LifestyleReportase

4 Hal Spesial di Dauroh Al Quran bersanad di Kabupaten Paser

Pagi itu smartphone saya berdering, ternyata ada sebuah pesan dari seseorang. Dia mengajak saya ikut serta dalam kepanitiaan sebuah Dauroh Al Quran bersanad yang diadakan dari tanggal 19-25 Februari. Waktu itu saya belum tahu pasti apa definisi dauroh Quran bersanad…? Well, Karena ada kata Al Quran dan yang mengajak adalah salah seorang aktivis yang aktif di kegiatan dakwah. Saya pun tidak pikir panjang dan langsung meng-iyakan ajakan itu.
Pembukaan dauroh Al Quran Bersanad di Masjid Agung

Any way buat kamu yang belum tahu apa itu Dauroh Al Quran bersanad, saya sedikit akan menjelaskan definisinya. Tentu dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Jika diartikan secara etimologis Dauroh adalah pelatihan, sedangkan sanad adalah sandaran yang bersambung. Jadi secara keseluruhan Dauroh Al Quran bersanad adalah sebuah pembelajaran atau latihan membaca Al Quran yang baik dan benar sesuai sandaran yang terus terhubung dari pembuat matan sampai pada bacaan Rasulullah.

Saya tidak akan menjelaskan bagaimana hukum bacaan Al Quran apalagi makhorijul huruf dan tajwid satu per satu. Tentu itu bukan kapasitas saya untuk menjelaskan apalagi di post blog yang singkat ini. Namun saya akan menyampaikan 4 hal yang harus kamu tahu terkait dengan Dauroh Al Quran kemarin.

1. Pemateri

Namanya ustadznya Rifa’i Al Haq Bin Abbas, Beliau ini perdana berkunjung dan ngisi dauroh di Kabupaten Paser. Ustadz yang tinggal di Balikpapan ini adalah mahasiswa Al Azhar Kairo Mesir jurusan Tafsir dan ilmu Al Quran. Pemegang sanad matan Jazariyah dan tuhfatul athfal. Serta banyak lagi prestasi beliau terkait dengan tahsin Al Quran dan ilmu tajwid. So,. secara kapasitas dan kapabilitas nggak usah diragukan lagi untuk menyampaikan materi Dauroh Al Quran.
Ustadz Rifai Al Haq Bin Abbas Ketika Menyampaikan Materi 
Ustadz Rifa’i Bersama Dengan Istrinya

Ustadz rifa’i masih paruh baya, saya perkirakan sih umur di rentang 23 sampai 25 tahun. Oh ya  ustadz Rifa’i ini baru saja melangsungkan pernikahannya bulan september kemarin. Jadi buat kamu para wanita nggak usah baper kalau lihat beliau lagi menjelaskan di depan. Terlebih ketika dia menjadi imam, bacaan tartil dipadu dengan sanad yang sudah di dapatkan membuat hati siapa saja yang menjadi makmum akan merinding mendengarkan bacaan beliau.

Satu kata yang saya ingat sampai sekarang adalah “Kalau saya sedang menjelaskan tolong pandangannya tetap ke depan, nulis nggak pa-pa asal tetap melihat ke depan” Kata ustad rifai ke semua peserta dauroh. Lah gimana caranya ya nulis sambil melihat ke depan? hehehe.

Kehormatan juga buat saya adalah bisa mbonceng beliau. Dari masjid agung nurul falah sampai hotel sadurengas. Mudah-mudahan bisa berjumpa di dauroh lanjutan, In syaa Allah.

2. Antusiasme Peserta :

Jangan pernah mengira bahwa peserta yang daftar hanya di kalangan akademisi. Peserta yang jumlahnya 81 orang itu tergolong sangat variatif. Mulai dari anak muda, orang yang udah muda bahkan anak-anak yang masih dalam gendongan ibunya juga ikut serta dalam Dauroh Al Quran. Hari pertama sampai satu minggu setelahnya para peserta dauroh Quran ini tetap semangat dan istiqomah. Yaaa meskipun saya sendiri kadang kurang paham materi.
Peserta Dauroh Al Quran Bersanad 
Ustadz menyampaikan sertifikat kepada peserta yang masih duduk di Kelas 4 SD
Mudah-mudahan keikhlasan peserta dalam mempelajari Al Quran menjadi nilai ibadah oleh Allah, Aminnn

3. Organisasi dan Individu

2 kali rapat dengan panitia saya menemukan wajah-wajah baru di kepanitiaan Dauroh Al Quran. Eh lebih tepatnya saya yang baru ikut, karena panitia sebagian besar sudah menjalin ukhuwah di Odoj Paser maupun rumah Quran Raudhatul Qolbu.
Panitia Beserta Ustadz di acara penutupan Dauroh
Selain panitia dari odoj paser dan rumah quran raudhatul qolbu yang mengakomodir semua kegiatan dauroh ini. Ada beberapa instistusi yang berbaik hati untuk memberi sebuah dukungan dan sumbangsih materil. Misal saja kyriad hotel yang menyediakan penginapan gratis untuk ustadz, kemudian PT PAMA persada, Rabbani, LAZ DPU, PKPU, serta koperasi al khawarizmi. Selain itu peserta dauroh secara mendadak juga banyak yang ingin memberikan sumbangsih berupa konsumsi maupun pinjaman peralatan.

Saya sendiri kagum dengan institusi dan individu sponsorship dauroh quran bersanad ini. Bukan jumlahnya melainkan keikhlasan yang mereka tunjukkan atas bantuan materil demi kelancaran kegiatan dauroh.

4. Jalan-Jalan Ala Ustadz Rifa’i ,

Kalau ini adalah pengalaman saya bersama 5 panitia lain menemani ustadz jalan-jalan di sekitaran Kabupaten Paser.  Telaga ungu, museum sadurengas dan es kelapa lengkap dan jajanannya menjadi tujuan destinasi yang murah meriah. Di sela sela perjalanan kami ngobrol ringan seputar ungunya bangunan yang ada di kabupaten Paser sambil diselingi candaan. Tidak lupa kita juga bertanya tentang Mesir dan perkembangan timur tengah tempat Ustadz menuntut ilmu.
Jalan-jalan bersama Ustadz Ke Museum Sadurengas 
Al Quran Peninggalan Kerajaan yang ada di museum sadurengas
Rencana sih setelah ramadhan akan ada dauroh lanjutan. Mudah-mudahan saya bisa ikut serta di dalamnya entah itu peserta, syukur jika masih diberi kepercayaan menjadi panitia. 

4 thoughts on “4 Hal Spesial di Dauroh Al Quran bersanad di Kabupaten Paser

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *