Lifestyle

Kekuatan Smartphone Dan Potensi Kids Zaman Now

“Pada saat nya nanti kita akan mendapati alat yang bisa digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Nggak cuma gagang telepon yang terbatas hanya di satu tempat. Kalau mau komunikasi harus duduk bersanding di sampingnya seperti pacar baru jadian. Tetapi alat ini bisa dibawa kemana saja dan kita bebas berkomunikasi kapan saja” Obralan ini pernah muncul di sekitaran tahun 2000an.  Waktu itu hanya ada telepon rumah dengan gagang yang harus disambung dengan kabel.  Di desa saya mungkin hanya 3 orang yang mempunyai gagang telepon di rumahnya. Udah pasti pemiliknya hanyalah kalangan menengah ke atas.  

Akhirnya obralan itu benar-benar terjadi. Di awal tahun 2008 saya menjumpai telepon mungil ukurannya, lengkap dengan antena di bagian atasnya. Biasa orang menyebut telepon genggam. Sesuai ukurannya yang bisa di genggam dan dibawa kemana-mana. Selain kamu bisa panggilan suara, kelebihan alat komunikasi ini juga bisa berkirim pesan singkat.

Seolah tidak ingin ketinggalan dengan teknologi. Akhirnya bapak saya membeli sebuah handphone dengan tampilan hitam putih. Bentuknya kaku namun menjadi alat elektronik canggih pada waktu itu. games ular-ularan yang tersaji di dalamnya. Membuat saya betah melongo di depan layar handphone itu.

Perubahan gagang telepon ke handphone menjadikan sebuah babak baru di dunia komunikasi. Silaturahmi bisa terus terwujud dan hubungan manis bisa terjaga. Saya yang berada di Kalimantan bisa menghubungi handai taulan di Surabaya. Satu kali sms dikenakan biaya 300, sedangkan untuk telpon harganya lumayan menjerit. Kadang 30 menit sudah kena pulsa 10.000. Cukup membuat saya ngelus dada usai kangen-kangenan dengan keluarga. 

Tak lama berselang muncul lah generasi handphone berkamera dengan fitur infrared, mp3 lengkap dengan radionya. Pokoknya cepat deh perubahannya. Handphone bapak saya yang dulunya canggih kini sudah usang termakan zaman.

Pada masa ini saya sudah sangat jumawa. Pasalnya fungsi telepon semakin berkembang dari yang dulu hanya bisa nelepon dan sms. Kini bisa untuk dengerin hiburan dari musik, kamera dan radio. Tidak hanya itu, kita bisa transfer gambar maupun suara dengan infrared dengan cara di dekatkan antara satu handphone dengan handphone lain. Diantara fitur tambahan itu yang paling membuat saya ginjal-ginjal adalah games yang dulu hanya ular-ularan kini sudah berubah menjadi tembak-tembakan.  Makin betah bawa handphone meskipun kadang rebutan.

Sampai di sini perkembangan handphone saya pikir akan stagnan. Kalaupun ada perkembangan mungkin hanya dalam menu dan inovasi dari fitur yang ada. Misal saja kamera yang dulunya hanya beresolusi VGA di masa yang akan datang mengalami peningkatan menjadi megapixel. Inframerah yang dulunya untuk transfer data jarak dekat akan mengalami pembaharuan menjadi bluetooth yang bisa transfer data jarak tertentu.

Hipotesis saya tentang stagnannya perkembangan handphone yang menurut saya sudah canggih itu. Ternyata salah besar, saya menemui babak baru. Pada tahun 2012 adalah awal perjumpaan saya dengan sebuah alat dengan teknologi mutakhir. Visioner smartphone adalah sebuah teknologi terkini yang muncul dan menghentak dunia komunikasi kekinian.

Awalnya saya hanya bersikap acuh dengan teknologi ini. Ya iya lah, lha wong handphone saya sudah canggih kok, ngapain melirik smartphone yang harganya masih selangit pada waktu itu. Toh pada dasarnya kan fungsi handphone hanya untuk nelpon dan sms aja. Idealisme saya itu terus berlanjut dan memang susah move on dari handphone lama saya yang dilengkapi dengan kamera cukup bening.

Sampai pada akhirnya beberapa teman mulai mengiming-imingi kecanggihan smartphone.  Saya hanya bisa melongo sambil ngiler. Sesuatu yang dulu saya anggap mustahil sekarang benar-benar muncul. Sesuatu yang dulu hanya sebuah imajinasi sekarang menjadi kenyataan yang sulit dimengerti. Bayangkan saja, dulu untuk berkomunikasi sambil saling melihat wajah penelpon mungkin menjadi hal yang tidak mungkin. Dengan smartphone hal itu bisa diwujudkan. Belum lagi kita bisa livestreaming suatu peristiwa, sampai pesan ojek pun kini bisa menggunakan smartphone. Sekarang bukan hanya sekedar alat komunikasi yang berada dalam genggaman. Tetapi smartphone membuat dunia dalam genggaman.

Bermodal teknologi semacam ini. Smartphone laris manis dibeli orang bak tahu bulat yang di goreng dadakan. Dalam sekejap smartphone membius jutaan orang Indonesia. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Itu artinya hampir separuh penduduk Indonesia adalah penikmat teknologi smartphone. Coba deh lihat teman di sekelilingmu waktu kumpul bareng pasti pada pegang smartphone? Bahkan secara tidak sadar mungkin sekarang kamu sedang membaca tulisan ini dengan menggunakan smartphone.

Pengguna Smartphone 2016

Juta

Pengguna Smartphone 2017

Juta

Pengguna Smartphone 2018

Juta

Evolusi kehidupan di zaman smartphone memang benar-benar masif dan menyeluruh. Tidak ketinggalan adik saya pun terkena dampak perkembangan smartphone. Namanya enis, dia masih belia di taman kanak-kanak. Di umurnya yang masih 4 tahun dia sudah menggunakan smartphone. Dulu ketika saya seumuran dia mungkin remot tv dan ulekan sambel saja yang sering saya pegang hehehe. Permainan pun hanya gundu dan petak umpet.

Dunia adik saya yang masuk kategori kids zaman now ini sungguh sangat berbeda. Di umurnya yang masih belia. Enis sudah kenal youtube. Setiap kali upin-ipin selesai tayang di televisi. Tangannya langsung grepe-grepe smartphone untuk menontonnya ulang di youtube. Sampai tak jarang dia tertidur sambil memegang erat smartphone.

Ya memang benar, smartphone tidak sepintar namanya. Tergantung pemakai memanfaatkan teknologi itu. That’s Why, kita sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran harus mengendalikan teknologi bukan teknologi yang mengendalikan hidup kita.  Saya selalu memiliki konsep smartphone merupakan alat yang smart, dengan fitur yang smart, cara penggunaan juga harus smart supaya kita  bisa smart karena smartphone.

Jika penggunanya bijak menggunakan smartphone. Tentu saja kebiasaan kids zaman now dengan smartphone nya juga akan memiliki potensi besar. Para orang tua memperbolehkan anak bermain smartphone sambil nitip pesan “aku serahkan si alat serba bisa ini. Karena alat ini ibarat bilang pisau yang tajam. Bisa bermanfaat jika kau memanfaatkan dengan benar, tetapi akan menusuk jika kau ceroboh menggunakan.”

Untuk anak umur 4 tahunan seperti adik saya. Maksimal boleh menggunakan smartphone selama satu jam sehari. Itu pun dengan pengawasan penuh dari orang tua. Ketika adik saya memakai smartphone biasanya saya matikan layanan internetnya. Toh dia juga nggak tau kan!  Jadi aktivitas yang bisa dia lakukan hanya melihat foto, video yang sudah terdownload.

Dalam lingkup keluarga orang tua juga harus memberi contoh. Jangan malah anaknya dibatasi malah orang tuanya kebablasan. Biasanya ketika sedang ngumpul keluarga, saya mencontohkan untuk menaruh smartphone. Jadi nanti akan ditiru adik ketika dia ngumpul berinteraksi langsung dengan teman-temannya.

Bagi kidz zaman now di sekitaran umur 7 sampai dengan 16 tahun atau setingkat SD dan SMP. Biar potensi digitalnya nggak salah jalan. Bisa banget tuh mencoba menjadi content creator. Entah itu dalam bentuk tulisan di blog ataupun video kreatif di youtube. Di lingkungan tempat saya tinggal sudah ada agung hapsah yang sudah menjadi contoh nyata kids zaman now yang sudah sukses menjadi content creator dari kabupaten Paser.

Di jalur pendidikan supaya anak dan lingkungannya membiasakan diri dengan hal positif. Bisa banget tuh diarahkan untuk membaca e-library yang tersedia di google apps play store. Bahan bacaan yang edukatif bisa merangsang anak untuk berdiskusi tentang pelajaran atau pengetahuan umum. Jadi tetap bisa main dengan smartphone tetapi bisa tetap bertatap muka dengan teman-teman sebayanya. Bagaimana pun juga mereka juga perlu interaksi nyata tertawa gembira dengan teman dan lingkungannya.

Untuk kids zaman now yang duduk di bangku SMA dan kuliah. Tentu sudah sangat familiar dengan yang namanya smartphone apalagi seorang aktivis organisasi yang selalu intens komunikasi via Whatapps Grup. Mereka bisa menjadikan smartphone sebagai ajang berbisnis. Misal saja dengan menjadi pelaku online shop dengan cara optimasi yang dipelajari learning by doing. Bagi anak yang doyan dengan IT bisa menjadi devoper aplikasi. Membuat aplikasi inovatif dan edukasi di play store.  

 

Tantangan kids zaman now hanya memastikan mereka tidak kecanduan smartphone. Menggunakannya dengan cara bermanfaat dan menghasilkan karya yang memiliki nilai bisnis. Jangan sampai menggunakan smartphone hanya untuk galau di media sosial, pornografi dan menyebar ujaran kebencian dan hoax. Nggak banget lah ya..!

Sampai saat ini smartphone terus berkembang dengan pesatnya. Lebih cepat dari derap nafas dan lebih kencang dari roller coaster yang menghempas. Perasaan baru kemarin muncul android Gingerbread sekarang sudah muncul versi android Nougat. Kamera 5 megapixel dulu sudah menjadi andalan. Tetapi kini kalah pamornya dengan kamera smartphone 16 megapixel yang mungkin bisa mengalahkan DSLR. Bahkan bukan tidak mungkin suatu hari akan muncul smartphone yang menyamai Jarvis dalam serial film fiksi ilmiah iron man. Dan entah what next after smartphone?? What the impact for humans?

9 thoughts on “Kekuatan Smartphone Dan Potensi Kids Zaman Now

  1. Kemajuan teknologi memang tidak bisa kita hindari bang
    yang terpenting manusianya juga harus ikut berkembang dan lebih pintar
    saya juga masih ingat saat pertama kali dibelikan handphone tahun 2007 dan itu benar-benar keren pada massanya
    kalo melihat kebelakang rasanya cepat sekali perubahan terjadi
    untuk yang punya adik, anak, keponakan jangan dilarang tapi lebih untuk mengarahkan dan menjadi role model untuk mereka
    tanamkan yang baik2, karena semakin kedepan akan semakin banyak teknologi canggih yang bermunculan
    salam kenal bang, perdana mampir di sini

    1. Wah mas adi satu nasib sepertinya sama saya, saya juga merasakan semakin cepatnya perkembangan teknologi utamanya smartphone. Bener juga harus jadi role model adik dan keponakan kita. Biar tidak terjebak teknologi yang merugikan diri sendiri

  2. main game ular-ularan, endingnya gigit badan sendiri. Hahahaha
    Teknologi punya sisi positif dan negatif. Ya gimana kita memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat.

    1. Hahaha nggak sampe gigit badan sendiri sih mbak,.cuma kadang greretan aja kalau kalah nge game

  3. Semua ini kembali kepada wali dari orang tua, apakah lebih baik tidak memberikan smartphone kepada kids zaman now ? apalagi sekarang lagi zamannya hoax bertebaran dimana mana, berita asli kelihatan palsu begitu juga sebaliknya 🙂

  4. Teknologi diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia tapi kenyataannya justru teknologi membuat manusia seperti alien, terasa asing dengan diri sendir dan sekitarnya. Atau bahkan membuat kepala pening.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *