Reportase

Cahaya Penyemangat dari Indonesian Social BlogPreneur

Konsistensi ngeblog menjadi sebuah tantangan terbesar pasca saya menyelesaikan kuliah di Jakarta. Wajar saja, karena Jakarta sebagai Ibu kota negara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi hemat saya juga sebagai surganya para blogger. Banyak teman blogger yang senantiasa memberi semangat untuk terus berkarya dan gathering blogger bertebaran di sana-sini bak tahu bulat di goreng dadakan. Dulu dalam periode 1 minggu saya bisa posting artikel di blog sebanyak 3 bahkan 4 kali. Kini saat pulang ke Kalimantan semangat itu secara perlahan mulai kendur. Rutinitas pekerjaan yang lumayan menyita, teman sesama blogger yang belum ada dan minimnya komunitas sebagai akar penyebab turunnya semangat ngeblog.

Mampukah saya tetap konsisten dengan segala keterbatasan itu? Faktanya saya terus berusaha menjaga semangat ngeblog. Meskipun berpeluh keringat, saya tetap berusaha posting artikel di setiap minggu, kalau sibuk banget ya setiap bulan. Saya juga masih sering ikut blog competition dan nyantol sebagai juara meskipun intensitasnya tidak sebanyak dulu. Saya sangat menyadari akan pentingnya berkomunitas, tidak hanya via dunia maya melainkan juga dunia nyata melalui sharing komunitas maupun kopdar bareng. Saya perlu cahaya penyemangat yang mampu menerangi suasana semangat yang mulai redup.

Bak gayung bersambut, Cahaya penyemangat itu akhirnya muncul. Sebuah notifikasi dari lini masa facebook menunjukkan ada sebuah acara gathering di Balikpapan. Nampaknya komunitas Indonesian social blogpreneur yang menginisiasi gathering blogger itu. Teh Ani Berta dan Riri Restiani yang bertindak sebagai narasumber dan akan melibatkan teman-teman blogger Balikpapan sebagai pesertanya. Kendati jarak antara Gedung Indosat Ooredoo Balikpapan tempat berlangsungnya acara dan tempat saya tinggal lumayan jauh, saya tetap memaksakan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta. Buat saya ini adalah kesempatan besar untuk mengobati kerinduan, cengengesan bareng lagi, sharing dan mengupgrade ilmu blogging.

2 pembicara dari Indonesian Social BloggerPreneur

Ibu Dina Meganingtyas dari Indosat Ooredoo Balikpapan menebar senyum renyah menyambut para blogger yang datang. Ibu Dina menyambut dengan baik terselenggaranya acara ini. Ke depan blogger Balikpapan bisa terus menjalin silaturahim dengan indosat guna kerja sama saling menguntungkan terutama dalam blogging sebagai influencer di era milenial.

Saya pun sependapat dengan ibu Dina terkait dengan besarnya pengaruh blogger dalam penyebaran informasi. Jangkauan blogger luas dan informasi yang disampaikan pun tidak hanya pure 5w+1H tetapi juga dibumbui dengan user experience. Lebih enak dibaca, mengalir dan menyuguhkan informasi yang lebih kaya ilmu. Oleh karena itu, blogger juga menjadi sebuah hobi yang juga menjanjikan profit yang lumayan. Bahkan di masa sekarang banyak orang yang sudah beralih menjadi full time blogger dan menjadikannya sebagai profesi. Berangkat dari kesadaran bahwa blogger yang kini menjelma menjadi sebuah profesi, menjanjikan keuntungan materi, dan include di dalamnya adalah teman dan relasi. Dikemas lah workshop hari Sabtu tanggal 19 Mei 2018 kemarin dalam sebuah sajian bertajuk Create Opportunities From Blogging.

Dina Meganingtyas dari Indosat Ooredoo Bailikpapan

Kesempatan berkarir dan serius untuk menekuni dunia blogging coba dikupas tuntas di workshop ini. Tentu ini menjadi peluang besar bagi saya untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sehingga mampu menjadikan blogging sebagai sarana untuk mendapatkan pasive income layaknya Riri Restiani. Ya,. Riri Restiani yang juga sebagai pembicara di pertemuan kala itu telah menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit dari aktivitas bloggingnya.  Seorang perempuan muda yang masih imut-imut kayak marmut ini sudah melahirkan banyak karya dan materi dari blognya. Kuliahnya bisa dibiayai, motor bisa dibeli, kamera udah di kantongi dan banyak lah pokoknya yang sudah dicapai. Saya jadi ngiri tetapi tentu menjadi motivasi tersendiri. Selain menghasilkan materi dari blog, Riri juga punya kebiasaan bikin kerajinan wisuda, aksesoris dan souvenir. Blogger yang cenderung memiliki niche travel dan beauty ini mempraktikkan metode sharing dropshipping sebagai strategi memperluas pangsa pasarnya. Media sosial juga menjadi andalan untuk menjual produk-produknya.

Riri Restiani sebagai admin ISB sekaligus Pembicara di acara workshop

Lantas bagaimana jika kita seorang yang masih newbie dan berniat untuk menciptakan kesempatan dari blogging? Tenang, semua bisa kok jadi blogger, baik pekerja kantoran, karyawan swasta bahkan pelajar pun bisa melakukannya. Kemampuan hardskill semacam menulis dan mempostingnya dalam sebuah blog menjadi modal awal seseorang untuk memulai karir sebagai blogger profesional. Kemampuan ini bisa dipelajari learning by doing. Masih percaya kan dengan sebuah ungkapan “bisa karena terbiasa”. So, kemampuan itu diperoleh dari pembiasaan dan repetisi terus menerus. Jadi mari dimulai dari sekarang!!!

Teh Ani Berta selaku founder dari Indonesian Social Blogpreneur mengungkapkan fondasi awal yang harus kita bangun adalah memilih konten sesuai dengan passion dan kemampuan. Misal nih saya yang SMK nya jurusan otomotif terus kuliah teknik industri maka lebih passion sebagai blogger otomotif. Jurusan sekolah atau kuliah yang sudah kita ambil menjadi nilai tambah dan ciri khas dari blog kita. Tetapi tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa mengeksplor kemampuan ke bidang lain, misal saja tekno, travel ataupun kuliner. Asal mampu mengusai dan tidak menyebarkan informasi yang salah.

Ani Berta selaku founder ISB sekaligus Pembicara pada acara workshop

Setelah membuat karya jangan malu untuk menyebarkannya ke media sosial. Bagi saya blog layaknya sebuah tanaman dan media sosial adalah pupuk penumbuhnya. Dengan pupuk ini tanaman bisa tumbuh dengan cepat dan subur. Lah kalau tanpa pupuk apakah tanaman bisa cepat besar? Bisa kok, tapi agak lamban aja pertumbuhannya. That’s Why penting bagi seseorang blogger untuk menyebarkan artikel yang telah diposting melalui media sosial.

Media sosial yang kita punya juga harus di manage, utamanya adalah nama akun media sosial. Jangan pernah memasang nama yang sulit bin alay. Dulu saya pernah memasang nama facebook “Anjar Cakep”. Tapi syukur nya ke-alay-ian itu telah saya sadari kemudian saya ubah menjadi anjar setya. Tetapi menurut teh Ani Berta tidak cukup sampai disitu. Jenis media sosial sebagai alat optimasi blog kan banyak banget tuh. Mulai dari Instagram, facebook, twitter dan Google plus. Nah nama akun yang disematkan harus memiliki kesamaan sehingga menjadi salah satu alat personal branding.  Jika blog saya namanya anjarsetyoko.com maka nama itu hendaknya diintegrasikan juga dengan nama media sosial lain. Menyematkan juga nama akun anjar setyoko di Instagram, facebook, twitter maupun google plus. Hal ini juga memudahkan agency yang berniat untuk kerja sama dengan blogger yang bersangkutan.

Cara memberi nama media sosial

Selanjutnya jalin silaturahim harmonis dengan para netizen media sosial. Kalau follower komen atau blogwalking maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengunjunginya balik. Blogwalking selain akan mendatangkan pengunjung ke blog kita, juga berfungsi sebagai peningkat SEO dan Domain authorithy. Pada intinya jangan sok ngartis di media sosial. Yang artis beneran aja nggak sok ngartis kok, masak iya yang artis jadi-jadian malah berlagak sok ngartis. Hihihi. Terakhir menurut teh Ani Berta yang harus benar-benar di camkan adalah jangan pernah membeli follower. Beli follower menjadikan agency dan partner tidak percaya karena ada tools khusus untuk memeriksa follower organik maupun anonim.

Semacam makhluk yang memiliki 2 dunia. Selain aktif di dunia maya melalui tulisan di blog dan bermedia sosial. Blogger juga dituntut untuk aktif di dunia nyata. Menjalin relasi dan hubungan yang baik dengan para agency. Sesuatu yang kita anggap sepele seperti mengucapkan ulang tahun atau hari besar keagamaan kepada rekan kerja ternyata akan membawa dampak cukup besar terhadap keharmonisan hubungan antara kedua belah pihak. Kalau udah dekat tentu akan mempunyai chemistry dan harapan akhirnya sih bisa negosiasi pekerjaan.

Keseluruhan proses ini harus dijalani dengan sabar. Jika sudah punya prestasi dari ngeblog jangan lupa share di sosial media baik itu menang blog competition, mendapatkan tawaran paid review dengan nominal yang tinggi atau mungkin fasilitas undangan jalan-jalan dari pemerintah. Hal ini mendedikasikan bahwa dirimu memiliki kemampuan dan citra baik di kalangan blogger. Tentu dengan bahasa dan pilihan diksi yang memotivasi teman-teman blogger lain agar lebih bersemangat untuk menciptakan karya. Sekali lagi ini bukan untuk pamer, karena semua perbuatan kan tergantung niat kita di awal.

Mengobati Kerinduan Dengan Teman-teman blogger

Tidak hanya mengejar keuntungan semata, blogger juga dituntut untuk menciptakan sebuah konten yang renyah dibaca dan syarat akan ilmu yang mencerdaskan. Menulis untuk panti asuhan, menjadi penyebar social campaign, dan aksi sosial lain yang berfungsi untuk kemaslahatan masyarakat. Percaya deh, aksi sosial melalui karya blog mu akan dibalas oleh Allah dengan bayaran yang besar dari arah yang tidak di duga-duga. Jadi tidak akan ada ruginya jadi volunteer atau penggerak sosial kemasyarakatan melalui tulisan kita di blog.

Sesi Q & A dengan peserta workshop

Nah untuk menjadi blogger profesional, tentu tidak hanya menunggu pancingan kerjaan datang dong? Kita juga harus berani action sendiri menciptakan hubungan yang baik dan relasi dengan berbagi pihak. Kemampuan ngeblog dan relasi yang cukup adalah dua mata uang yang saling berkesinambungan. Keduanya adalah satu kesatuan utuh dan terintegrasi. Jujur untuk yang satu ini saya masih belum terlalu mengusai untuk action sendiri. Saya yang mempunyai kepribadian radak flat menjadi penghalang untuk berkomunikasi dengan orang-orang baru. Tapi saya selalu berusaha untuk out of the box, tidak ingin berpangku tangan. Ingin rasanya saya mempromosikan blogger di kabupaten saya ini. Mengajukan proposal ke perusahaan tambang biar bisa kunjungan atau menjadi arena belajar untuk anak-anak. Sebagai upaya untuk mengentaskan remaja dari kenakalan dan penyimpangan sosial. Mendirikan komunitas blog kemudian merangkul teman-teman remaja di Kabupaten Paser. Someday my big dream insya Allah.

Pertemuan yang telah saya jalani melalui workshop Indonesian Social Blogpreneur menjadi penerang dan mampu menjaga asa untuk terus menekuni dunia blogger. Terlebih saya telah bergabung dengan komunitas blogger Balikpapan community. Dengan ilmu baru, tempat baru dan teman yang juga baru. Ya.., saya mengibaratkan pertemuan kemarin sebagai sebuah titik terang pelecut semangat. Untuk terus menghadirkan api semangat di dalam diri. Menciptakan karya melalui blog dan media sosial. Saya anggap kehidupan yang saya jalani dulu di Jakarta sebagai kawah candradimuka tempat menimba ilmu ngeblog dan Kalimantan adalah medan perang sesungguhnya. Bagaimana saya bisa untuk terus membuat karya melalui tulisan-tulisan saya.

19 thoughts on “Cahaya Penyemangat dari Indonesian Social BlogPreneur

  1. Let me guess…kayaknya bakal juara 1 nih om..tulisan udah enak banget pertanda jam terbang tinggi hehee…. mudahan terus berkarya …

  2. wahh dulu produktif sekali ya mas bisa sampe 4 artikel perminggu, saya malah 2 kali perbulan, hehehe…

    acaranya seru apalagi pemaparan menjadi fulltime blogger untuk menjadikannya sebagai ladang penghasilan. saya jiga berharap suatu sata bisa begitu.

    saya rutin bw an, tiap hari malah, paling sedikit 3 blog,

  3. Bagus bngt tulisannya mas anjar keliatan udah sering juara..ngblog trus ya..keep fighting..

  4. wah,, komunitasnya keren, saya dlu jg agak pemalu,, tapi pas ketemu sm komunitas warung blogger yg isinya banyak anak muda,, jd suka ngmng

  5. seru sekali workshopnya, perlu banget juga lho membranding blog dan pemilik blognya…thank you for sharing this, sukses selalu ya…

  6. Terima kasih Anjar sudah hadir jauh2.
    Semoga Anjar bisa mengajarkan menulis ke Blogger2 di Kalimantan ya 🙂
    Anjar udah layak buat ngajar.

  7. Memang beruntung sekali teman teman blogger yang ada di seputaran Jakarta. Bisa pilih pilih kegiatan yang mau diikuti. Beda dengan yang di daerah, belum tentu sebulan sekali ada kegiatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *