LifestyleReportase

Melahirkan Karya, Memanen Prestasi, Terus Produktif Bersama Asus

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan maka jangan biarkan hidup kita menua tanpa karya dan prestasi. Secara linear produktif menjadi jawaban atas lahirnya karya dan prestasi. Produktif dari kecil hingga dewasa bahkan sampai menua. Dalil produktif ini juga menjadikan kita memperoleh semangat tambahan. Semangat untuk segera lulus kuliah, semangat memperoleh pekerjaan dan semangat untuk merealisasikan mimpi kehidupan. Setumpuk cita-cita itu bisa kita raih dengan terstruktur dan rapi jika hidup kita produktif. Rumus produktif dari saya sangatlah sederhana. Mari saya ajak anda untuk menjabarkan kata “produktif” menjadi 9 poin. Mengubahnya menjadi bait kalimat bermakna yang sudah lama menjadi acuan hidup saya.

Penetapan Tujuan

Pondasi awal yang akan menjadikan seseorang produktif tercipta karena mempunyai tujuan hidup yang jelas. Hanya dengan tujuan ini lah setiap orang mampu memilah dan memilih aktivitas yang akan dilakukan. Misal saya ingin menjadi blogger yang memiliki tulisan yang berkualitas plus tampilan grafis yang menawan. Aktivitas yang saya lakukan adalah masuk ke komunitas-komunitas blogger, desain grafis corel maupun photoshop. Dari komunitas ini saya bisa blogwalking, sharing dan belajar ilmu baru. Serangkaian kegiatan ini saya lakukan atas dasar penetapan tujuan dan cita-cita di awal. Sederhananya tujuan hidup menggerakkan diri kita melakukan langkah kecil sampai di puncak cita-cita yang dituju.

Racik Kegiatan Dalam Sehari​

Kadang kala kita nggak tau mau ngapaen? Boring atau gabut. Ini terjadi karena kita nggak punya perencanaan yang jelas. That’s Why setidaknya kita menyusun rencana kegiatan per hari. Mau kemana, ngapaen aja dan gimana urut-urutannya? Semua jelas tertulis.

Saya terbiasa untuk menuliskan daily activity di tembok kamar. Racikan kegiatan menjadi panduan aktivitas apa saja yang kita lakukan. Dengan panduan itu kita bisa bergerak secara terstruktur rapi. Menghindari bersantai-santai nggak jelas tanpa arah dan tujuan.

Uraian Kegiatan Dalam 1 Hari

Original Content

Produktif itu tidak hanya keteraturan waktu untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tetapi juga menyangkut konten yang kita hasilkan. Otak kita dituntut untuk berfikir kreatif menghasilkan konten yang original jauh dari kata control+c dan control+v. Konten hasil karya terjaga keasliannya oleh seorang content creator seperti blogger dan graphic desainer. Kredibilitas dan nama blog akan dipertaruhkan. Original content ini pada akhirnya akan mendatangkan banyak pengunjung dan apresiasi.

Dedikasi Untuk Kesehatan Tubuh

Saat waktu dan konten berkualitas telah berpadu, jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang yang mengidentikkan produktivitas dengan kerja tanpa istirahat. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Kita juga harus proporsional mengalokasikan waktu untuk istirahat, kesehatan dan liburan. Meregangkan otot-otot, menyegarkan otak sebagai sarana untuk melihat sisi lain dari rutinitas yang setiap hari dijalani. Bukan untuk wasting time tapi lebih kepada menjaga mental dan fisik. Kita juga bisa memperoleh mood booster saat kembali menjalani pekerjaan dan rutinitas.

Ujian Ketidakproduktifan Harus Dilewati

Di tengah-tengah aktivitas produktif kadangkala kita dihadapkan dengan rintangan dan halangan. Entah itu dari lingkungan yang kurang mendukung atau diri sendiri yang mood nya mulai turun. Saat penyakit itu menerpa, maka tidak ada jalan lain, kita harus segera mencampakkan ujian ketidakproduktifan itu. Cara yang biasa saya lakukan adalah dengan melihat motivasi teman-teman yang sudah berhasil melalui proses yang juga tidak ringan. Melihat para blogger dan desainer grafis menghasilkan banyak karya dan prestasi. Dengan melihat keberhasilan itu, semangat yang tadinya loyo akhirnya terbakar kembali. Produktivitas yang sebelumnya turun akhirnya meningkat lagi.

Kemauan Keras

Ini juga menjadi modal yang masih erat kaitannya dengan ujian ketidakproduktifan. Gagal itu pertanda bahwa akan ada keberhasilan di percobaan selanjutnya. Kemauan keras seorang Thomas alfa Edison untuk mencoba 999 kali sampai dia menemukan lampu pijar harus bisa terefleksikan ke dalam diri kita. Kadang kita melihat seseorang berprestasi hanya pada hasil akhirnya. Kita lupa bertanya berapa kali dia mencoba? Berapa kali kegagalan yang dialami dan seberapa keras kemauannya untuk bangkit kembali? Ayok coba lagi dan produktif lagi.

Tetapkan Deadline

Tentukan batas waktu pekerjaan atau cita-cita itu bisa kita realisasikan. Sebab cita-cita dan pekerjaan tanpa deadline hanya akan menjadi impian atau angan-angan belaka. Tenggat waktu yang sudah tertulis ini menjadi alarm untuk menentukan skala prioritas kegiatan mana yang di dahulukan dan kegiatan mana yang dikesampingkan.   

Ingat Selalu Waktu

Kemarin tidak akan terulang, besok belum tentu ada, dan hari ini adalah momen untuk memaksimalkan waktu yang masih dikaruniakan ke kita. Saya sarankan buat anda yang ingin produktif kelompokkan kegiatan primer dan sekunder. Kegiatan primer ini menyangkut aktivitas pokok yang wajib dilakukan sedangkan kegiatan sekunder bisa dilakukan saat pekerjaan primer itu selesai. Susunan ini akan membuat waktu 24 jam akan terisi dengan kegiatan yang bermanfaat baik untuk pekerjaan maupun pengembangan diri. Jadi kita tidak termasuk orang yang menyia-nyiakan waktu. Terus mengingat list kegiatan yang harus kita lakukan dan tidak ada alasan lagi untuk malas-malasan.

Fikiran Terbuka

Menerima segala masukan, tidak berperangai apatis dan anti kritik. Fikiran terbuka membuat kita senantiasa mudah menerima ilmu baru dan masukan dari orang sekitar. Tujuan hidup yang sudah kita tetapkan bisa jadi lebih mudah dicapai dengan arahan dan saran dari orang sekitar. Fikiran terbuka juga menjadikan kita tetap produktif tetapi tidak terkesan egois.

Produktif Ala Anjar

Inilah rumus produktif yang terus menerus saya lakukan. Karya-karya saya lahir imbas dari produktifnya hidup saya. Belajar desain grafis menjadi tujuan yang sudah saya jalani sejak tahun 2014 hinnga kini. Aplikasi corel draw dan photoshop menjadi aplikasi yang sering saya pakai dan terpajang di quick acces dokumen. Bidang desain grafis yang saya tekuni sampai saat ini adalah desain vector art.  Karya-karya vector itu saya pajang di dinding facebook dan instagram. Banyak juga yang memesan dan mengeluarkan uangnya untuk dibuatkan vector art. Mungkin inilah yang disebut dengan hobi yang bermetamorfosa menjadi profesi. Saya memanen pundi-pundi rupiah dari karya-karya desain grafis yang sudah saya tekuni ini.

Melahirkan Karya Desain VEctor Art

Tulisan-tulisan di blog ini pun saya lahirkan dari serangkaian rumus produktif itu. Dari tahun 2014 sudah hampir lebih dari 150 artikel saya publish di blog. Padahal saya juga menjalani kuliah, organisasi dan kegiatan lain. Bahkan sampai sekarang saat saya bekerja di institusi pemerintahan tetap tidak meninggalkan aktivitas desain grafis dan ngeblog.

Perpaduan antara karya blogging dan desain grafis ini pada akhirnya membuat saya memanen prestasi. Beberapa kejuaraan blog seperti Hanjaba (hari anak jakarta membaca), akademi menulis PLN, juara lomba blog pertanian, perkembangan gadget keluarga dan beberapa torehan juara lain yang tidak bisa saya paparkan satu persatu.  Eh ini belum termasuk prestasi di bidang akademik lho ya. Prestasi seperti juara olimpiade kimia dan fisika, karya tulis ilmiah dan musabaqoh makalah Al Quran tingkat provinsi merupakan panen prestasi non blogging selanjutnya buah dari menjaga produktivitas diri saya

Memanen Prestasi

Kendati demikian saya tidak memaknai keberhasilan itu adalah hasil akhir yang menawan apalagi rentetan prestasi yang saya dapatkan. Terus apa dong njar? Berhasil adalah proses yang kita tekuni secara runut, sabar dan pantang menyerah terus produktif fokus pada tujuan. Proses lebih penting bagi saya ketimbang hasil akhir yang tidak bisa saya pungkiri juga sangat membanggakan. Jadi keberhasilan itu adalah buah yang kita panen dari proses menyemai benih semangat lantas tekun merawat dan memupuk produktivitas diri yang akhirnya panen prestasi.

Untuk terus menjaga agar proses itu tetap berjalan baik dan tidak meluluhlantakkan produktifnya kegiatan ngeblog dan ngedesain. Penting bagi saya untuk memperhatikan media atau alat yang kita pakai. Bagi saya seorang blogger dan desain graphic enthusiast maka laptop adalah alat yang paling akrab sebagai partner kerja. Nyatanya sekarang laptop bukan menjadi barang mewah, bukan pula sesuatu yang wah! Laptop di era milenial sudah menjadi kebutuhan. Tidak hanya untuk informasi atau mendapat referensi tetapi juga sebagai penopang aktivitas yang punya mobilitas tinggi.

Kini kesibukan aktivitas semakin menerjang tanpa henti. Ingin rasanya diri ini mempunyai laptop yang kekinian dengan processor yang memadai. “mak saya beli laptop lagi ya?” kata saya kepada ibu meminta izin membeli laptop baru. “Ya udah beli aja kalau memang butuh, mau beli laptop apa?” kata ibu merestui keinginan saya.

“ASUS mak!!” kata saya singkat

“kok asus terus kenapa emang?” Kata emak menimpali

“Iya mak udah terbiasa dengan asus, ogah pake yang lain.” kata saya mengakhiri percakapan saya dengan emak.

Udah Terbiasa Produktif Dengan Asus

Sedari kuliah saya sudah memilih Asus sebagai partner kerja. Karya desain grafis, tulisan di blog sampai mengantarkan saya lulus kuliah tak lepas dari rangkaian kata yang saya ketikkan di keyboardnya Asus. Tentu pilihan memakai Asus lantaran beberapa pertimbangan. Kualitas dan harga yang terjangkau adalah pertimbangan pertama dan paling utama. Tidak hanya itu, spare part dan tempat perbaikan resminya tersebar di setiap kota. Dulu waktu saya di Jakarta sudah banyak service center Asus bertebaran. Sekarang saya tinggal di tempat yang jauh dari perkotaan di sudut pulau Kalimantan pun tetap ada service center ASUS. Jadi nggak repot jika sewaktu-waktu ada permasalahan baik itu hardware maupun software. Bisa langsung aja cuss ke service center Asus semuanya akan tertangani!!. Lagian teman-teman kebanyakan adalah pengguna Asus. Bisa sharing saat ada permasalahan laptop. Saat keluar rumah terus lupa bawa charger bisa pinjam ke teman tanpa perlu balik pulang lagi hanya ingin ngambil charger. Pokoknya sesuai mottonya lah “number one in quality and service”.

Rasanya baru kemarin membeli laptop asus A455L. Tepatnya di tahun 2014 laptop saya beli dengan uang tabungan dan tambahan dari emak. Bukan untuk mubazir atau bermewah-mewahan, alasan saya ingin laptop baru memang mupeng banget dengan laptop ASUS X555. Ditambah pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang menuntut saya untuk bisa bergerak multitasking dengan laptop yang tangguh. Dari review yang tersebar di youtube saya melihat laptop ini representatif dengan kebutuhan dan keinginan saya. Untuk lebih memantapkan hati memilih laptop ASUS X555 saya akan menilik spesifikasi lengkap dan keunggulan.

1. Processor Teknologi Tinggi.

Untuk saat ini yang paling penting bagi saya adalah mempunyai laptop dengan processor berteknologi tinggi. Laptop yang dapat menjalankan aplikasi photoshop, corel draw dan Microsoft office secara bersamaan. Lantas gimana processor laptop ASUS X555? Berapa RAM nya?

ASUS X555 dilengkapi dengan processor teknologi terkini dan RAM up to 4 GB. Lebih tepatnya processor AMD A10-9620P APU, AMD Radeon R5 dengan RAM 8GB DDR4 untuk seri X555QG dan AMD A10-9620p dengan RAM 4GB untuk seri X555AG.  Dengan processor semacam ini saya bisa menjalankan 2 aplikasi corel draw dan photoshop secara bersamaan sesuai kebiasaan setiap kali mengerjakan tugas maupun mengerjakan face vector art.

Tidak hanya untuk desain dan ngeblog, processor yang telah ditanamkan pada laptop ASUS X555 akan membuat saya semangat belajar kemampuan baru berupa editing video dengan after effect dan premier pro. Kemampuan asus yang diluar ekspektasi, kelak bukan hanya menjadikan saya lebih produktif tetapi juga memperkaya konten dengan infografis menawan plus video pendukung.

2. Tampilan Grafis Yang Menawan

Desain grafis perlu sebuah laptop yang memiliki tampilan grafis yang tajam dan detail. Poin itu menjadi yang terpenting setelah tangguhnya prosessor. Saya tak perlu khawatir apalagi galau bin risau. ASUS X555 sudah memiliki tampilan full HD teknologi wide view 178°. Ukuran layar laptop 15,6 inch sangat lebar dan leluasa bagi pengguna. Tidak berhenti sampai disitu, teknologi Asus splendid membuat tampilan warna dan gambar di laptop menjadi lebih akurat. Tampilan grafis semacam ini sangat bermanfaat bagi saya terlebih saat membuat face vector art yang perlu detail perbedaan warna kulit.

“Mas anjar saya udah punya laptop canggih, terus software desain nya juga yang terupdate, kok desain saya masih kayak gitu-gitu aja, vector face art saya juga masih kasar?” pertanyaan ini sering sekali muncul di DM instagram ataupun japrian teman-teman.

Mas/mbak plis deh, laptop itu cuma alat dan software itu media untuk mendesain. Jadi bukan 100% jaminan jika anda punya laptop super canggih lengkap dengan software terkini terus desain grafis anda langsung cetar membahana bagaikan bulu mata anti badai, nggak banget. Kemampuan itu dihasilkan dari latihan terus menerus, membiasakan diri untuk belajar. Nah proses itu harus di dukung dengan laptop yang memadai biar belajarnya tak terkendala.  Artinya Alat yang bagus akan lebih maksimal kegunaannya apabila di dukung dengan kemauan belajar yang tinggi. Sebab tidak hanya gear yang di update, skill juga perlu di tingkatkan. Perpaduan antara skill tingkat tinggi dan gear yang canggih akan menciptakan sebuah konten yang berkualitas. 

3. Menikmati Home Entertainment Sambil Bekerja

Manusia tidak bisa fokus terus menerus ke dalam satu titik pekerjaan. Harus ada penyegaran sejenak agar bosan tidak menghinggapi dan menurunkan produktivitas diri. Sembari coret coret pen tool saat desain, saya juga biasa putar musik pakai kmp player ataupun AIMP3. Iringan musik instrumental membuat saya untuk tetap menjaga mood agar imajinasi makin kaya inspirasi. Hiburan ringan saya ini akan di dukung kemampuan sound teknologi Asus sonic master. Audionya jernih dan bersahabat dengan telinga. Bahkan saat kondisi laptop ASUS sleep mode dapat segera dinyalakan kembali hanya dalam waktu 2 detik. Hiburan ringan dan nyaman bagi seorang content creator.

4. Kapasitas Penyimpanan Jumbo, Konektivitas Lancar

Setelah mendesain, olah data, buat surat menyurat, pertanyaan selanjutnya adalah media penyimpanan laptopnya seberapa besar? ASUS X555 sudah dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan 1 TR. Jadi setelah selesai editing gambar dan menyelesaikan tugas kantor bisa langsung disimpan pada storage berkapasitas besar. Data-data yang telah saya olah juga bisa langsung ditransfer dengan mudah dan cepat melalui USB 3.0 yang memberikan kecepatan 10x dari USB 2.0. Laptop ASUS X555 juga telah dilengkapi dengan VGA ports, 2-in-1 SD/SDHC card reader, dan HDMI.

5. Daya Baterai Kuat Seharian

Biasanya sih kalau udah processornya tinggi, grafisnya caem dan suara soundnya menggelegar akan berdampak pada konsumsi baterai yang boros dan gampang lowbat. Rupanya hipotesa saya ini tidak berlaku untuk ASUS X555. Baterai yang ada di laptop ini adalah jenis Li-Polimer.  Baterai Li-Polimer  memiliki ketahanan  sampai dengan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion Silinder. Saat kita beberapa kali charger laptop teknologi baterai Li-Polimer tetap bisa menyimpan daya sampai 80% dari original kapasitasnya. Saya tidak perlu khawatir lagi jika ingin menggunakan laptop di luar ruangan tanpa ada colokan. Cukup dengan sekali charger bisa dipakai mengerjakan tugas dimana saja dan kapan saja.

6. Teknologi IceCool

Saat asik mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang kita merasakan udara panas keluar pada bagian samping atau bawah laptop. Sesuatu yang mungkin tidak asing lagi bagi pengguna laptop. Terlebih saat pemakaian yang terlalu lama. Teknologi IceCool akan mereduksi panas yang biasa timbul dari laptop. Teknologi ini menjadikan suhu laptop terjaga antara 28°C sampai 35°C. Tidak perlu cemas apabila kerjaan menumpuk mendekati deadline. Laptop tetap dalam kondisi dingin meskipun dipakai untuk pekerjaan yang berat dan waktu yang lama.

7. Look Amazing

Pilihan warna desain stylish cocok untuk anak milenieal zaman now. Setidaknya saat tampilan saya pas-pasan ada laptop pendamping dengan tampilan keren. ASUS X555 memiliki ukuran besar yang gagah tetapi tetap nyaman. Kenyaman itu dimulai dari bentuk keyboard yang di desain ergonomis dengan jarak 1,6 mm. Keyboard chiclet membuat saya semakin betah mengetik dengan 10 jari secara cepat dan meminimalisir typo. Untuk mempermudah zoom in/out, dan menggeser objek di monitor, bisa dilakukan dengan mudah memanfaatkan fitur Smart Gesture-Multi-touch made easy.

Hidup yang sedang kita jalani akan lebih produktif jika memadukan antara manajemen waktu dan alat pendukung berupa laptop. Kondisi laptop yang terus prima layaknya asus ASUS X555 mampu menjaga semangat dan merealisasikan cita-cita dan tujuan hidup yang sudah terngiang dikepala. Dengan spesifikasi yang mumpuni maka akan banyak jenis pekerjaan yang bisa terlesaikan. Tidak hanya aktivitas desain grafis dan blogging, melainkan untuk editing video dan pengolahan data. Cocok untuk semua kalangan dengan berbagai variasi pekerjaan. Baik untuk para karyawan kantor, mahasiswa, fotografer maupun arsitek. Berapa harganya? Dimana belinya? Harga untuk ASUS seri X555QG Rp 7.199.000 sedangkan untuk ASUS seri X555QA dibandrol dengan harga Rp 5.699.000. kamu bisa mendapatkannya di gerai resmi Asus terdekat di kotamu. Selain itu ASUS X555 juga dijual di Tokopedia.

13 thoughts on “Melahirkan Karya, Memanen Prestasi, Terus Produktif Bersama Asus

  1. waa masnya keren sering menang lomba…
    setuju banget ya sama asus ini saya juga pakai laptop ini dan mememang handal

  2. Jadi ingat lirik lagu Westlife ” I’m flying without wings”
    Baidewei, aku juga pakai Asus X201E, notebook ultra tipis, ultra ringan. sejak 2013.
    Dengannya aku banyak mengukir prestasi.

  3. Mas Anjar kapan kapan saya pesan ilustrasi foto saya ya, mahir banget sekarang, keren sudah jadi profesi. Apalagi pake ASUS X555, perangkat desainnya makin mantap dan produktif. Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *