Reportase

Geliat Pelaku Industri Furniture di Pameran Mozaik 2016

Sebuah rumah atau tempat bersemayam tentunya tak lepas dari yang namanya perabot. Baik perabot yang terbuat dari kayu, plastik maupun dari kaca. Perabot atau furniture yang ada di rumah, kantor atau tempat tinggal tentu selain mempunyai nilai guna juga harus mempunyai nilai estetika. Dari sekian banyak produsen furniture di Indonesia 250 diantaranya mengikuti pameran furniture dan mozaik Indonesia 2016. 100 desainer juga tercatat mengikuti dan memamerkan desain terbaru dengan inovasi dan kreativitasnya. Banyaknya antusiasme dari desainer dan produsen tentu menjadi sebuah suntikan ide dan referensi bagi semua pengunjung yang datang.  
Pameran ini diadakan pada tanggal 10-13 maret 2016 bertempat di Jakarta Convention Center Senayan. Selain pelaku Industri Furniture dari dalam negeri turut hadir pula produsen mancanegara. Pameran terselenggara berkat kolaborasi antara ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) dan Traya Indonesia. Produk yang ada dalam pameran mozaik dan furniture Indonesia antara lain meliputi: furniture, perabot luar rumah, kamar mandi, kerajinan, peralatan makan (table ware), dapur, lampu dan produk tekstil. Cocok sekali bagi pebisnis yang ingin melengkapi tempat bisnisnya dengan furniture.
  Memasuki area JCC pengunjung akan disambut dengan suasana yang nyaman dan tenang karena yang datang tidak terlalu banyak. Jika dilihat secara kasat mata memang pameran ini jarang ada transaksi. Berbeda dengan pameran lain yang biasanya terlihat ramai pengunjung. Namun begitulah seyogyanya sebuah pameran berplatfoam B2B (business to Business) yang lebih melibatkan pebisnis dan menekankan prospek dalam jangka panjang. Para pebisnis ulung dan penggiat furniture memang membutuhkan suasanya yang tenang untuk berdiskusi dan bertransaksi. Traya indonesia memiliki target transaksi mencapi 700 miliar dalam tiga hari penyelenggaraan mozaik dan furniture Indonesia.
  Salah satu stand yang ada di pameran furniture itu adalah rupa desain. Sebuah stand bergaya klasik dengan beberapa poster yang sudah terlihat usang. Meja yang digunakan bukan dari kayu atau plastik melainkan dari sebiah kardus yang disusun menjadi sebuah meja. Beberapa saksi bisu seperti kursi tua, buku, dan poster pameran furnitur tahun 1970 ada di stand itu. Penjaga stand ramah dan masih terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Jakarta. 
 Jika berkeliling memang semua stand menjual produk furniture dan kerajinannya.  Namun tidak dengan stand ini, Rupa desain ingin mengenalkan masyarakat luas tentang sejarah desain interior. Kesadaran akan sejarah desain interior di Indonesia. Berangkat dari informasi sejarah desain interior yang belum tersusun rapi. Rupa desain berupaya untuk mengumpulkan dan mengarsipkan berbagai media lingkup desain di Indonesia. rupa desain mecoba melihat pameran ini tidak hanya untuk mencari buyer atau profit. Melainkan cerita lain dibalik terbentuknya furniture dan tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap desain interior. Salah satu tokoh yang ditonjolkan adalah Imam Buchori Zainuddin yang juga sebagai perintis desain interior. Beliau mengikuti pameran pertama kali pada tahun 1970 di Osaka jepang dan menjadi sebuah titik balik bagi indutri furniture di Indonesia. pengumpulan data oleh Rupa desain dimulai sejak september 2015 secara independen. 
salah satu penjaga stand rupa desain menerangkan kepada pengunjung
Poster Pameran furniture osaka Jepang 1970
            Beranjak ke stand lain adalah Anjana Furniture. Sebuah produsen mebel yang berasal dari Sukoharjo, Solo Jawa Tengah. Perusahaan mebel yang berdiri sejak tahun 1999 ini tidak mempunyai target penjualan di pameran kali ini. Bagi mereka lebih memikirkan efek jangka panjang yang ditimbulkan. Konsumen kenal produk anjana dan diharapkan akan membentuk suatu branding yang dikenal di kalangan konsumen mebel. 
             Anjana furniture adalah spesialis mebel yang menggukan kulit hewan sebagai bahan utama selain kayu. Produk yang dibuat berbagai macam mulai dari kursi, meja, yang kesemuanya di balut dengan kulit sapi dan kambing. Produk mebel bapak Dwi agus purnomo ini lebih melayani pasar luar negeri dibanding pasar dalam negeri. Hal utama yang menjadi pertimbangan adalah pasar luar negeri selalu memesan produk dalam partai besar. Jumlah yang dipesan tak tanggung-tanggung bisa sampai 2 kontainer mebel. Ekspor yang dilakukan meliputi Cina, amerika dan sebagian wilayah eropa. 
              Nah kenapa Anjana Furniture tidak melayani pemesan dari dalam negeri?? Pertanyaan besar itu kemudian muncul. Ternyata para konsumen di Indonesia hanya memesan produk Anjana furniture per biji. Sehingga dalam pelayanannya lebih ruwet. Terutama pada proses pengiriman, belum lagi jika ada produk yang rusak ketika dikirim.  Sampai saat ini Anjana furniture sudah merangkul karyawan sebanyak 150 orang. Jumlah yang terhitung tidak sedikit dan tentu membantu pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja. Karyawan sebesar itu kadangkala juga masih kurang jika pemesanan sedang ramai sampai dengan 5 kontainer furniture. Dengan jumlah pesanan yang tidak sedikit itu Anjana mengalami hambatan untuk lahan penyimpanan produk. Gudang penyimpanan hanya cukup untuk 2 kontainer. Untuk kapasitas yang lebih besar Anjana sampai saat ini masih sangat sulit untuk melayani.
Anjana Furniture salah satu stand yang ada di mozaik & furniture Indonesia
Beberapa Produk Anjana Furniture
   Selain dari dua stand itu masih banyak lagi beberapa stand yang menarik. The bulb gallery contohnya. sebuah pajangan lampu yang memliki berbagai model yang unik. Ada yang dipasang dengan paralon dan ada juga yang melingkar seperti ular dengan cahaya lampu tidak terlalu terang. Bulb gallery datang ke Indonesia baru pada tahun 2015. Pabrikan asal italia ini masih belum bersertifikasi SNI Namun sudah memiliki standar eropa. Perizinan yang berbelit dan kompleks menjadi alasan utama produksi di Indonesia tidak dilakukan. Pemesan utama bulb gallery ini datang dari pulau dewata bali yang notabene merupakan pulau yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Selain stand dari usaha swasta juga turut meramaikan usaha lokal yang menjadi binaan Kementerian perindusterian dan kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Z’Home,  Rois Home Design, Alura Home Design, Aninda furniture adalah segelintir perusahaan furniture binaan pemerintah yang menunjukkan eksistensinya di pameran mozaik dan furniture Indoensia 2016. Dengan mengikuti pameran,, para produsen furniture Indonesia diharapkan bisa melihat perasaiangan di era global seperti sekarang ini. Terutama terfokus pada produk furniture.

Selain perabot dan furniture yang menjadi sajian pokok di pameran mozaik Indonesia. Juga turut dipamerkan kerajinan lokal semacam patung singa, kuda dan juga tumbuh-tumbuhan. Namun sayangnya di pameran kali ini tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Alasan mendasar adalah produk yang dipamerkan memiliki nilai artistik tinggi dan dikhawatirkan ada peniruan desain dan jenis barang. Beruntung bagi saya yang diperbolehkan untuk mengambil gambar namun di stand tertentu. Itu pun masih dibatasi dengan pengambilan gambar tidak boleh terfokus ke suatu produk. Misal memperlihatkan transaksi atau proses negosiasi antara buyer dan pemilik usaha. 
 Pameran ini bukan merupakan akhir pencapaian para pelaku Industri Indonesia. melainkan sebuah langkah awal untuk berpijak, mencoba berdiri lalu berjalan memperkenalkan industri furniture Indonesia dan dapat ditularkan kepada masyarakat.


4 thoughts on “Geliat Pelaku Industri Furniture di Pameran Mozaik 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *