Travel

Berharap Mimpi Ke Bali Jadi Kenyataan

Masih teringat tahun 2011 silam ketika sekolah saya mengadakan study tour ke Bali dan saya masih duduk di bangku SMA. Dua bulan sebelum acara, segala bentuk persiapan seperti selebaran dan woro-woro telah di dengungkan. Setiap istirahat saya dan teman-teman hanya berdiskusi tentang persiapan ke Bali. Uang administrasi sudah saya bayarkan, persiapan sudah saya matangkan. Bahkan mungkin setengah hati saya sudah berada di Bali dengan bayangan segala wisata yang sangat menakjubkan.

Naas bin berantakan ketika hari H-2 keberangkatan ke Bali badan saya demam. Dokter mengisyaratkan untuk istirahat selama minimal 4 hari. Tidak memperbolehkan untuk beraktivitas terlalu berat apalagi sampai pergi jalan-jalan ke luar kota.

“Ah ya udah mungkin saya belum jodoh dengan Bali!”, kata saya dalam hati.

Sambil beristirahat di rumah.  Saya hanya bisa melihat status beserta foto unggahan teman dari ini masa media sosial. Boro-boro sembuh, saya hanya bisa memegang dada sambil berkata “sakitnya tuh disini”!

Penderitaan batin belum tuntas sampai disitu. Usai teman-teman pulang dari Bali dan aktivitas sekolah belajar kembali normal. Obrolan teman-teman berkutat seputar pengalaman jalan-jalan di Bali. Mulai dari mengunjungi pantai lah, foto-foto yang mereka kumpulkan bahkan ada yang sudah kenalan dengan penduduk Bali. Situasi ini membuat saya hanya bisa plonga-plongo nggak bisa ikut nimbrung ke pembicaraan mereka, Semua itu bikin gregetan setengah mati.

Sampai sekarang 7 tahun berselang peristiwa itu tetap saya kenang. Saya anggap kegagalan saya waktu SMA adalah sebuah liburan yang tertunda. Suatu saat toh saya juga bisa mewujudkannya. Terlebih umur saya sekarang tergolong bocah dan masih bisa bermain untuk timnas U-22. Relatif muda dan bisa bebas kemana aja tanpa ada yang melarang.

Mimpi untuk pergi ke Bali tetap saya pajang di otak dan akan saya wujudkan suatu hari nanti. Entah kapan yang jelas hanya menunggu waktu dan kesempatan untuk pergi kesana. Saya berinisiatif untuk menabung. Setiap hari saya sisihkan uang setidaknya untuk membeli tiket pesawat Balikpapan-Densapar. Sesekali saya juga melihat siaran melalui pesawat televisi. Selain untuk menjaga asa. Saya juga bisa melihat referensi wisata yang ada di Bali.  

Witing trisna jalaran soko kulino. Kata Itulah barangkali yang membuat saya menggebu-gebu ingin mewujudkan impian ke Bali. Sudah terbiasa mata ini melihat keindahan bali via pesawat televisi.  Tulisan blogger traveler juga sering mengulas tentang objek wisata ke Bali. Selain itu yang membuat saya makin mupeng adalah konten di website balifunky yang menyajikan paket ngetrip ke beberapa wilayah di Bali. Lengkap dengan tourguide yang handal, referensi tempat yang direkomendasikan, galeri foto, itenarary dan tentu harga yang bersaing sesuai dengan profesionalitas yang disediakan. 

20759328_1814971232149531_74035078585384960_n
Keindahan Nusa Penida (Sumber : Bali Funky)

Rasanya saya tak perlu ndakik-ndakik lagi menceritakan keindahakan Bali. Mulai dari anak kecil, ABG SMP, akang teteh mahasiswa, bapak-bapak kantoran atau ibu-ibu arisan pasti semua pada sepakat kalau Bali ini adalah one of many paradise island in the world. Tidak heran pembesar negara sekaliber raja arab dan mantan presiden Amerika Barrack Obama memilih pulau bali sebagai tujuan liburannya. Belum lagi artis Katy Perry, Paris Hilton dan Justin Bibier yang  juga kepincut pesona bali. Hal ini membuktikan Bali tidak hanya jadi wisata idaman untuk wisatawan Indonesia melainkan juga bisa terkenal sampai ke mancanegara.

Kultur budaya bali yang masih terjaga (sumber : Liburan teman SMA)

Hasrat saya untuk pergi ke Bali semakin tinggi melihat kultur budaya masyarakat yang masih terjaga. Saya membayangkan penduduk yang masih menggunakan busana tradisional bali yang indah. Dipadu dengan bule-bule kulit putih, mata kebiruan dan paras yang rupawan berjalan-jalan di tepian jalan. Suasana seperti ini lah yang menjadi magnet tersendiri bagi saya. Belum lagi menjelang hari raya nyepi juga sering ada festival budaya daerah seperti pawai ogoh-ogoh, barong bali dan tari kecak. It’s So exotic!

 

 

Dengan muka penuh harap, tempat wisata yang ingin saya kunjungi pertama kali adalah danau bedugul. Sebuah tempat yang selain indah pesonanya juga merupakan tempat peribadatan umat hindu. Di danau itu ada sebuah pura ulun danu dengan arsitektur yang masih sangat kental akan unsur kedaerahannya. Tempat yang disematkan dalam pecahan uang 50.000 itu membuat hati ini terus terngiang untuk mengambil landscape foto panorama di depan danau bedugul.

Danau Bedugul Bali (Sumber : Liburan Teman SMA)

Pantai sanur menjadi tempat selanjutnya yang saya impikan. Bayangan saya melayang untuk menikmati air semilir ombak lautan yang syahdu. Bersantai sambil menenggak air kelapa menikmati hamparan pasir tepian pantai. Menjadikan tempat ini untuk refreshing otak dikala penat perkejaan yang semakin padat. Sejauh mata memandang gradasi warna putih pasir kemudian beranjak melihat beningnya air dan disambut dengan birunya air laut. Melihat para peselancar berlenggek lenggok di atas ombak membius mata untuk tetap berlama-lama di tepian pantai. Sampai sore menjelang dan sunset yang ditunggu pun akhirnya datang. Abadikan momen dengan hunting foto sunset di pantai Sanur menjadi hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan.

Bali tentu tidak hanya jajaran pantai yang menakjubkan saja. Saya juga mupeng banget eksplorasi sungai menaiki perahu karet menerjang hempasan arus deras dari hulu hingga hilir. Bisa melepaskan teriakan kencang karena adrenalin terpacu dengan trek sungai di Bali yang menantang untuk arum jeram. 

Jika diberi kesempatan waktu, ingin juga rasanya saya bercengkrama dengan penduduk asli pulau seribu pura itu. Mencari teman asli Bali agar bisa di jadikan teman sharing informasi. Suatu saat jika saya sudah kembali pulang saya bisa tetap berhubungan teman di Bali itu. Siapa tau kan nanti saya bisa kembali ke Bali? Bisa ketemu dia lagi deh,

Water Rafting (Sumber : Galeri Bali Funky)

Memorable moment selanjutnya yang ingin saya ukir di pulau bali adalah berkunjung ke nusa penida. Pulau kecil di bagian timur bali yang menyimpan keindahan alam yang menakjubkan. Melihat alam bawah laut nusa penida dengan snorkeling menjadi pilihan untuk mengamati biota laut yang masih sangat terjaga. Melihat kehidupan bawah laut nan asri layaknya sebuah film serial finding nemo yang sangat saya gemari.

Pantai Kelingking Nusa Penida (Sumber : Galeri Bali Funky)
crystal-bay-snorkeling-nusa-penida
Snorkling Crystal Bay Nusa Penida (Sumber : Galeri Bali Funky)

Oh ya jika semua impian itu benar-benar tercapai. Satu hal yang mungkin saya lakukan sehingga perjalanan saya nanti bisa saya kenang. Selain foto dokumentasi saya berencana untuk membuat semacam cinematic vlog di Bali. Mengambil sequence video di beberapa tempat kemudian disatukan kemudian di edit dan upload ke Instagram maupun youtube. Biar sekalian balas dendam dengan teman saya waktu SMA yang hanya bisa foto narsis tanpa memperlihatkan keindahan dan estetika bali. hehehehe

Sambil menunggu dan berharap impian saya akan terwujud. Saya tidur dulu dan berharap bisa ke bali dalam dunia mimpi sebelum mewujudkannya dalam dunia nyata.

19 thoughts on “Berharap Mimpi Ke Bali Jadi Kenyataan

  1. Selain Raja Mesir, Barack Obama, artis-artis korea juga menjadikan Bali sebagai destinasi favorit loh
    Dan aku juga punya mimpi kesana hahaha
    Em, hope you luck terpilih jadi Salah satu winner of Bali Fungky Blogger Hunt yah ^_^

  2. Hope you luck and be the winner.. Supya bs balas dendam ke teman2 nya hehehe
    Pesona Bali seh emang dr dlu sdh sgt terkenal.. Dan skrg artis artis korea jg jadikan Bali sbg tmpt favorit unt liburan.. Knp sy bw artis korea?? Krn sy penggemar drama korea hehehe

  3. Wah asyik tuh kalau terpilih. Jalan-jalan gratis ke Bali hehe.
    Btw, kebetulan saya juga ada rencana ke Bali nih akhir tahun nanti. Itu akan menjadi pengalaman pertama saya kesana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *