Lifestyle

5 cerita antara pulsa dan diriku

Pulsa!!! Siapa yang tidak mengenal benda tak berwujud satu ini. Dia tidak cantik pun tidak tampan. Namun di masa sekarang benda tidak berparas itu paling dicari sebagai alat penunjang komunikasi. Komunikasi jarak jauh maupun dekat, pulsa mutlak ada dan bersemayam di ponsel kita.  Ibarat kata hidup lebih indah jika pulsa melimpah”. Dibalik ada dan tiadanya pulsa dalam ponsel. ada beberapa ceritaku dengan pulsa. Masih terngiang di kepalaku, aku mengenalnnya sekitar tahun 2000-an. Di tahun itu masih jarang sekali ponsel apalagi penjual pulsa. Kontras sekali perbedaan dengan sekarang. Benda sebagai pendukung proses komunikasi ini sudah menjelma menjadi kebutuhan primer yang  tidak bisa dihilangkan di peredaran kehidupan. Penjual Pulsa murah Jakarta pun semakin bertebaran dimana-mana.  Dalam hidupku pulsa sudah sangat berdampak besar. Jika ditelisik lebih jauh maka ada 5 cerita perjalanan hidupku dengan pulsa . berikut adalah sekelumit cerita yang bisa aku bagikan :
      1. Obat penawar rindu
Hidup merantau sebagai mahasiswa yang jauh dari orang tua. Sebuah jalan hidup yang harus aku jalani. Dalam periode waktu tertentu, wajib hukumnya memupuk silaturahim dengan orang-orang nan jauh disana. Orang tua, paman, bibi dan orang-orang terkasih lain aku hubungi ketika rasa kangen ini membelunggu dan tak kuat lagi untuk memikulnya. Lagi-lagi pulsa sebagai saraf penyalur rindu yang harus tetap dijaga keberadaannya di ponsel. Untuk berkomunikasi dengan mereka semua. Aku hanya membeli pulsa murah 5000 rupiah. Nominal pulsa yang paling kecil  menjadi obat penawar rindu bagi keluarga.
“Asslamualaikum, ibu masak apa dirumah?” Kataku sedikit introgasi.  
“Ini lagi ada sayur asem sama tempe, Anjar sudah makan?” ibuku menjawab telepon dengan santai.
“Belum Bu, ini lagi mau masak nasi di rice cooker tapi ada pemadaman bergilir!!” Kataku menjawab pertanyaan ibu.
“Beli aajjjj…….. Tut.tut..tut akhirnya sambungan putus. “Pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini.” Suara ibuku digantikan dengan suara mbak customers service. Disitu kadang hatiku merasa sedih. Itu lah kenyataan dalam hidupku. Pulsa ada aku merasa senang, pulsa tiada aku merasa bimbang.
       2. Masalah Sinyal yang sering mengganggu
Pulsa dan Sinyal bagai sahabat kepompong yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya saling melengkapi membentuk simbiosis mutualisme. Untuk kelancaran komunikasi pulsa tidak lepas dari sinyal yang mendukung. Meskipun tergolong sudah modern kadang kala jaringan seringkali menjadi hambatan untuk berkomunikasi dengan ponsel. Sinyal menjadi sebuah kebutuhan wajib setelah saldo pulsa. Suatu ketika tetangga yang biasa aku panggil nenek sedang berbicara dengan suaminya. Keduanya sedang bercakap-cakap via ponsel. Pendengaran mereka berdua sudah tak terlalu baik ditambah dengan dengan keadaan sinyal yang tidak mendukung. Membuat komunikasi antara mereka berdua kurang berjalan lancar. Dengan suara samar-samar dan putus-putus mereka bercakap-cakap ,
“Halo..? Nenek mengawali pembicaraan
“Iya halo.!” Kakek menjawab
“Papa mau beli pulsa nggak??” Pertanyaan dilontarkan oleh nenek
“Nggak ma.., ini mau beli pulsa!! Kakek menjawab meskipun suara agak samar
“Owh kiraen mau beli pulsa!! Nenek menambahkan.
 Aku yang duduk disamping nenek tertawa ringan mendengar percakapan mereka berdua. Selain kejadian lucu itu. keadaan sinyal yang kurang mendukung seringkali mengganguku untuk akses internet.  Kecepatan internet langsung melambat ketika kekuatan sinyal kurang. Terutama ketika mengerjakan tugas yang mendesak dan harus diselesaikan dalam waktu dekat. Juga ketika buffering video streaming pertandingan sepakbola.  Proses loading yang terlalu lama membuat frustasi. Solusinya hanya modem di conect and disconnect terus menerus. Selebihnya hanya berdoa supaya sinyal ada yang mampir ke modem. Keadaan demikian bisa aku siasati dengan main game di google chrome. Ketika sinyal dan koneksi internet terganggu, aku langsung main game yang secara otomatis tersedia di google chrome ketika koneksi internet putus.
Sinyal Modem yang sering mengganggu 
Game di google chrome,hiburan ketika jaringan internet terganggu
         3. Sampingan Usaha
Pulsa elektrik Jakarta sudah menjamur penjualnya Semua lapisan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiwa, ibu rumah tangga hingga pekerja kantoran banyak yang mencoba peruntungan dengan menjual pulsa elektrik. . Usaha simple, kondisional dan tidak terlalu menyita waktu. Kriteria pekerjaan sampingan yang menjadi dambaan setiap orang apalagi yang baru merintis usaha. Dari sekian banyak penjual pulsa. kebanyakan mengklaim bahwa pulsa yang dijualnya adalah pulsa murah. Hal demikian tidak menyurutkan semangatku untuk ikut bergelut berjualan pulsa. Justru banyaknya penjual pulsa menjadi sebuah tantangan tersendiri bagiku.  Sekedar belajar berwirausaha sejak dini untuk menanamkan jiwa entrepreneur dalam hatiku. Aku menjual pulsa elektrik ke teman-teman sekelas, beberapa kerabat dan tetangga sekitar rumah. Pulsa yang aku jual aku beri nama woles pulsa. Sesuai dengan kepribadianku santai tapi fokus. Untung yang aku dapatkan hanya bisa aku gunakan untuk sekedar  membantu bayar kost setiap bulannya. Yahh lumayan bisa meringankan beban orang tua.
        4. Pulsa sebagai kekasih
Bagai mendapat madu hutan murni. Rasanya manis legit dan menyehatkan. Begitulah gambaran ketika mendapatkan bonus nelpon. Momen seperti itu paling aku suka. Langsung aku telepon beberapa kontak terutama sahabat karib yang jarang aku hubungi. Aku bisa cuap-cuap sampai bibir pecah-pecah dan tenggorakan kering karena terlalu banyak kata yang keluar dari lidah. Namun sayangnya bonus nelpon jarang sekali aku dapatkan. Biasanya bonus ini diberikan usai menggunakan pulsa sebesar Rp2000 untuk nelpon. Bonus nelpon yang aku dapatkan kadang tak habis aku gunakan sendiri.  Jika bonus nelponku masih tersisa. Biasanya aku berikan kepada teman-teman satu kost untuk menghubungi  keluarganya. Setidaknya aku bisa beramal dari bonus nelpon itu hehehe..,
       5. Paket Internet VS Pulsa Regular
Di era gadget dan media sosial seperti sekarang ini. untuk komunikasi seperti telepon dan personal Message sudah  menggunakan media sosial macam line video call, bbm atau panggilan dengan media sosial lain. Fenomena seperti sekarang ini tak ayal menimbulkan sebuah kelangkaan pemilik pulsa regular. Kebanyakan hanya pemilik paket internet untuk menunjang kebutuhan komunikasi dan update media sosial. hal ini juga Seringkali berdampak di kehidupanku. Ketika ada sms mendadak atau hal penting dari teman yang belum menggunakan smartphone. Aku yang jarang mempunyai pulsa regular harus mencari pinjaman dengan teman yang mempunyai pulsa untuk sms. Tak jarang aku harus keliling untuk mencari teman yang mempunyai pulsa sms.
Di sisi lain ketika baru dapat transfer pulsa dari orang tua. Tanpa aku sadari pulsa habis secepat kilat. Kadang merasa misterius dengan hilangnya pulsa yang baru di tranfer dari orang tua. Selidik punya selidik ternyata aku tidak sadar memakai internet dengan pulsa regular tanpa ada paket internet. Biaya untuk internet dengan pulsa regular lumayan bikin sakit hati. Biasanya per 1kb dikenakan biaya 1 rupiah. Bayangan saja untuk mengaktifkan facebook sehari setidaknya membutuhkan 1000 Kb paket data. Belum lagi dengan media sosial lain seperti line, instagram, path dan twitter yang memakan banyak kuota. Pulsa berapapun akan habis tersedot dengan paket data yang terus mengalir. Saat ini aku sendiri lebih memilih paket internet sebagai media komunikasi dan mendukung aktivitasku. Alasannya adalah lebih murah, praktis dan yang paling penting adalah menjadi remaja kekinian yang ingin terus menyelami media sosoal dengan paket internet yang aku punya.


5 cerita kehidupanku dengan pulsa adalah sekelumit cerita yang mungkin anda juga pernah mengalaminya. Di jaman dengan mayoritas masyarakat yang sudah kecanduan gadget seperti sekarang. Alur kehidupan lebih banyak dilakukan dengan smatphone. Mulai dari update di facebook diteruskan ke twitter, berpindah ke path dan terus update di media sosial lain seperti  line, instagram dan bbm. Hal ini terus berlangsung mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.  Dengan kejadian ini kita harus tetap profesional dan bijak menggunakan pulsa atau paket internet yang selalu tersedia di smartphone. 

9 thoughts on “5 cerita antara pulsa dan diriku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *