Uncategorized

Gegap Gempita Jaringan 4G Yang Baru Masuk Kota Ini

Tepat hari sabtu tanggal 24 desember 2016. Saya menginjakkan kaki di bandara sepinggan Balikpapan. Sudah 3,5 tahun rasanya saya menimba ilmu di ibukota. Kini kembali ke tempat tinggal di Kabupaten Paser dan mengabdikan diri sebagai penyuluh industri kecil dan menengah. Saya harus menempuh perjalanan hingga 5 jam dari kota minyak Balikpapan untuk sampai kabupaten Paser. Tidak ada kereta cepat apalagi pesawat penghubung antara dua kabupaten di Kalimantan timur ini. Saya harus menempuh perjalanan darat dan laut untuk pulang ke kampung halaman.
Pemandangan Klasih di bandara Sepinggan dan Jaringan 4G yang sudah tersedia disini
Secara sekilas tidak terlalu banyak perubahan di Balikpapan. Beberapa pemandangan klasik seperti ukiran khas Kalimantan dan beruang madu, masih tertata rapi layaknya 3 tahun silam ketika saya berangkat ke Jakarta.  Hanya bandara sepinggan yang kelihatannya mewah dan kian tertata.

Tidak ingin buang waktu, langsung saya arahkan jari jemari ini untuk pesan ojek online yang sudah tersedia di Kota Balikpapan menuju ke pelabuhan penyebrangan kapal.  Jaringan di Balikpapan terlihat masih lancar jaya. Tidak jauh beda dengan keseharian saya di Jakarta. Begitu saya buka smartphone jaringan terkuat 4G langsung nongol. Pesanan ojek online pun relatif cepat langsung ready order.

Berbeda dengan di Balikpapan ketika saya diatas kapal untuk menyebrang ke Kabupaten Paser. Jaringan memang kurang stabil. Sesekali hilang dan jaringan terkuat di perbatasan kabupaten paser adalah H+. Bahkan ketika sudah masuk ke pinggiran Kabupaten Paser menuju ke Kota Tanah Grogot sebagai kota terbesar. Saya mendapati hanya jaringan edge atau 2G yang ada di smartphone. Bersyukur bagi saya karena tinggal di wilayah Kota Tanah Grogot yang notabene adalah kota teramai dan terbesar di Kabupaten Paser.

Bagaimana koneksi internet di Kabupaten Paser sekarang.

Kabupaten Paser dengan ibukota kabupaten adalah Tanah Grogot merupakan sebuah pemekaran wilayah yang dulunya masuk provinsi Kalimantan selatan. Pada tanggal 3 Agustus 1961 kabupaten ini beralih menjadi provinsi Kalimantan timur.  Sampai pada tahun 2017 ini kabupaten paser menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah kabupaten yang tengah berkembang fasilitasnya. Baik dilihat dari pembangunan sektor kesehatan, sarana dan prasarana publik dan terutama yang paling saya tunggu adalah program melek internet di kota ini.
Suasana Kota Tanah Grogot yang Baru Menikmati Jaringan Terkuat 4G
Kebanyakan penduduk di kabupaten paser adalah transmigran atau pendatang. Setelah lama mendiami kota ini, mereka beralih kependudukan menjadi warga tetap kabupaten paser. Alhasil dalam lingkup ibukota kabupaten di kota Tanah Grogot saja. Keberagaman sangat kental terasa. Baik dilihat dari kepercayaan, agama dan yang paling kentara adalah perbedaan suku. Menurut data disdukcapil tahun 2015 suku yang mendiami kabupaten paser mencapai 19 suku. Tentu yang paling besar adalah penduduk asli kabupaten paser yakni suku paser. Suku lain yang juga banyak ditemui adalah suku banjar, jawa, bugis, bajo, batak, madura, sampai suku sunda dan betawi.

Namun perbedaan itu tidak lantas menjadi sekat pemisah diantara kami. Penduduk hidup berdampingan saling menjaga dan bertoleransi satu sama lain. Justru karena asal usul berbeda ini, membuat kebutuhan akan sarana komunikasi dan informasi sangat dibutuhkan, guna menghubungi handai taulan di kampung halaman dan mengetahui berita terbaru.
Kemajemukan Kami di Tanah Grogot Menyambut Jaringan Tercepat 4G Lte
Beruntung bagi saya yang masih bisa tinggal di Kota Tanah Grogot. Di kota ini, gegap gempita menyambut 4G LTE sudah sangat terasa. Beberapa provider saya lihat gencar sosialisasi di sekolah bahkan sampai ke lingkup pemerintahan. Beberapa gerai smartphone ramai dikunjungi oleh masyarakat yang hendak memburu smartphone berbasis 4G LTE.

Di suatu event ada yang menawarkan tes kecepatan jaringan 4G di kota Tanah Grogot. Animo masyarakat terlihat sangat besar untuk mencoba akses internet anti lemot dan video youtube tanpa buffering itu.

Selama 3 bulan ini praktis saya yang tinggal di Kota Tanah Grogot sudah merasakan gurihnya jaringan tercepat 4G LTE. Kotamadya Tanah Grogot kini sudah seperti ibukota negara dalam konteks jaringan internet. Wajar jika Kota Tanah Grogot menjadi titik nadi perekonomian di Kabupaten Paser.
IKM Berkembang selaras dengan Internet 4G LTE.

Kecepatan internet ini memicu tumbuhnya beberapa sektor perekonomian. Kebutulan saya menjadi pionir penyuluh IKM di Kabupaten Paser. Secara bertahap saya perkenalkan IKM ini untuk menggunakan online shop sebagai media pemasaran. Mereka pun menyambut hangat program perluasan pasar dengan menggunakan market place atau online shop.

Saya Bersama dengan dinas perindusterian bidang IKM yang ingin mengarahkan IKM ke Online Shop

Era masyarakat ekonomi asean sekarang. Pelaku usaha ini harus cepat untuk menyesuaikan perubahan Zaman. Layaknya cepatnya jaringan 4G yang baru masih di kota Tanah Grogot.  


Beberapa IKM memang masih buta akan internet. Tentu saya tidak ingin kehilangan akal. Mereka punya anak yang lebih matang pendidikannya. Sehingga admin untuk setiap online shop dan akun market place adalah anaknya. Saya edukasi anaknya untuk menggunakan internet sebagai wilayah pemasaran. Untuk kemudian bisa disalurkan kepada ibunya selaku pemilik IKM.

IKM yang biasa saya dampingi ketika melakukan penyuluhan mengaku sangat terbantu dengan tumbuhnya internet. 2 IKM itu adalah nadia roti dan keripik borneo janju. Dua IKM ini baru mulai menggunakan broadcast bbm dan market place 2 minggu ini. Tidak hanya sekedar mengembangkan wilayah pemasaran. IKM ini juga bisa melakukan inovasi dengan mencari resep baru yang mempunyai varian rasa yang berbeda.

Pendampingan yang saya lakukan di IKM Keripik “Borneo Janju” yang baru memulai online shop
Pendampingan yang saya lakukan di IKM Roti “Nadia” yang baru ingin memulai online shop
Kini di tengah perbedaan itu, internet super cepat 4G tak ubahnya seperti katalis yang mempercepat perkembangan di semua lini kehidupan. Masyarakat sudah sibuk dengan dunia virtualnya. Pelajar juga sudah menggunakan internet berkecepatan tinggi sebagai media belajar dan online librarysebagai sumber literatur. Tentu ini akan menumbuhkan sebuah geliat ekonomi dan pemerataan di segala bidang.

Anak muda juga mulai kreatif untuk memanfaatkan jaringan internet super cepat itu. Ada yang membentuk sebuah kelompok literasi media, program melek internet masyarakat dan komunitas maupun organisasi yang ada sekarang juga sudah menggunakan internet sebagai basis komunikasi mereka.

Pengguna internet terbanyak di Kabupaten Paser adalah masyarakat dalam rentang usia 25-44 tahun yang mencapai 60,25%. Usia ini tergolong usia produktif yang bisa diarahkan untuk memanfaatkan internet sebagai wadah mencari referensi positif terlebih bisa mendapatkan uang tambahan.

Fakta ini memunculkan ide yang di gagas beberapa tokoh lintas agama dan suku untuk mendirikan sebuah komunitas internet positif. Komunitas ini didirikan untuk memproteksi dampak negatif yang bisa timbul ketika menjelajahi dunia maya. Beberapa konten negatif dan hoax yang sekarang kian banyak muncul menjadi fokus utama komunitas internet positif ini.  Edukasi kepada masyarakat luas melalui grup media sosial menjadi program penting sehingga kecepatan internet bisa diiringi kecerdasan pemakainya.


Lantas bagaimana saya menjalani peran blogger di Kabupaten paser Ini? Jangan ditanyakan kopdar blogger yang sering saya jalani di Jakarta. Komunitas blogger di Kabupaten Paser pun masih belum ada. Blogger di Kota ini masih sangat sedikit. Dalam kurun waktu 3 bulan ini saya hanya menemukan 1 orang yang aktif ngeblog. Blogger masih dianggap sesuatu yang tabuh. Beberapa orang bahkan belum tahu apa itu blogger??

Meskipun workshop maupun sharing komunitas sudah tidak saya jalani lagi seperti dulu ketika saya tinggal di Jakarta. Tetapi keyakinan saya untuk menumbuhkan blogger di kabupaten Paser sangat besar seiring cepatnya internet di Kota Tanah Grogot. Dalam benak saya timbul ide untuk mendirikan sebuah komunitas blogger Paser. Tentu saya tidak bisa melakukannya sendirian. Oleh karena itu media sharing saya ketika di Kota Tanah Grogot ini adalah komunitas Blogger dari Balikpapan.

Sayangnya gegap gempita internet 4G ini hanya dirasakan di ranah regional kota Tanah Grogot. Masih ada 9 kecamatan lagi yang jaringan internetnya belum memadai. Bahkan di pedalaman Kabupaten Paser Kalimantan Timur masih ada yang belum teraliri listrik.

Saya menyadari bahwa untuk membangun sebuah jaringan internet adalah sebuah bisnis yang capital intensive. Perlu dana besar untuk membangun kabel fiber optic, tiang pemancar dengan harga yang tidak murah.

Belum lagi tantangan geografis wilayah yang sangat menantang. Wilayah kecamatan lain di kabupaten ini masih belum dihubungkan dengan jalan yang layak. Masih banyak jalan berbatu dan tanah yang ketika hujan akan membentuk sebuah kubangan lumpur. Jalan yang sudah aspal baru separuh wilayah Kabupaten Paser. Bahkan beberapa wilayah harus ditempuh dengan menggunakan kapal. Oleh karena itu akses untuk membangun jaringan internet di beberapa wilayah memiliki tantangan terjal.

Meskipun demikian saya memiliki optimisme tersebarnya jaringan internet 4G LTE ke seluruh Kabupaten Paser. Entah 4 atau 5 tahun lagi.

Sebagai Ibu kota kabupaten, Tanah Grogot menjadi sebuah titik awal dimulainya internet super cepat. Selain itu juga sebagai percontohan untuk kecamatan lain mengembangkan jaringan internet. Saya juga sangat berharap besar kepada seluruh Provider internet untuk segera mengembangkan jaringan internet di kecamatan lain di Kabupaten Paser. Bagaimanapun juga kini internet menjadi sebuah kebutuhan yang bisa membangkitkan seluruh sektor perekonomian. 


14 thoughts on “Gegap Gempita Jaringan 4G Yang Baru Masuk Kota Ini

  1. Kalau saya promosinya paling mudah pakai fanspage facebook. Saya pasang banner besar besar berukuran 13×5 cm di background halamanya. Jadi begitu ada orang yang melihatnya, maka yang pertama kali di lihat adalah banner yang berisi nomor kontak saya seperti WA dan BBM, dan ampuh juga karena dagangan saya laris berkat fanspage ini.

    Btw masih 22 tahun sudah jadi konsutan, pinter banget.

  2. Info bagus gan,,soalnya saya berkepikiran untuk silaturohmi ke kalimantan tepatnya banjar masin, apa di sana jaringan 4G lancar ga ya gan .kira kira

  3. Kalau di banjarmasin sebagian besar kotanya sudah teraliri 4G Lte mas dwi, jadi tidak usah khawatir. Ditunggu ya kunjungannya ke banjarmasin mas…

  4. salut euy sama usaha mas anjar buat mendirikan komunitas blogger di kampung halaman..
    di daerah saya juga 4G belum sampai, jadi agak sedikit keganggu kalau mau akses internet dengan kecepatan tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *