Lifestyle

Cara pintar Buat Pintar Menggunakan I-Jakarta

Siapa yang ingin hidupnya Cerdas Berwawasan Luas?? Ketika ada pertanyaan terlontar seperti itu, tentu semua orang mendambakan kehidupan cemerlang dengan wawasan ilmu yang luas. Namun ketika pertanyaan dirubah menjadi siapa yang hobi membaca?? Kini jawabannya berubah, tidak semua orang hobi membaca tetapi pada akhirnya setiap individu ingin memiliki pengetahuan yang luas. Semua ini tentu kontraproduktif antara keinginan dan usaha yang dilakukan. Karena sesungguhnya kepintaran dan membaca adalah sebuah variabel terikat yang satu sama lain saling berhubungan. Ibarat kata antara pintar dan membaca adalah kendaraan dan bahan bakar. Mesin motor tidak akan jalan jika tidak ada bahan bakar. Demikian juga sebuah ilmu pengetahuan yang tidak akan bertambah tanpa usaha kita membaca sebuah buku. 

Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Jakarta Dengan I-Jakarta 
Saya sendiri sedari kecil sudah memiliki hobi membaca. Hobi itu tumbuh begitu saja karena banyaknya bahan bacaan di rumah maupun sekolah. Di rumah, bapak berlangganan surat kabar sedangkan di sekolah tersedia fasilitas berupa perpustakaan yang menyimpan banyak koleksi buku bacaan. Akibat pengaruh itu lah membuat saya selalu update berita-berita terkini dan pengetahuan umum. Setiap istirahat sekolah ketika SMP dan SMA selalu saya sempatkan diri untuk pergi ke perpustakaan membaca buku dengan topik yang berbeda-beda.  Hobi membaca memang tidak bisa tumbuh secara instan. Harus dilakukan secara terus menerus sehingga menimbulkan sebuah kebiasaan. Tentu anda pernah dengar bukan istilah “Bisa Karena Terbiasa”. Nah hobi membaca juga bisa tumbuh karena membiasakan diri untuk membaca.
Memasuki Jenjang perkuliahan sekarang. Hobi membaca saya seakan tidak surut. Terlebih tahun 2016 ini saya sudah memasuki semester 6 dan sedang menyelesaikan skripsi. Praktis sudah sekitar 2 bulan berjibaku dengan skripsi. Pergi kesana kemari ke beberapa perpustakaan dan toko buku untuk mencari beberapa literatur mengenai judul skripsi yang sedang saya kerjakan. Memang perlu memakan biaya dan mengorbankan waktu yang tidak sedikit untuk pergi ke toko buku, Browsing di internet sampai berkunjung ke beberapa perpustakaan untuk mencari beberapa buku.  
Pada akhir perjuangan untuk mengerjakan skripsi akhirnya saya kenal dengan sebuah aplikasi I-Jakarta yang sudah diluncurkan sejak Oktober 2015. I-Jakarta adalah sebuah perpustakaan berbasis digital yang bisa di download gratis via android, komputer maupun iOS. Di dunia digital era sekarang semua aktivitas dituntut serba cepat seperti tidak ada sekat pembatas antara satu daerah dengan daerah lain bahkan negara satu dengan negara lain. Dengan fenomena dunia digital ini tidak bisa dipungkiri. Kegiatan seperti berkunjung ke perpustakaan membaca dan mencari buku literatur mulai berkurang. Semua orang lebih tertarik pada sebuah aktivitas yang terintegrasi dengan aplikasi yang tersedia di smartphone.

langkah awal yang praktis menumbuhkan minat baca dengan I-Jakarta 

Munculnya Aplikasi I-Jakarta menjawab semua tantangan dunia digital. Perpustakaan yang dulunya identik dengan tumpukan buku yang terkesan membosankan. Kini anggapan itu seakan benar-benar berubah 180 derajat. Dengan I-Jakarta perpustakaan sudah dalam genggaman smartphone yang selalu kita bawa kemanapun kita pergi. Cara peminjaman yang dulunya harus menggunakan kartu perpustakaan kini hanya perlu login dengan alamat email atau facebook. Semua sudah terintegrasi dengan sistem yang memudahkan kita dalam memperoleh ilmu dari berbagai koleksi buku yang ada.

Setelah kenal dengan I-Jakarta referensi buku bisa saya peroleh dengan mudah sebagai bekal untuk mengerjakan skripsi. Saya bisa meminimalisir biaya untuk pergi ke perpustakaan atau toko buku. Untuk meminjam buku pada aplikasi I-Jakarta caranya cukup mudah. Misal kemarin saya meminjam buku berjudul “Teknik Mudah Membuat Presentasi” karangan Edy Winarto. Saya tinggal memilih genre buku komputer pada aplikasi I-Jakarta. Kemudian saya lihat jumlah buku yang tersedia. Berhubung buku teknik presentasi ini masih tersedia 17 copy maka saya bisa meminjam saat itu juga. Jika buku yang anda inginkan tidak tersedia karena sudah dipinjam orang lain maka anda harus bersabar sejenak mengantre sampai buku itu tersedia. Pilih menu pinjam dan secara otomatis buku elektronik bisa kita baca di dalam smartphone atau PC pada menu rak buku I-Jakarta. Selama 3 hari buku yang sudah dipinjam bisa dipelajari sepuasnya.  Setelah periode buku pinjaman selesai secara otomatis buku akan ditarik dari rak buku aplikasi I-Jakarta. Bagaimana, mudah bukan untuk jadi pintar dengan I-Jakarta??
Dengan I-Jakarta waktu saya jadi semakin produktif dan belajar juga semakin efektif. Membaca dimanapun dan kapanpun jadi lebih fleksibel. Ketika sedang perjalanan di dalam busway buka I-Jakarta, jalan-jalan hangout bareng teman buka I-Jakarta. Hal ini bisa dilakukan karena saya tidak perlu membawa tumpukan buku berat dalam tas. Kemanapun saya pergi selama smartphone masih dalam genggaman maka I-Jakarta selalu setia menemani sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Di sela-sela membaca jika ada sesuatu yang dirasa penting dan harus dicatat maka saya bisa catat poin-poin penting itu untuk disimpan melaui note pribadi yang sudah tersedia dalam aplikasi I-Jakarta. Jadi kita tidak perlu aplikasi tambahan untuk mencatat konten penting dari buku yang sudah dipinjam.
Keuntungan selanjutnya yang bisa diperoleh dari penggunaan I-Jakarta adalah efisien waktu dan biaya. Poin ini bagi saya paling penting karena terkadang saya sudah pergi ke perpustakaan atau toko buku. Namun buku yang dicari ternyata tidak tersedia. Hasilnya tentu saja, saya hanya buang-buang waktu dan biaya. Dengan I-Jakarta, saya hanya perlu koneksi internet untuk meminjam buku sesuai kebutuhan. Itupun saya terbiasa menggunakan wifi gratis yang tersedia di kampus. Jadi benar-benar efisien biaya dalam memperoleh ilmu dari buku.
Keberadaan I-Jakarta juga akan Memotong jalur distribusi buku kepada masyarakat. Memang benar dengan menggunakan perpustakaan keliling bisa menjangkau ke semua lapisan masyarakat untuk berbagi ilmu melalui buku perpustakaan. Namun sudah pasti biaya besar juga harus dikeluarkan seperti bahan bakar dan sopir pengantar. Belum lagi kondisi lalu lintas Jakarta yang seringkali macet. Dengan I-Jakarta biaya-biaya itu bisa direduksi dan dialihkan untuk menambah koleksi buku bacaan. Buku elektronik dalam Aplikasi I-Jakarta juga meminimalisir terjadinya pelanggaran hak cipta atau copyright karena buku yang dipinjam bersifat virtual (E-book). Seperti mengcopy tanpa izin yang sampai saat ini masih sering dilakukan masyarakat.
Fungsi I-jakarta jadi semakin seru karena model perpustakaan digital ini dibuat seperti media sosial. Selain membaca buku tentu anak muda macam saya juga ingin selalu terlihat eksis dan tidak ingin ketinggalan zaman. Kita bisa mengubah foto profil akun I-Jakarta sesuai keinginan. Berinteraksi dengan para pengguna I-Jakarta lain dengan cara like, comment dan saling follow. Jadi langsung dapat keuntungan ganda yaitu pengetahuan dari buku yang kita baca sekaligus eksis di dalam aplikasi I-Jakarta. Dengan suguhan aplikasi semacam ini membuat budaya membaca jadi semakin mengasyikkan.

Untuk menjadi pintar dan berwawasan luas kita harus memilih dan memilah dengan cara yang pintar pula. Tentu tidak hanya melalui aplikasi berbasis perpustakaan seperti hal nya I-Jakarta. Masih banyak lagi ilmu yang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perlu juga niat diiringi tekad yang kuat sehingga semua yang kita jalankan akan mendapat hasil yang maksimal.  Bukan hanya pintar dalam hal akademik yang akan diperoleh karena di masa sekarang banyak sekali orang pintar namun sangat minim budi pekerti dan akhlak jujur seperti yang tertera pada nilai-nilai luhur pancasila. Melalui I-jakarta saya tidak perlu khawatir karena saya tidak akan dijejali dengan kemampuan akademik semata. Banyak sekali fitur yang bisa kita pilih seperti buku bergenre agama atau cerita yang memuat pesan luhur kehidupan. Selain itu masih tersedia genre buku lain seperti buku pelajaran, ekonomi, politik, olah raga dan ribuan buku yang menjadi tempat untuk mendulang ilmu pengetahuan.
Melalui momentum hanjaba (Hari anak Jakarta membaca) menjadikan tolak ukur untuk terus berinovasi dalam menumbuhkan minat baca masyarakat Jakarta. Jika aplikasi I-Jakarta ini terus berkembang dan anak muda Jakarta peduli dan ikut serta menggunakan I-Jakarta. Bukan tidak mungkin Jakarta akan mencetak sebuah generasi emas dengan buku elektronik sebagai landasan pengetahuannya. Jakarta menjadi sebuah kota yang maju tidak hanya dilihat dari perspektif sebagai ibu kota negara melainkan dari SDM yang mendiami kota Jakarta yang haus akan buku bacaan. Jadi jika sekarang anda ingin pintar dengan cara yang pintar, ambil smartphone dan download I-Jakarta sekarang juga!!!
Mari Tumbuhkan Kembali Budaya Membaca 

Artikel Ini Ditulis Untuk Mengikuti Lomba Konten Blog Dalam Rangka Hanjaba (Hari Anak Jakarta Membaca) 2016 yang diselenggarakan Oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat

8 thoughts on “Cara pintar Buat Pintar Menggunakan I-Jakarta

  1. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh TKI yang bekerja di negeri orang
    saya IBU LINLON seorang TKI DI MALAYSIA pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah gaji suami itupun buat makan sedangkan hutang banyak
    kebetulan suami saya buka-buka internet mendapatkan nomor EYANG KANJNENG MERPATI katanya bisa bantu orang melunasi hutang melalui jalan TOGEL dengan keadaan susah jadi saya coba hubungi EYANG KANJNENG MERPATI dan minta angka bocoran MALAYSIA
    angka yang di berikan 4D TOTO ternyata betul-betul tembus 100% bagi saudarah-saudara di indo maupun di luar negeri apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas
    jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah anda hubungi EYANG KANJNENG MERPATI di nomor (_082_395_111_297_) atau anda mau lihat WEB Selengkapnya KLIK DISINI
    TERIMA KASIH atas bantuannya EYANG KANJENG MERPATI ini asli bukan rekayasa atau silahkan buktikan sendiri..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *