Uncategorized

Informasi Itu Hoax atau Fakta ???

Siapa yang hari ini belum buka facebook, bbm, line atau media sosial sejenisnya? Pasti nggak ada ya? Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat sekarang sudah punya akses kemana aja untuk mencari informasi. Hanya berbekal smartphone dan koneksi internet kita bisa leluasa mencari berita apa saja yang kita butuhkan.

Bahkan di era digital seperti sekarang, masyarakat juga bisa turut andil untuk memberitakan kejadian di sekelilingnya. Terbukti dengan fenomena Vlog, citizen jurnalism dan siaran langsung yang bisa menggunakan twitter, facebook, instagram dan media sosial lain.  

Semakin menjamurnya media yang bisa memberikan informasi. Kita juga dituntut cerdas untuk memilih media sebagai rujukan berita. Semua wadah berita seperti media mainstream, blog, media sosial bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan informasi. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita bisa membedakan sebuah informasi itu sebuah fakta atau hanya hoax belaka?

Well,. belakangan ini mungkin timeline media sosial anda dipenuhi dengan beberapa informasi yang bersifat saling sindir, adu domba atau ujaran kebencian yang kian rame. Sebagai netizen yang cerdas jangan sampai kita termakan oleh berita hoax yang bermuara pada kebencian kita pada sekelompok golongan akibat berita hoax yang sangat masif di media sosial.

That’s why mengapa sekarang kita harus cerdas sebagai netezin. Terlebih dengan adanya UU ITE yang mengatur kita semua dalam menggunakan dunia maya.

Secara skematis saya ingin berbagi 3 tips membedakan berita itu hoax atau fakta. Tips ini sesuai dengan kebiasaan yang saya lakukan sebagai netizen.

1. Cek Sumbernya
Sebuah informasi atau berita itu ada karena dibuat. Oleh sebab itu jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang muncul di timeline media sosial mu. Penting untuk melihat siapa pembuat berita itu. Jika memang informasi itu disajikan dari sebuah situs berita yang terpercaya dan memang sudah dikenal berimbang dalam menyajikan informasi. Terutama media mainstream dibawah pengawasan dewan pers. Kemungkinan Besar berita itu memang fakta!! Ingat ya Kemungkinan Besar benar, bukan sepenuhnya Benar.

Jangan asal percaya dengan sebuah berita yang tidak jelas sumber beritanya. Hanya berbekal foto editan dan data dusta kita bisa dibelokkan ke sebuah informasi yang salah. Foto atau infografis yang disematkan dalam artikel bisa di edit dengan mudah dengan software yang sudah masif bisa di temukan di setiap komputer.  So mulai sekarang pilih dan pilah ya informasi berdasarkan sumber beritanya.

2. Bandingkan Dengan Sumber Lain
Faktanya menurut penelitian Programme for International Student Assessment (PISA). Budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Ngeri kan ngelihat fenomena ini??  Yahh mudah-mudahan di tahun 2016 ini data literasi masyarakat Indonesia bisa semakin baik.

Oleh karena itu ketika menerima informasi dari satu sumber jangan pernah ragu untuk cek informasi yang sama di sumber lainnya.

Tabayyun,, That’s the point. Cari kejelasan sebuah informasi yang kita terima jika dirasa ganjil. Teliti secara mendalam di beberapa penyedia berita, apakah memang menyajikan informasi yang sama. Bila perlu silakan bertanya dengan teman atau saudara yang anda anggap mempunyai kapasitas untuk diajak diskusi. Dengan demikian berita yang kita konsumsi bukan benar katanya melainkan benar adanya

3. Saring Dulu Sebelum Sharing
Please,,. Nggak usah buru-buru share informasi hanya karena ingin dianggap orang yang lebih tahu. Jangan gegabah membagikan informasi yang anda sendiri belum tahu isinya dan kebenarannya. Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyebutkan bahwa yang menyebarkan berita hoax akan terkena pelanggaran ITE. Nah loh risikonya besar dan nggak main-main.

Berita hoax yang menyebar secara masif dan dilakukan secara terus menerus maka berita itu bisa tersamar menjadi Fakta. Oleh karena itu jangan sampai kita masuk ke dalam golongan orang yang membagikan berita padahal belum tahu kebenarannya. Dampaknya akan runyam bin berantakan jika hanya karena membagikan informasi di media sosial kita di jerat pelanggaran UU ITE.

Baca dulu sepenuhnya sambil dipahami isi dan analisis pesan yang terkandung dalam sebuah berita yang anda baca. Selanjutnya jika sudah yakin bisa anda bagikan ke timeline media sosial anda. Jangan sampai jempol kita lebih cepat bergerak di atas layar kaya smartphone dibanding dengan otak kita berfikir.

Oh ya saya menulis ini sambil mengingatkan pada diri sendiri. Untuk tetap cerdas dalam berselancar di dunia maya. Jadi jika anda punya tips atau usulan lain sebagai antisipasi untuk menghindari dampak buruk berita hoax. Silakan tulis di komentar dibawah…. Stay positive for Sharing, Caring and Empowering

4 thoughts on “Informasi Itu Hoax atau Fakta ???

  1. Yang penting kita sebagai pembaca tidak serta-merta menelan mentah-mentah (hehe….makann lalaban kelles…) berita apa pun yang kita baca. Pastikan dulu dari sumber yang lain. Gitu, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *