Travel

Koperasi Pariwisata Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Tidak perlu diragukan lagi Indonesia adalah negara kaya raya. Potensi alam yang melimpah, hasil laut yang berjibun dan tambang yang besar merupakan hadiah yang diberikan oleh tuhan kepada bumi Indonesia. Dari beberapa kekayaan Indonesia. Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan untuk menghasilkan devisa negara. Tahun 2015 pariwisata menyumbangkan devisa nomor 4 terbesar. Kunjungan turis asing pada tahun 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan dan menghasilkan devisa negara sebesar 120 triliun. Di tahun 2016 kementerian pariwisata menargetkan ada 12 juta kunjungan wisatawan asing ke Indoensia dengan total pendapatan 172 triliun.

Selain sebagai sumber kas negara. Pariwisata merupakan sebuah identitas yang menjadi ciri khas suatu negara. Indonesia mengusung sebuah tagline wonderful indonesia dan sapta pesona sebagai media promosi dan nilai lebih yang diberikan untuk para wisatawan. Sapta pesona menjadi sebuah layanan yang dijaminkan kepada para wisatawan yang datang meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, Indah, ramah dan kenangan. Tagline wonderful Indonesia diambil untuk mengenalkan bahwa Indonesia adalah surga dunia yang menyimpan keindahan yang tak ternilai.  Raja Ampat, Derawan, Bali, Labuan Bajo dan Pulau Komodo adalah segelintir tempat wisata yang dikenal secara global.
Selain tempat wisata yang sudah memiliki nama besar masih banyak tempat wisata yang belum tersentuh dan masih terjaga keperawanannya. Bahkan ada tempat wisata yang akses lokasi masih sulit dijangkau oleh wisatawan. Sarana dan prasarana belum memadai dan keindahannya belum terekplor keluar. Sangat ironis sekali jika melihat keuntungan besar yang bisa dihasilkan oleh sebuah tempat wisata. Dengan kurang adanya pengelolaan membuat tempat wisata itu terisolir. Dana yang minim dan pengetahuan yang kurang menjadi latar belakang masyarakat area wisata tidak memanfaatkan tempat wisata itu sebagai lahan untuk mendatangkan keuntungan.
Melalui sebuah diskusi kecil pada tanggal 6 April 2016 di gedung Smesco. Kementerian Koperasi dan UKM bersama dengan Kementerian Pariwisata selaku pihak yang terlibat dalam bidang kepariwisataan. Mengajak kepada masyarakat untuk berperan serta aktif dalam mengelola pariwisata dan potensi alam yang ada di daerah masing-masing. Namun berbagai kendala seperti pengetahuan, jaringan terutama masalah pendanaan membuat pengembangan sektor pariwisata seringkali terhambat. Jika melihat persaingan kompetitif di era MEA seperti sekarang ini bukan tidak mungkin industri gurih pariwisata yang mendatangkan keuntungan yang sangat besar itu akan diambil alih oleh para investor asing.
Untuk menghadapi hal tersebut. Media yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengelola wisata di daerah adalah dengan mendirikan sebuah koperasi berbasis kemasyarakatan. Dengan pengelolaan koperasi yang demokratis dari, oleh dan untuk masyarakat. Proses pengembangan daerah wisata bisa lebih cepat lantaran ada kerjasama, bersatu padu dan bertukar pikiran antar kelompok masyarakat. Di area wisata tentu masyarakat yang tumbuh mempunyai sifat berbeda dan karakter yang berlainan. Terutama pada keterampilan yang dimiliki. Untuk itu masyarakat area wisata bisa saling melengkapi dalam suatu wadah bernama Koperasi untuk memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang datang.
        Prinsip koperasi care (peduli), share (berbagi) dan fair(adil) dianggap menjadi wadah yang paling relevan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat tempat wisata. Pengelolaan koperasi secara profesional dan transparan juga mengurangi adanya kemungkinan memperkaya individu tertentu karena keuntungan usaha koperasi dibagi secara adil. Dengan adanya wisata yang dikelola oleh koperasi maka diharapakan yang menikmati buah keuntungan adalah masyarakat setempat sekitaran area wisata bukan lagi investor asing.
Para Blogger dan Pembicara yang hadir pada diskusi Peluang Bisnis Pariwisata
“Dalam mengedukasi para masyarakat untuk bersatu padu mengelola tempat wisata dengan sebuah koperasi dilakukan pendekatan secara personal. Selain itu bisa memaksimalkan kinerja PPKL (penyuluh koperasi lapangan).” Begitu kata Didin Djunaidi ketua gabungan industri wisata yang sekaligus sebagai pemateri di diskusi kecil itu.
Kesuksesan koperasi dalam mengelola wisata bisa dilihat pada koperasi Catra Gemilang. Koperasi ini sudah mengelola wisata sejarah Borobudur sejak tahun 1996. Sampai sekarang koperasi Catra Gemilang sudah memiliki 1335 anggota yang tersebar di sekitaran wilayah Borobudur. Ada usaha penginapan, jasa fotografer, souvenir, tour guide yang semuanys dibawah binaan koperasi Catra Gemilang. Selain Catra Gemilang. Masih banyak lagi tempat wisata yang sukses dikelola oleh koperasi. Sebut saja koperasi nelayan yasa mina labuan bajo, koperasi hutatinggi dream samosir, koperasi serba usaha pemuda waisai Raja Ampat merupakan sebagian kecil koperasi yang menunjukkan kemajuan di daerah wisata.
Selain sistem kerja sama masyarakat di bidang koperasi dalam memaksimalkan pendapatan di sektor pariwisata. Kita tidak boleh melupakan Tiga trilogi yang tidak bisa dipisahkan dari industri pariwisata yaitu daya tarik, promosi dan pelayanan. Keramahan warga masyarakat dalam menyambut baik para wisatawan yang datang. Membuat para turis yang datang merasa nyaman dan betah berlama-lama ditempat wisata itu. Para warga masyarakat juga bisa mengintegrasikan antara wisata alam yang sudah di anugerahkan oleh tuhan dengan kultur budaya yang melekat sehingga menimbulkan sebuah kolaborasi yang sinergis untuk meningkatkan daya tarik tempat wisata.
          Program desa wisata yang dicanangkan oleh kementerian pariwisata membentuk sebanyak 1440 desa wisata. Namun hanya 10% yang menunjukkan eksistensi sampai sekarang. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi kementerian pariwisata dan pihak terkait untuk memaksimalkan peran desa wisata dalam menumbuhkan sebuah wisata dengan kultur budaya setempat. Jika keindahan Indonesia sudah ada dan dibarengi dengan kemampuan SDM dalam mengelola tentu sektor pariwisata ke depan akan menjadi sebuah primadona dalam persaingan global.

2 thoughts on “Koperasi Pariwisata Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *