Hatta terus  berupaya untuk memperbaiki dan berinovasi cara untuk memberi kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi customers. karena  bagaimanapun juga aparatur penegak hukum harus lebih canggih dibanding  para pelaku tindak kriminal yang selalu berupaya bagaimana cara untuk melancarakan rencana jahat mereka. Inovasi yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai Soekarno Hatta adalah diantaranya adalah memiliki aplikasi PIBK Online, tersedianya Website di www.bcsoetta.net, pihak bea cukai juga sudah mengantongi sertifikasi ISO, dan yang terbaru adalah KPPBC TMP Soetta sudah dilengkapi dengan Control room yang bisa melihat keseluruhan aktivitas bandara. Inovasi inovasi yang dilakukan untuk memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, transparan dan Responsif terhadap pengguna jasa kepabeanan maupun cukai.
           
Pada  Tour blogger acara pertama diperlihatkan hasil penangkapan pihak Bea Cukai yang dibantu oleh instansi terkait dalam menangkal penyelundupan narkoba. Press release penggagalan penyelundupan narkoba oleh pihak Bea cukai Soekarno Hatta sebanyak tujuh kasus penyelundupan. Jika di estimasikan barang bukti kurang lebih 18 milyar rupiah. Dalam tujuh kasus ini beberapa pelakunya adalah warga negara asing dan ada juga pelakunya warga negara Indonesia. Kasus pertama dan kedua adalah pada tanggal 20 oktober 2014 bea cukai mencurigai satu orang yang gerak geriknya mencurigakan. Dia adalah  warga negara Vietnam yang berdasarkan profil dan pengamatan pihak bea cukai mencurigai membawa barang terlarang, setelah melakukan pendalaman ternyata memang benar dalam tasnya dia menyimpan sekitar 2,5 kg sabu, kemudian tidak lama berselang pada tanggal 22 masih di bulan yang sama penumpang dari asal negara yang sama kembali dilihat oleh pihak bea cukai lewat di Soekarno Hatta. Pelaku  menaiki maskapai air Asia dan membawa tas yang menurut pihak bea cukai tasnya mirip dengan yang di bawa oleh  pelaku yang pertama dan setelah dilakukan pendalaman di temukan kurang lebih 2,6 sabu jadi pihak bandara mencurigai kedua pelaku saling terkait. Dua kasus ini kemudian diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk di kembangkan.
Press Release Pelaku Penyelundupan Napza Oleh Pihak Bea Cukai dan Polres Bandara
Kasus ketiga terjadi pada tanggal 27 November 2014 , ada seseorang laki-laki yang yang menyimpan hasis sebanyak 2 gram dalam celana dalamnya. Perlu di apresiasi adalah kemampuan dari pihak bea cukai yang bisa mendeteksi orang Yang membawa barang terlarang hanya 2 gram dan disimpan dam celana dalam. Pada kasus yang keempat yakni kasus yang cukup menarik karena pelakunya adalah kurir warga negara Iran. Pihak bea cukai sudah lama tidak mendeteksi atau menangkap pelaku yang berwarga negara Iran. Barang yang dibawa pelaku juga sangat menarik yaitu sabu dalam bentuk lilin. Selama ini pada kasus-kasus yang lain adalah sabu yang di sembunyikan di dalam lilin, dan sekarang setelah di lakukan deteksi lilin itu sendiri secara keseluruhan adalah sabu, jadi sabu dipadatkan menjadi bentuk lilin yang beratnya kurang lebih 1,6 kg sabu. Untuk kasus yang kelima dan keenam pihak bea cukai pada tanggal satu November terdeteksi ada dua orang yang membawa oleh-oleh seperti arak cina atau minuman alkohol yang dikemas dalam kemasan sangat bagus dan rapi sehingga dari jauh atau sepintas mirip seperti buah tangan. Setelah di teliti dalam guci ternyata adalah sabu cair, dan merupakan sabu cair yang di temukan pertama di tahun 2014. Ada dua bukti yang berhasil ditemukan yang pertama seberat 1 kg dan kedua seberat 2,2 kg. Kasus ini kemudian dikembangkan oleh Polresta bandara pelakunya adalah warga negara Taiwan. Pelaku melalui rute penerbangan dari Taiwan – Hongkong dan Jakarta.
Kasus yang terakhir adalah kasus yang dilakukan oleh perempuan warga negara Indonesia yang membawa sabu dalam tas bagasinya dan di taruh di dalam dinding ransel, sabu yang di bawa lebih kurang 2,2 kg. Pelaku melalui rute penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur-Makau-Kuala Lumpur dan kembali ke Jakarta lagi dan kasus ini juga di kembangkan oleh Bareskrim Polri. Di tahun 2014 ini sampai tanggal 18 November pihak bea cukai berhasil menggagalkan sebanyak 79 kasus. Total  barang bukti dari 79 kasus adalah  71 kg sabu dan pelakunya adalah 62 orang warga negara Indonesia dan ada 40 warga negara asing.  Dari kasus-kasus yang berhasil terungkap adalah bukti dari bersinerginya Polri dengan jajaran bea cukai di dalam upaya pencegahan dan pemutusan jaringan narkoba yang masuk maupun yang keluar di Indonesia ini. “Begitu ujar Pak Anjar dari bareskrim Polri”.  Sinergi diperlukan karena upaya pencegahan dan memutuskan jaringan penyelundupan narkoba Polri tanpa ada bantuan dari pihak-pihak yang terkait sangat berat untuk memberantas masalah narkoba. Ada beberpa modus dari kasus yang sudah ditangani yakni ada yang di sembunyikan dalam dinding koper, dimasukkan ke dalam celana kemudian ada dalam bentuk lilin, kemudian ada juga sabu cair yang di masukkan dalam guci.
Pada acara yang kedua para blogger mengunjungi pos Indonesia yang berada di kawasan kargo Soekarno hatta. Di pos Indonesia juga tidak luput dari pengawasan Pihak bea cukai mulai dari barang datang sampai barang dikirim kembali ke penerima. Pengawasan dilakukan dengan X Ray dan hewan pelacak sehingga penyelundupan barang terlarang seminimal mungkin bisa di minimalisir
Pada acara yang ketiga blogger diajak untuk mengunjungi DHL yaitu perusahaan jasa pengeriman barang swasta yang berasal dari Jerman. Memiliki empat mesin mesin X Ray. Pelayanan jasa pengiriman DHL komitmennya adalah barang yang sudah dikirim harus sudah sampai ke penerima barang. Volume penerimaan barang adalah bila tahun 2013 sekitar 30 ton per hari maka di tahun 2014 sekarang mencapai 40 ton. DHL merupakan jasa pengiriman dengan jumlah kuota terbesar per harinya. Dengan kuarto yang besar itu menjadi tantangan pihak bea cukai untuk mengamankan negara dari penyelundupan barang ilegal yang merugikan bangsa. Para Staf Bea Cukai melayani di wilayah kerja bea cukai, dan selalu siap siaga menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
multi skill Staff  Bea Cukai Soekarno Hatta., salah satunya adalah bermain musik
Para staf bea cukai Soekarno hatta juga memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa kepabeanan seperti SEHATI (Senyum, Empati, Hangat,Antusias, dan Inovatif). selain itu para staf bea cukai juga dibekali keterampilan mendeteksi orang-orang yang mencurigakan yang berpotensi menyelundupkan barang-barang Ilegal. Keterampilan yang dimiliki demi mendukung kiprah KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta untuk berperan aktif menjadi garda terdepan dalam menangkal masuknya barang ilegal melalui bandar udara Internasional Soekarno Hatta, baik yang dibawa penumpang langsung ataupun melalui kargo. Selain tugas di bidang pengawasan bea cukai Soetta juga melaksanakan fungsi menghimpun penerimaan di sektor kepabeanan dan cukai. untuk mendukung tugas-tugas yang diemban dan luas wilayah kerja yang mencakup seluruh area Soekarno Hatta bea cukai dilengkapi sarana dan prasarana pendukung seperti Mesin X-Ray, Mobil Patroli, , Kamera CCTV, Mini Lab dan masih banyak lagi.

Semakin cepatnya pertumbuhan zaman menjadi tuntutan Bea Cukai Soekarno Hata untuk memperbaiki diri menjadi pengawas dan penghimpun barang yang masuk ke Indonesia. Oleh sebab itu butuh dukungan dari semua elemen yang terlibat seperti Polri bandara ataupun masyarakat pengguna jasa kepabeanan itu sendiri. “MENJADI LEBIH BAIK” itu lah motto yang di usung oleh KPPBC TMP Soekarno Hatta. selain itu jajaran yang menjadi pimpinan di bea cukai Soekarno Hatta menjamin tidak adanya anggota pimpinan yang menjadi pihak ataupun aktor baik korupsi kolusi dan nepotisme.

#Anjar setyoko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *