Lifestyle

Cek Klik Membuat Mudik Makin Asik

Bulan puasa telah tiba lengkap dengan berbagai serba serbi yang sudah terpelihara sejak lama. Tidak hanya takjil, baju baru, parcel dan buka bersama. Melainkan satu hal yang menjadi klimaks dari bulan ramadhan ini adalah pulang kampung merayakan idhul fitri bersama dengan keluarga. Pulang kampung menjadi sebuah ritual tahunan yang tidak hanya menjadi kebiasaan melainkan sudah menjelma menjadi sebuah budaya. Sampai saat ini budaya pulang kampung ini terus terjaga dengan sebuah tajuk yang lebih familiar yakni “mudik lebaran”.

Pos pengamanan dimana-mana, armada transportasi baik bus, pesawat dan kereta ditambahkan jumlahnya. Mayoritas perantau baik itu yang bekerja maupun kuliah akan melakukan mudik lebaran di akhir bulan puasa. Tahun 2017 kemarin jumlah pemudik 18.603.081. Pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana terutama jalan dan moda transportasi agar masyarakat aman dan nyaman untuk menjalani budaya tahunan ini.

Tak ingin kalah dengan ueforia khalayak umum, saya pun turut menyiapkan mudik lebaran jauh-jauh hari. Terlebih perjalanan saya tempuh dari Jakarta menuju Tanah Grogot Kalimantan Timur. Ekspedisi mudik yang tentu akan menyita tenaga dan waktu ini perlu disiapkan matang-matang. Tidak hanya persiapan tenaga dan barang bawaan, melainkan juga bekal obat dan makanan selama di perjalanan.

H-3 sebelum keberangkatan saya sudah menyiapkan bekal makanan dan obat-obatan termasuk juga buah tangan untuk keluarga di rumah. Untuk bekal makanan saya terbiasa untuk membeli roti dan coklat. Dua makanan ini selain praktis juga dapat menjadi pengganti nasi saat buka puasa di sela perjalanan nanti. Tidak lupa minyak kayu putih dan obat maag pun saya bawa. Dua obat ini wajib menjadi bekal untuk menetralisir apabila perut mulai keroncongan atau mules di perjalanan.

Belanja Keperluan Untuk Bekal Mudik Asik

Saat membeli obat dan makanan saya harus teliti. Terlebih perjalanan Jakarta-Tanah Grogot memakan waktu hingga 7 jam. Telaten melihat satu per satu produk yang akan saya beli. Memilah mana kebutuhan dan keinginan, kemudian memilih produk-produk yang aman untuk dikonsumsi dan menjadi penunjang saat mudik.

Dari sebuah lini masa Instagram dan facebook. Saya menemukan metode praktis nan ciamik untuk memilah, memilih dan menyeleksi produk yang akan dipakai sebagai bekal perjalanan mudik. Metode ini bertajuk CEK KLIK. Terdengar asing buat kamu yang baru mendengar. Bahkan mungkin kamu lebih mengidentikkan dengan klik mouse komputer hehehe. Tapi anggapan ini salah besar! Cek klik adalah metode dari BPOM (badan pengawas obat dan makanan) yang berisi panduan praktis untuk memeriksa produk yang aman untuk dikonsumsi. KLIK singkatan dari Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluarsa. Ke empat elemen ini adalah satu kesatuan utuh yang menjadi indikator untuk memastikan keamanan sebuah produk. Metode evolusioner, menyeluruh tetapi tetap praktis digunakan. 

Saya lebih senang menganalogikan cek klik ini dengan seseorang yang sedang PDKT sebelum memutuskan untuk menikah. Sebelum seorang cowok memutuskan untuk menikahi cewek tentu akan melihat dulu bibit, bobot dan bebetnya. Pun demikian saat kita ingin membeli sebuah produk. Harus dicermati sebelum membeli, harus teliti sebelum menikahi, hihihi. Bedanya untuk menikahi seorang wanita perlu dilihat dulu kecantikannya, keturunan orang baik-baik dan sifatnya yang luhur. Nah seirama dengan itu, untuk membeli produk juga harus diteliti dulu kemasan produk, label, izin edar dan kedaluarsa sebagai usaha preventif supaya kita tidak salah pilih.

1. Kemasan

Ketertarikan saat pandangan pertama itu memang benar adanya. Terlalu sering saya jatuh hati dengan produk saat kali pertama saya melihat. Lantas apa yang pertama kali kita lihat saat ingin membeli produk? Pasti desain kemasan bukan? Saat kita melihat kemasan yang berbeda, mencolok warnanya dan sedap dipandang mata maka gairah untuk membeli itu langsung meningkat. Tapi tunggu bro, tunggu bentar!! Jangan gegabah dengan tampilan luar. Cermati kemasan itu dalam kondisi baik atau tidak. Kemasan itu cacat atau tidak.

Tanda cacat pada kemasan tentu berbeda-beda tergantung jenis kemasan setiap produk. Produk yang dikemas menggunakan bahan karton atau plastik biasanya sobek atau terkoyak. Sedangkan produk yang dikemas dengan bahan logam biasanya penyok. Lihat juga warna kemasan apakah masih segar atau sudah mulai pudar. 

Variasi Kemasan Yang Harus Kita Periksa Saat Ingin Membeli Produk

Saat kemasan terlihat cacat maka kamu harus lebih berhati-hati untuk membelinya. Kemungkinan besar produk itu disimpan tidak pada tempatnya atau tertindis dengan produk lain. Saya sarankan untuk membeli produk yang sama tetapi memiliki kemasan berbeda atau bahkan membeli produk yang berbeda tetapi memiliki kegunaan yang sama. Sebab fungsi utama kemasan ini untuk melindungi produk. Bila kemasan cacat maka kemungkinan besar produk yang ada di dalamnya sudah tidak dalam kondisi baik. Terlebih bila kemasan sudah terbuka, maka besar kemungkinan produk telah terkontaminasi zat-zat dari luar.

2. Label

Wah kemasan cantik kok, nggak ada tanda-tanda kecacatan. Ya udah deh langsung ke kasir ya untuk dibeli? Eh jangun dulu mas/mbak bro. Langkah kedua adalah melihat label yang biasa tertulis di kemasan. Label ini memuat informasi produk seperti berat bersih, aturan pakai, tempat produksi, merk dan khasiat produk.

Pastikan produk yang akan dibeli tidak mengandung bahan yang membuat aktivitas mudik kita terganggu. Saya yang menderita penyakit maag lebih menghindari produk minuman yang berperisa asam, jeruk, ataupun minuman bersoda yang dapat meningkatkan asam lambung. Kan nggak lucu kalau di atas pesawat tiba-tiba sakit perut karena tidak cermat membaca label kemasan berisi bahan yang tidak toleran dengan perut saya. Pun demikian dengan produk yang bisa menyebabkan kantuk di perjalanan. Takut waktu perjalanan Jakarta-Tanah Grogot akan kehilangan fokus karena rasa ngantuk berat yang ditimbulkan oleh obat atau makanan yang saya konsumsi. Terakhir saya memastikan untuk membawa perbekalan yang mencantumkan logo halal di label. 

3. Izin Edar

Pemeriksaan ketiga terkait dengan legalitas edar yang tercantum dalam produk. Izin edar ini diterbitkan oleh BPOM. Pelaku industri yang telah mengantongi izin edar, dipastikan sudah melewati proses kurasi sehingga aman untuk di edarkan di pasaran. Baik itu dari segi mutu produk, proses produksi maupun kebersihan. Bila masih ragu saat mengecek izin edar, kita bisa kunjungi website resmi BPOM di www.pom.go.id atau download aplikasi BPOM via google play store. Kita juga bisa melihat update setiap informasi dari BPOM dengan follow akun resminya di instagram, facebook, dan twitter. Ada juga customer service melalui halo bpom yang bisa kita hubungi di nomor 1500533.

3. Kedaluarsa

Terakhir adalah melihat masa pakai atau kedaluarsa dari produk. Tanggal kedaluarsa biasanya tertulis di setiap kemasan dan di buat berbeda dengan tulisan label dan izin edar. Konsumen penting sekali untuk mengetahui produk yang akan dibeli dalam kondisi kedaluarsa atau tidak. Sebab setiap produk akan berubah kadar manfaatnya, warna, rasa dan baunya bila sudah kedaluarsa. Bahkan dalam kondisi tertentu produk yang kedaluarsa bisa membuat konsumen keracunan.

Semuanya proses cek klik ini harus kita lakukan dengan intensif. Emang perlu ya sampe memeriksa segitu cermatnya? Bagi saya perlu, pake banget. Ya iyalah, semuanya akan runyam bin berantakan saat obat dan makanan yang saya bawa untuk mudik malah kedaluarsa atau tidak layak untuk di makan. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Berangkat dari Bandara Soekarna-Hatta Jakarta

Usai saya melakukan belanja berbagai produk itu tibalah saatnya saya pergi mudik. Maksimal saya membawa 1 tas ransel dan 1 koper berukuran sedang. Selebihnya saya kirimkan via kurir supaya perjalanan saya lebih nyaman dan tidak terlalu berat angkat barang-barang. Pokoknya jangan sampai barang bawaan membuat saya terlalu rempong nan merepotkan.

Tiba di Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Saya makan soto daging plus kurma segar waktu sahur. Dua asupan nutrisi ini lebih awet untuk menjaga tenaga sehingga tetap prima di perjalanan. Tidak lupa saya minum obat lambung agar asam lambung normal dan penyakit maag saya tidak kambuh. Bekal makanan dan obat saya taruh dalam ransel paling atas. Minyak kayu putih saya selipkan di samping ransel sehingga kapan saja bisa dicomot dan langsung di oleskan ke tubuh.

Perjalanan saya dari bandara Soekano-Hatta menuju Sepinggan Balikpapan memakan waktu 2 jam. Saat tiba di bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan waktu sudah mendekati senja sekitar Jam 18.00. Saya sempatkan untuk membeli minuman karena waktu buka di sini sekitar jam 18.15. Lebih cepat satu jam dari waktu Indonesia barat di Jakarta. Saya lihat kemasannya masih bagus, izin halal pun tertulis rapi di kemasan, label pun tidak lupa saya inspeksi.

Usai beli minum perjalanan saya lanjutkan untuk naik kapal penyebrangan dari Balikpapan menuju kabupaten Paser yang dipisahkan oleh sebuah teluk. Ini lah kesempatan saya untuk berbuka dari bekal yang sudah saya bawa. Maklum penyebrangan ini memakan waktu sekitar 45 menit. Cukup untuk mengisi tenaga sembari menunggu kapal sandar di pelabuhan. Terakhir saya menggunakan moda transportasi angkot selama 2 jam.

Mudik lebaran tahun ini berjalan lancar karena persiapan tenaga, barang bawaan dan perbekalan makanan yang sudah diperiksa dengan cek klik. Suasana puasa ramadhan di kampung sangat terasa. Alunan ayat suci Al Quran terdengar di setiap surau dan masjid-masjid. Gema takbir akan saya sambut dengan penuh keceriaan sebelum kembali lagi ke Jakarta. Meskipun hanya sejenak tetapi saya memiliki kepuasan batin tersendiri merayakan lebaran dengan keluarga.

Cek klik menjadi sebuah edukasi bagi konsumen untuk teliti dalam membeli produk. Melindungi konsumen untuk tetap sehat dan aman. Dalam tataran yang lebih luas cek klik akan memunculkan geliat ekonomi. Setiap UMKM yang memasarkan produk berusaha untuk menaikkan level produk dan mutunya. Baik dari segi kemasan, label maupun izin yang dikeluarkan oleh BPOM. Tentu fakta ini menjadi angin segar untuk UMKM, sebab konsumen yang sudah teredukasi tidak akan membeli produk ilegal nan berbahaya baginya. Edukasi cek klik kepada masyarakat luas tidak bisa dilakukan BPOM seorang diri. Perlu dukungan berbagai pihak. Saya dan kamu sebagai konsumen dan pembuat produk sebagai produsen harus turut bekerjasama. Yok mari bergandengan tangan mewujudkan sinergi untuk cek klik dulu sebelum membeli !!!

More Information BPOM : 

Web : pom.go.id

Facebook : @bpom.official

Instagram : @bpom_ri

Twitter : @bpom_ri

#panganamanmudik #cekklikbpom #obatamanmudik


 

 

4 thoughts on “Cek Klik Membuat Mudik Makin Asik

  1. Biasanya yang paling sering dicek itu paling tanggal kadaluarsanya ya. Padahal harus ngecek yang lainnnya juga. Keren nih bpom sudah ada aplikasi buat mengecek barang yang kita beli

  2. Ini dia yang suka terlewat para konsumen ketika membeli makanan ya, mas Anjar 🙂 Kadang mama2 lebih demen lihat diskonannya dibandingin cek klik beginian hehe. Paling utama sih makanan wajib halal ya. Kemudian tgl kadaluarsanya. Abis itu baru liat lainnya hihii.

  3. Keberadaan cek KLIK membuat para produsen lebih berhati-hati juga dalam proses produksinya. Sebaiknya segera daftarkan produk lah bagi yg belum. Biar sama2 aman antara produsen &konsumen. Produsen aman, penjualan meningkat, krn produk semakin dipercaya oleh konsumen. Konsumen jg tenang krn produk uda diperiksa BPOM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *