Opini

Kekuatan Besar Berpadu Semangat Dari Makassar

Tidak ada negara yang sangat kuat hingga dia mampu untuk memenuhi segala kebutuhan rakyatnya dan menyiapkan segala infrastruktur yang dibutuhkan. Tidak ada pula negara yang sedemikian lemah sehingga membuat semua rakyat merana karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Yang ada hanyalah sebuah negara yang selalu berusaha dan mempunyai rencana untuk terus membangun infrastruktur kemudian mengimplementasikannya dengan sebuah paket kebijakannya.

 

Itulah simpulan awal saya ketika melihat fenomena dunia dan beberapa negara yang terlihat memiliki kesenjangan dalam segi infrastruktur dan kondisi ekonomi. Ada negara yang memang super power dengan kondisi ekonomi yang digdaya. Di lain pihak ada negara miskin yang jangankan infrastruktur, memberi makan rakyatnya saja masih sangat kekurangan. Pada akhirnya kalimat pendek dari saya “Ya sudahlah toh semua rezeki dan makanan kan sudah dijamin, jadi seyogyanya nggak ada negara miskin atau kaya yang ada cuma negara yang mempunyai rencana untuk berusaha.”

 

Saat saya berdiri 20 tahun lalu di negara tercinta Indonesia. Kondisi infrastruktur dan ekonomi Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. Fasilitas publik seperti puskesmas, rumah sakit, dan jembatan penghubung masih sangat minim. Jika sakit saya harus ke kecamatan atau bahkan sampai kabupaten untuk mendapatkan pengobatan. Pun jika ingin menyebrang sungai kadang kala saya harus menaiki perahu atau paling bagus jembatan gantung hasil pembangunan swadaya dan gotong royong masyarakat.

 

Lambat laun Indonesia akhirnya tumbuh. Beberapa fasilitas publik untuk kesehatan, jalan dan jembatan semuanya dirintis satu per satu. Tetapi tantangan yang muncul sekarang adalah membangun seluruh Indonesia. Mendirikan bangunan-bangunan yang memacu perkembangan ekonomi di desa-desa di 34 provinsi. Indonesia sentris adalah sebuah gagasan yang muncul dari para petinggi bangsa. Menjadikan seluruh kawasan di pangkuan ibu pertiwi ini merasakan pembangunan yang berkeadilan dan merata.  

Pembangunan ini tentu harus melibatkan seluruh pihak. Baik itu masyarakat, kontraktor yang sudah barang tentu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Di suatu malam ketika melihat final community shield antara Chelsea dan Arsenal. Adik saya yang juga penghobi bola nyletuk. “Kak kenapa ya kok di stadion diluar negeri bagus-bagus?”

 “Ya kan mereka negara kaya dek!” pungkas saya sambil melihat pertandingan bola yang kala itu masih dengan skor kacamata. Kebetulan pertandingannya dilangsungkan di wembley stadium, stadion termegah di inggris sekaligus menjadi lambang kebesaran negara pangeran William.

“Loh kalau kayak gitu berarti negara kita miskin dong?” Kata adek terus menyerang saya dengan pertanyaan, Adek saya ini termasuk orang yang gercep jadi koneknya pun cepat seperti jaringan 4G fiber optik *hiks.

“Nggak usah terlalu mikirin stadion dek, mending penuhin fasilitas publik yang lebih penting seperti jalan, jembatan, tempat ibadah atau pusat perbelanjaan. Infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti itu lebih berdampak besar terhadap tumbuhnya ekonomi suatu negara!” Jawab saya agak ketus.

Suasana awal yang semula fokus menikmati pertandingan bola. Sekarang jadi berubah terbawa ke sebuah obrolan tentang pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

Keesokan hari nya kita berdua menonton film the amazing spiderman. Kebetulan salah satu adegan di film ini mengambil tempat di jembatan Broklyn. Sebuah jembatan mewah yang ada di Kota New York. Tidak puas dengan obralan kemarin malam. adek saya ini kembali bertanya,”Kalau di Indonesia kak ada nggak jembatan yang bagus kayak broklyn gitu, Kata kakak kemarin mending fasilitas publik daripada stadion?”

“Wah ada dek, itu jembatan mahakam yang sering kita lewati yang menghubungkan samarinda tepian dengan kota samarinda. Keren loh itu jembatannya dek, lebih keren dari pada jembatan broklyn.” Jawaban saya sedikit mengklaim agar adek saya ini bangga dengan fasilitas yang ada di Indonesia saat ini.

 

Sebenarnya tidak berlebihan jika saya menganggap jembatan mahakam sebagai sebuah bangunan publik yang setara dengan jembatan broklyn jika dilihat dari perspektif kekuatan. Jembatan ini juga menjadi salah satu ikon di kota samarinda bahkan Kalimantan Timur. Tidak hanya itu, tak jarang jembatan ini menjadi tempat shooting berita maupun film domestik.

 

 

Terlebih dahulu saya berterimakasih kepada bosowa semen. Sebuah semen yang membuat jembatan mahakam kini berdiri gagah di atas sungai besar yang juga bernama sungai mahakam. Sampai detik ini saya melihat lalu lalang kendaraan dari arah Samarinda ke Balikpapan maupun sebaliknya. Wajar jika jembatan mahakam menjadi nadi perekonomian Kalimantan Timur. Kita jadi mudah untuk terhubung ke Samarinda kota atau bahkan meneruskan perjalanan ke Sangatta atau Bontang sekalipun.

Semenjak mengenal semen bosowa sebagai semen yang membuat jembatan mahakam tegak berdiri. Saya jadi berandai-andai, mungkin nggak ya kalau Bosowa semen ini menjadi bagian dari rencana Indonesia untuk membangun segala infrastruktur dalam pemerataan pembangunan Indonesia Sentris?

 

 

 

 

 

Sebelum terlalu jauh bermimpi, berangan-angan terlalu terlalu tinggi padahal hal itu belum pasti terjadi. Terlebih dahulu mari kita mengenal bosowa semen dari segala dimensi. Mengetahui semen yang telah membuat jembatan mahakam tegak berdiri sampai saat ini.

Semen bosowa adalah semen yang mulai berproduksi pada tahun 1999 di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Saya pun tidak menyangka jika di Indonesia timur muncul pionir perusahaan semen yang berangkat dari sebuah kultur budaya daerah. Bagaimana tidak, bosowa sendiri diambil dari nama tiga kerajaan yang ada di sulawesi. Bone, Soppeng dan Wajo dan disingkat menjadi nama kebesaran “Bosowa”. Jika dikaitkan dengan pemerataan infrastruktur. Tentu ini merupakan angin segar karena produsen semen swasta terbesar di Indonesia ini sudah ada di kabupaten maros sulawesi selatan.  

Tetapi Indonesia bukan hanya maros atau sulawesi selatan saja. Ada 34 Provinsi dan 416 kabupaten yang juga sedang gencar membangun infrastrukturnya di daerah masing-masing. Nah kalau gitu harusnya semen bosowa membangun cabang gitu dongs?

Pertanyaan ini terjawab ketika saya mendengar pabrik bosowa ternyata sudah melakukan ekspansi usaha dengan mendirikan pabrik di ujung timur pulau Indonesia tepatnya di kota batam kemudian di ujung timur pulau jawa tepatnya di kota banyuwangi. Hal ini untuk memastikan distribusi bosowa semen sampai ke seluruh wilayah Indonesia, membangun seluruh sendi kehidupan pendukung ekonomi bahkan di kawasan pelosok sekalipun. Kini saya semakin yakin bahwa jaringan distribusi bosowa semen yang sedemikian luas akan membuka gerbong pembangunan yang awal mulanya berasal dari maros selanjutnya berkembang untuk seluruh Indonesia.

Optimis boleh tapi realistis juga jangan dilupakan. Distribusi yang luas ini tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan kualitas semen yang memumpuni. Kualitas semen yang baik akan mempengaruhi umur pemakaian sebuah bangunan, utamanya adalah biaya pemeliharaan. Adalah almarhum bapak saya yang mengajarkan cara memilih produk harus cermat dan mempertimbangkan 2K (kualitas dan kantong). Dua hal ini setidaknya harus seimbang. Tapi kalau bisa dapat harga murah dan kualitas tinggi ya leh uga.

Bosowa semen sudah memiliki Standar Nasional Indonesia sebagai jaminan mutu. Proses produksi menggunakan teknologi mutakhir berstandar eropa.  Tidak hanya itu bosowa jenis portland composit (PCC) sudah mendapatkan standar eropa EN 197-1 CEM II. Sedangkan untuk bosowa semen jenis Ordinary portland sudah mengantongi standar Amerika dan Eropa. Dari standar produk semen yang telah diperoleh dapat dipastikan setiap kantong semen sudah melewati serangkaian uji kekuatan, tekanan, waktu kering dan uji lain yang menjadikan bosowa semen berkualitas tinggi. Tidak kalah penting dari itu juga memastikan dalam proses produksi bosowa selalu memperhatikan keseimbangan lingkungan dengan asas sustainable development. Sehingga tidak hanya layak untuk dalam negeri tetapi bosowa semen juga bisa beredar di pasar ekspor.

Dalam sebuah bangunan yang kuat. Ada jerih payah seorang tukang atau tenaga konstruksi yang berperan, energi yang dikeluarkan dan keringat yang bercucuran. Bosowa sangat menyadari pentingnya peran jasa konstruksi untuk mengkonversi kualitas semen menjadi sebuah bangunan atau gedung yang kuat dan kokoh. Pelatihan peningkatan kompetensi tenaga konstruksi bosowa semen adalah upaya nyata untuk menyelaraskan antara kualitas semen dan kemampuan manusianya.

Dari kualitas semen yang sedemikian tinggi itu. Bosowa semen dipercaya untuk membangun proyek besar di Indonesia. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Jalan Tol Seksi 4 Sulawesi Selatan, Bendungan Bili – Bili, Jembatan Mahakam, Kalimantan Timur, PLTU Jeneponto adalah segelintir infrastruktur publik yang sudah didirikan oleh kuatnya semen bosowa. Belum lagi beberapa proyek kecil seperti properti dan rumah hunian yang sudah di bangun dan dipercayakan kepada bosowa semen.

 

 

 

Selain menjalankan usaha, bosowa semen juga selalu peduli dengan masalah sosial. Melalui program Corporate Social Responsibility. Bosowa memberi bantuan untuk membangun atau merenovasi masjid. Memberi sumbangsih dalam hal peningkatan kualitas SDM melalui beasiswa pendidikan bosowa fondation.

 

Di bidang olahraga tentu kita semua tidak asing lagi dengan klub besar PSM Makassar. Bosowa juga merupakan sponsor resmi Tim besar PSM Makassar lho! Dengan dana yang digelontorkan, bosowa semen berharap ada bibit-bibit pemain kelas dunia dari PSM Makassar yang bisa membawa timnas Indonesia berjaya di kancah Internasional. Pasca menjadi pemain PSM Makassar bosowa akan merekrut pemain yang itu untuk bekerja di bosowa semen. Tibo, rizki pellu dan rasyid bakrie adalah pemain yang sudah gantung sepatu kemudian merintis karir bekerja untuk bosowa semen.

Dear Bosowa Semen

Tantangan yang ada sekarang adalah dengan terus menjaga konsistensi kualitas semen. Kemudian yang tidak kalah penting adalah terus eksis di tengah gempuran produsen semen luar negeri. Kapasitas sebesar 7,2 ton tidak selamanya akan menguntungkan. Produksi atau penawaran semen nasional pada tahun 2016 sebesar 91 juta ton. Sedangkan permintaan hanya 61 juta ton. Hal ini tentu membuat over supply sampai kurang lebih 50%.

Dari tantangan itu perlu rasanya saya memberikan kritik ringan sebagai tanda cinta terhadap bosowa. Diterima syukur tidak juga tidak apa-apa.  Bosowa harus lebih aktif di media sosial di zaman milenial seperti sekarang. Selama ini saya hanya melihat Instagram yang minim post dan twitter yang minim cuitan. Hari gini saya sangat percaya bahwa yang mengusai media sosial dialah yang menjadi pemenang. Maklum media sosial menjadi sebuah trend masif sebagai alat pemasaran dan komunikasi dengan konsumen maupun calon konsumen dengan biaya murah dan jangkauan yang tidak terbatas.

Hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh bosowa sendirian. Menggandeng media sosial activist kemudian blogger sebagai parnert bisnis bagi saya adalah langkah yang harus diambil. Perlu juga rasanya membuat berbagai jenis lomba dan kuis di media sosial untuk memancing engagement besar dari netizen dan khalayak umum.

Saya, kamu dan kita semua sebenarnya tidak harus memilih bosowa semen karena Masyarakat tidak membutuhkan semen. Kita butuh beraktivitas, berpindah tempat, berlindung dan bernaung. Media yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas itu adalah jalan, rumah, jembatan dan bangunan yang kokoh berdiri. Karena kebutuhan mendasar manusia adalah terciptanya rasa aman dari semua fasilitas itu. Semen hanya sebuah alat untuk mewujudkan rasa aman. Dengan semen bosowa yang telah ambil bagian dari makassar untuk membangun Indonesia. Memastikan setiap bangunan memberikan rasa aman terhadap pemakainya.

 

 

11 thoughts on “Kekuatan Besar Berpadu Semangat Dari Makassar

  1. Keren Animasinya…
    Saya suka dengan kemasan baru Bosowa Semen lebih eye catchy, salah satu strategi pemasaran yang efektif menurutku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *