Travel

ASDP Ferry Menyatukan Kami

Gelar negara kepulauan terbesar di dunia disematkan untuk Indonesia lantaran luas wilayah yang terdiri atas pulau-pulau kecil dan besar. Total ada 17.504 pulau yang tersebar di wilayah Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar sudah barang tentu Indonesia juga memiliki wilayah perairan yang juga luas. Alhasil, negara maritim juga tersemat untuk Indonesia dengan jumlah perairan 2/3 bagian dari seluruh wilayah Indonesia. Perairan besar ini menjadikan negeri pertiwi kaya akan sumber laut, biota air dan wisata bahari elok nan mempesona. Kendati demikian, wilayah luas yang terpisahkan oleh samudera tidak selamanya menguntungkan, struktur wilayah ini juga menjadi tantangan besar apabila tidak ada alat perekat sebagai penyatu antara satu pulau dengan pulau lain.

Pulau Di Indonesia
Km Persegi Luas Perairan

Transportasi antar wilayah menjadi lem perekat antara satu wilayah dengan wilayah lain. Menghubungkan pulau yang terpisah-pisah, melepaskan sekat pembatas antar wilayah dan menyatukan yang terpecah-pecah kecil menjadi satu kesatuan utuh dengan tajuk negara kesatuan republik Indonesia. Usaha menyatukan negara kepulauan Indonesia dalam bingkai NKRI tidak hanya dijalankan untuk menyatukan pulau yang terpisahkan oleh samudera nan luas. Sebab Indonesia juga kaya akan sungai, danau, selat maupun teluk yang juga turut memisahkan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Di sinilah peran ASDP Ferry sebagai angkutan yang menghubungkan dan menyatukan daerah yang terpisahkan sesuai dengan kepanjangan ASDP yakni angkutan sungai, danau dan penyebrangan.

Salah satu bentangan alam yang memisahkan wilayah satu dengan wilayah lain di daerah temapt saya tinggal adalah Teluk Balikpapan Kalimantan Timur. Laut Balikpapan menjorok ke daratan sehingga untuk menghubungkan Kabupaten Balikpapan dan Penajam diperlukan jasa transportasi ASDP Ferry. Dari perspektif wilayah teluk Balikpapan hanya memisahkan antara Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Tetapi secara hubungan transportasi, teluk Balikpapan sejatinya memisahkan jalur transportasi dari wilayah bagian utara Kalimantan Timur yakni kabupaten Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang dan Kutai Barat dengan wilayah lain di Kalimantan Timur bagian utara dan selatan.

Untuk menyebrang dari Balikpapan menuju penajam sebenarnya ada 3 macam moda transportasi. Pertama, dengan speed boat kapal kecil yang memilki kecepatan ekstra tetapi jumlah muatan terbatas. Kedua, dengan sebuah perahu kayu, masyarakat setempat biasa menyebut kelotok sesuai suara mesin diesel yang bersuara dari dalam perahu klotok…klotok…klotok.

Kedua alat penyebrangan ini memiliki keterbatasan daya angkut dan beroperasi hanya dari pagi sampai sore. Solusi terakhir tentu dengan ASDP Ferry yang dapat memuat bus, mobil, motor dan penumpang yang akan melayani masyarakat Kalimantan Timur 24 jam non stop.

Emang nggak bisa ya kalau ditempuh via jalur darat dari Balikpapan menuju Penajam? Bisa kok, tapi kamu harus siap-siap berpeluh keringat, menghabiskan waktu tenaga bahkan keresek hitam untuk mabuk perjalanan. Wajar, karena jalur darat yang ditempuh dari penajam menuju Balikpapan sangat terjal, jalanan kasar dan penuh dengan rintangan. Belum lagi kalau hujan, jalur darat bisa layaknya sawah penuh kubangan lumpur. Keberadaan ASDP Ferry menjadi solusi bagi masyarakat Kaltim untuk menghubungkan alur transportasi di Kalimantan Timur.

Saya sudah lama menggunakan jasa angkutan ASDP Ferry Kariangau-Penajam. Terutama saat menggunakan motor atau mobil menuju Samarinda. Lebih praktis semua penumpang plus kendaraan yang dibawa bisa sekalian diangkut. Saat kapal sandar di dermaga tujuan nggak akan klabakan cari angkot lagi. Masih hangat di ingatan tahun 2010 saat kali pertama saya mencoba moda transportasi ASDP Indonesia Ferry Kariangau-Penajam. Waktu itu keberadaan armada Ferry cukup minim. Saya harus antri setidaknya 1 jam untuk menunggu penyebrangan. Kondisi ini tidak berlangsung lama. Setahun berselang pada tahun 2011 dibangun 2 dermaga baru. Armada kapal nampaknya juga bertambah. Total ada 16 unit kapal Ferry Penajam-Kariangau. Ke semua unit ini bergantian melayani masyarakat sehingga ada 10 unit yang siap beroperasi setiap harinya dan sisanya menjalani inspeksi dan service di galangan kapal. Antrean yang biasanya numpuk di dermaga sudah tak terlihat lagi. Terlebih di arus mudik tahun ini ada standar operasi untuk bongkar muat tidak boleh lebih dari 36 menit. “Wah cepat sekali inovasi yang dilakukan oleh ASDP Ferry”, pikir saya dalam hati.

Di penghujung bulan ramadhan ini. Saya berkesempatan kembali untuk mencoba ASDP Ferry. Dugaan awal saya akan terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang. Terlebih musim mudik lebaran seperti saat ini. Para perantau dan mobil-mobil ramai membanjiri penyebrangan di teluk Balikpapan. Loket tiket penyebrangan ada di gerbang masuk pelabuhan penajam. Saya berhentikan motor saya tepat di depan loket dan langsung memberikan uang pecahan Rp 50.000. Ternyata uangnya dikembalikan Rp 19.500. Terlihat di sebuah pamflet kecil bahwa tarifnya cuma 30.500 ribu untuk motor. Cukup ekonomis untuk ukuran penumpang yang sekaligus membawa kendaraan seperti saya.

Tarif asdp Indonesia Ferry Penajam-Kariangau

Sebelum memasuki kapal, petugas meminta tiket yang sudah saya beli kemudian dipersilahkan masuk ke dalam lambung kapal paling bawah. Tempat paling bawah sebagai tempat kendaraan. Bus, mobil truck, motor dan mobil pribadi tertata rapi di sini. Terlihat ABK (anak buah kapal) sigap mengarahkan penumpang menata kendaraan. Sesekali mereka juga turut membantu mengangkat standar tengah motor para penumpang terutama untuk penumpang perempuan.

Ferry berlabuh selama kurang lebih 1.5 jam dari Penajam menuju pelabuhan Kariangau Balikpapan.  Ngebosenin nggak sih selama itu di atas laut? Nggak kok, saya malah ketagihan melewati teluk Balikpapan. Buat kamu yang baru pertama atau masih newbie naik ASDP Ferry saya sarankan untuk mengisi perjalanan dengan aktivitas yang menyenangkan.  Setidaknya ada 3 hal yang biasa saya lakukan untuk mengisi perjalanan penyebrangan agar nyaman, aman dan tentu mengasyikkan.

1. Nonton Film

Di dalam kapal biasanya terhadap televisi yang ada pada deck kapal kedua tempat penumpang beristirahat. Kadang channel disetel tv nasional atau film dari DVD player. Lumayan bisa sambil duduk di kursi empuk Ferry sembari bercanda gurau dengan penumpang lain. Sambil nonton kurang lengkap rasanya kalau nggak ngemil. Setiap Ferry Penajam-Kariangau mempunyai kantin tersendiri. Biasanya kantin berada di bagian paling tengah tempat penumpang. Bisa makan mie instan, softdrink atau di beberapa Ferry menyediakan soto ataupun bakso. Lumayan untuk asupan tenaga tambahan yang membuat badan segar dan siap melanjutkan perjalanan saat kapal sandar.

ASDP Ferry sepertinya juga menjawab tantangan anak mileniel zaman now. Kemanapun perginya yang dicari pasti tempat charger. Kita tinggal colok laptop, hp atau alat elektronik lain di  charger box gratis yang sudah tersedia di kapal

Nonton TV di Dalam Kapal Ferry

2. Mengabadikan Momen di Dalam dan Luar Kapal

Saya berani jamin kalau perjalanan kamu akan dimanjakan dengan pemandangan elok lautan Balikpapan-Penajam. Mula-mula anda akan disajikan hilir mudik para penyebrang dengan speed boat maupun klothok di pelabuhan penajam. Terlihat seseorang yang sedang mengangkat koper besar, speed boat saling salip-menyalip dengan garangnya serta terdengar pula suara khas mesin klothok.

Tak berselang lama kapal Ferry berlabuh, kamu akan disuguhkan pemandangan kota minyak Balikpapan. Cerobong yang memuntahkan api di kilang minyak daratan Balikpapan, kapal tongkang yang hilir mudik sambil membawa batu bara dan tak ketinggalan pula, nelayan setempat yang sedang melaut mencari sumber tangkapan ikan. Dari kejauhan terlihat pula kapal-kapal besar lalu lalang di pelabuhan semayang Balikpapan

Mendekati Kariangau pemandangan berubah menjadi pusat industri alat berat. Beberapa hide dumtruck dengan tinggi ban menyamai tinggi badan saya terparkir rapi di daratan Kariangau Balikpapan. Terakhir akan ada deretan pohon bakau nan hijau. Hutan mangrove ini berfungsi untuk menahan abrasi di daratan Kariangau. Jika sedang beruntung anda akan menemui hewan primata yang melompat-lompat dari bakau satu ke bakau lain.

Momen-momen indah ini jangan sampai terlewatkan dan harus anda dokumentasikan. Jangan lupa buat story di WA dan IG layaknya gaya hidup anak zaman now. Nggak perlu pakai kamera DSLR, kamera smartphone pun sudah sangat memumpuni untuk sekedar foto narsis di media sosial

3. Tidur

Saya merekomendasikan buat kamu yang menjalani perjalanan jauh untuk tidur  beristirahat. Apalagi pengguna jasa yang dari Bontang dan Samarinda yang hendak melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Selatan atau sebaliknya. Tentu tenaga harus di kontrol sehingga tubuh bisa kembali segar dan menghindari ngantuk di perjalanan. ASDP Ferry menyediakan tempat istirahat yang cukup untuk penumpangnya. Waktu 1,5 jam bisa kita gunakan untuk berlayar ke pulau kapuk sambil bermimpi, asal jangan sambil ngiler ya!!!.

Tidur dan Beristirahat di Dalam Kapal Ferry

4. Menikmati Panoramic View

Tempat yang berada di bagian deck paling atas kapal ini saya sebut Panoramic view. Tempat ini sekaligus menjadi favorit saya setiap kali menggunakan jasa ASDP Indonesia Ferry. Dari tempat ini saya bisa menikmati cakrawala langit biru dengan selingan awan kumulus putih. Menyegarkan mata yang telah berjibaku dengan hiruk-pikuk aktivitas. Eksotika alam Kalimantan Timur terpancar jelas saat saya berdiri di sini sambil membayangkan jack dan rose di serial film titanic. Air semilir layaknya AC alami menyapa tubuh membuat suasana pelayaran dengan ASDP Ferry begitu mengasyikkan.

Deck Paling Atas di Kapal Ferry

5. Jaga Keamanan Untuk Pelayaran yang Mengasyikkan

Meskipun mengasyikkan dan diperbolehkan untuk menikmati fasilitas yang ada di kapal Ferry, kita juga tidak boleh ceroboh apalagi cenderung merusak. Perhatikan peringatan yang ada di kapal, baju pelampung dan pahami alur penanganan saat kondisi darurat. Buat kamu yang membawa serta buah hati, dijaga ya anaknya!!! Kadang ada beberapa anak yang over active melakukan tindakan di luar kewajaran. Selalu dampingi anak saat bermain dan berkeliling anjungan kapal. Jaga juga barang berharga yang kamu bawa. Jarang sih ada tindakan pencurian atau pencopetan di kapa Ferry. Tapi kalau bisa antisipasi apa salahnya? Waspadalah…waspadalah…!

Saya juga kurang respect dengan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke laut. Mereka enteng banget dan kayak nggak punya dosa melakukan hal itu. Akibatnya laut Balikpapan tercemar dan kurang eksotis. Terlebih saat mendekati daratan. Sampah begitu kentara mencemari laut yang seharusnya indah mempesona.

Fasilitas dan keasyikan selama saya berlayar dengan ASDP Ferry sudah bisa kita nikmati include bersama tiket yang sudah kita beli. Perlu kamu tahu juga, setiap armada Kapal Ferry di teluk Balikpapan tidak memiliki kesamaan interior dan eksteriornya. Ada 3 jenis kapal yakni KMP Ulin Ferry, KMP Dharma Ferry dan KMP Dharma Badra. Tetapi fasilitas pokok seperti tempat ibadah, istirahat, televisi, kantin toilet sudah dipastikan ada di semua armada Ferry. Sarana dan aktivitas yang bisa kita lakukan di dalam Ferry menjadikan ASDP Ferry tidak hanya sebagai alat transportasi melainkan sudah menjelma menjadi sebuah wahana wisata.

Tidak hanya penumpang yang akan merasakan #AsyiknyaNaik Ferry dan tamasya ringan dengan ASDP Ferry. Pembangunan daerah juga mendapat buah manis dari berlabuhnya Ferry di teluk Balikpapan. Keberadaan ASDP Ferry memotong jalur distribusi yang semula harus melewati perjalanan jauh dan harus berputar dari kecamatan sepaku sampai 3 jam, kini bisa langsung ditembus dengan waktu 1 jam saja. Secara otomatis geliat pembangunan di wilayah Kalimantan Timur pun berkembang. Aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan akan berjalan lancar. Sayuran, buah dan keperluan logistik cepat tersalurkan. Jalur trans Kalimantan Timur bahkan yang menuju Kalimantan Selatan seperti martapura dan Kabupaten Batu Licin akan berjalan lancar.

Musim lebaran tahun ini, ASDP Ferry tetap beroperasi. Salut dengan semua punggawa kapal Ferry penajam. Saya pun berencana mencoba kembali angkutan Ferry untuk silaturahim dengan keluarga di Samarinda. Menikmati indahnya idhul fitri berbagi kasih dan saling memaafkan sembari menikmati perjalanan dengan kapal Ferry.

The las but not least, ASDP Ferry tidak hanya sebagai alat transportasi, katalis pembangunan ekonomi dan juga wahana wisata bahari. Secara lebih luas ASDP Ferry juga menyatukan hati kami, keluarga kami dan hubungan masyarakat Kalimantan Timur. Buat kamu yang belum ada rencana untuk menikmati libur lebaran? Naik kapal Ferry Penajam-Kariangau bisa mejadi pilihan murah, mudah, cepat dan mengasyikkan

5 thoughts on “ASDP Ferry Menyatukan Kami

  1. Sekarang kapal ferry lebih estetika yah,, dah menyusul estetika kereta api,,

    semga terus berkelanjutan menjadi angkutan yg nyaman

  2. Wah kok saya gagal fokus ya Mas. Saya malah fokus ke desains template blognya keren. Sepertinya mas ini jago juga ya di desains. Nilai plus bgt klo blogger juga jago desains graphis ☺️. Ngomongin kapal Ferri, saya pernah dulu n bahkan sering naik feri kalau harus mudik k padang Mas. Cuma belakangan tahun ini udah nggak pernah lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *