Culinery

Ketagihan Lunpia Delight Semarang


 Saya bukan asli orang Semarang. Saya mahasiswa dari Jakarta dan punya nenek yang tinggal di Semarang. Satu tahun sekali saya mengunjungi Semarang untuk bertemu dan melepaskan rindu dengan nenek.  Setiap kali pulang ke kota atlas itu, nenek memperlakukan saya bak seorang raja. Makan enak-enak, belanja baju sampai diajak jalan-jalan keliling Semarang. Seperti kepulangan saya seminggu yang lalu. Nenek mengajak saya jalan-jalan mulai dari ke lawang sewu, klenteng sampokong dan mall untuk berbelanja
Usai berbelanja dan lelah keliling kota Semarang. Tiba-tiba nenek mengajak saya ke suatu tempat yang katanya menjadi identitas kota Semarang. “Nah sekarang nenek ajak kamu ke sebuah tempat yang sangat spesial. Sebuah kuliner yang menjadi ciri khas kota Semarang. Kita makan lunpia di tempat cik me me?? kata nenek mengajak saya berwisata kuliner lunpia kota Semarang.
Saya yang di Jakarta jarang makan gorengan apalagi lunpia pun menjawab “aku nggak mau nek, pokonya aku nggak mau makan semua gorengan termasuk lunpia?” Ketidakmauan saya akan gorengan termasuk lunpia ini bukan tanpa alasan. Bukan karena alergi atau nggak doyan. Kebanyakan media dan isu mengabarkan gorengan yang dijual menggunakan plastik sebagai campuran minyak goreng supaya renyah. Hal ini membuat saya trauma makan gorengan. 
lunpia delight kuliner khas kota semarang (Dokpri)
Terus kamu mau makan apa Anjar??  Apa salahnya sih nyoba dulu!!” Kata nenekku sedikit membujuk sambil mengelus dada karena saya tidak mau makan gorengan.
Setelah bujukan halus itu, akhirnya saya pun berangkat menuju Jln Gajahmada 107 Semarang untuk menikmati lunpia kuliner khas Semarang. Kesan pertama tampilan gerai lunpia delight bertuliskan “Pintu Gerbang Kuliner Semarang” menegaskan bahwa gerai ini menjual oleh-oleh khas Semarang. Benar saja setelah masuk ke gerai lunpai delight selain menjual lunpia sebagai menu utama disini juga menjual oleh-oleh khas Jawa Tengah terutama Semarang. Jadi pas banget nih buat beli-oleh sebelum pulang sambil makan lunpia delight. 
gerai lunoia delight di jalan Gajah Mada 107 Semarang (Dokpri)
oleh-oleh yang juga dijual di gerai lunpia delight (dokpri)
oleh-oleh yang juga dijual di gerai lunpia delight (dokpri)

Satu porsi lunpia original lengkap dengan sambal, acar dan daun bawang dipesankan nenek sebagai pembuka. Kriukan pertama saya mencoba lunpia sungguh diluar anggapan saya selama ini. Gigitan pertama Lunpia delight terasa kriuk bercampur gurih lunpia. Sungguh lezat dengan rating kelezatan 100%. Dalam hati berkata “ya Tuhan kenapa kok nggak dari dulu makan lunpia delight ini”.
Kenapa nenek nggak pernah ngajak kesini sebelumnya, kan aku nggak tau kalau rasanya nikmat gini?? Kataku kepada nenek yang duduk tepat di depanku 
Oalah bocah-bocah, Makanne ojo ngomong ora gelem sakdurunge nyoba (makannya jangan ngomong nggak mau dulu sebelum mencoba)?? Kata nenekku menegur dengan bahasa jawa.
Usai menyantap lunpia original . Aku pun terus mengekplorasi lunpia varian rasa lain. lunpia fish kakap dan lunpia crab saya coba untuk mendapatkan cita rasa lain. Lunpia delight sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. jadi masalah higienitas termasuk bahan-bahan yang digunakan sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi.  Harga per porsi lunpia delightbermacam-macam mulai dari Rp 8000 sampai Rp 18.000.
Sertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia (dokpri)
Lahap memakan Lunpia Delight (dokpri)
 
Akhirnya Lunpia Delight habis (dokpri)
Sebelum pulang tak lupa saya bungkus Lunpia delight kajamu (Kambing jantan muda) untuk dinikmati di rumah. Dulu biasanya saya mengunjungi nenek setahun sekali.  Kini setiap dua bulan bahkan sebulan sekali saya pulang untuk berjumpa dengan nenek sekaligus memenuhi ketagihan saya pada lunpia delight khas Semarang.

 

Testitimoni artis yang pernah mengunjungi lunpia delight (dokpri)

suasana makan di gerai lunpia delight (dokpri)
Pelayanan cekatan dari pramusaji lunpia delight (dokpri)
“Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Lunpia Delight“.

18 thoughts on “Ketagihan Lunpia Delight Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *