Mengulik Eranya Rapat Di Media Sosial

Posted on Posted in Opini

Hari ini rapat ya?? dimana?? Di tempat biasa ruang rapat lantai 4. Kata-kata itu sering dilontarkan seorang atasan kepada bawahan dalam suatu organisasi. Rapat atau koordinasi untuk membahas masalah atau perkembangan yang menyangkut sebuah instansi.
 
Dulu memang hanya bisa dilakukan dengan tatap muka dalam rungan tertentu. Namun kebiasaan  kini sedikit berubah ketika muncul sebuah grup koordinasi berupa media sosial. Grup koordinasi ini dibuat dengan rekan satu organisasi untuk bermusyawarah dengan mudah dan murah. Bisa berupa whataps grup, bbm ataupun mesenggers. Tapi untuk saat ini memang saya sendiri lebih prefer dengan whataps grup.
 
Keberadaan grup media sosial terbukti berguna bagi para organisator atau perusahan yang ingin terus bertukar informasi. semua organisasi, komunitas maupun suatu perkumpulan sebagian besar dijamin sudah memiliki grup whatsapps sebagai wadah untuk komunikasi. Entah itu dengan tujuan sekedar curcol atau guyonan semata.
Rapat di media sosial harus ditindaklanjuti dengan rapat tatap muka
Rapat di media sosial sebenarnya lebih digunakan untuk rapat bayangan sebelum ada rapat tatap muka yang sebenarnya. Yupps, memang ada beberapa hal yang tidak bisa dibicarakan via chat. Terlebih kalau chat yang dikirimkan kurang jelas atau banyak typo. Tentu akan berpotensi menimbulkan multi tafsir atau bahkan kesalahpahaman antara setiap elemen organisasi.
Sebelum ada grup media sosial rapat berlangsung lama dan berlarut-larut. Hal ini karena sebelum rapat tatap muka tidak ada pembicaraan dan koordinasi sebagai tindakan awal mula rapat. Pokok permasalahan dalam sebuah rapat juga masih dalam awang-awang. Alhasil rapat pun semakin lama dan tak kunjung titik temu. Satu jam, dua jam bahkan mungkin tak cukup seharian penuh. 
 
Dengan adanya grup di media sosial semua anggota grup bisa melakukannya dimana saja dan kapan saja. Bisa sambil makan, nonton tv tak jarang juga megang hp sambil nyetir. Eh yang terakhir jangan dijadikan contoh ya!!
 
Cost ataupun biaya juga bisa diminimalisir. Jika rapat dengan bertatap muka perlu ruangan ber ac snack pandamping atau setidaknya segelas air putih.  Beda halnya dengan rapat via media sosial. Kita hanya butuh sebuah smartphone dan koneksi internet yang bisa kita gunakan secara terus menerus untuk melakuakn rapat.
Rapat di media sosial lebih fleksibel, sambil makan minum pun bisa
Rapat di dunia sosial juga bisa menambah produktivitas kita. Dengan catatan kita tau kapan megang smartphone, kapan harus melakukan aktivitas lain tanpa harus terganggu smartphone. Bayangkan saja kita bisa makan, melakukan suatu hal sembari ikut diskusi dalam suatu grup media sosial. Kontras sekali perbedaannya ketika harus rapat formal dengan di sebuah meja bundar dengan kursi putar dan kita harus bertahan menyatukan persepsi selama berjam-jam.
 
Namun rapat di media sosial ini hanya dilakukan untuk saling bertukar pendapat dan opini. Untuk keputusan rapat secara harus melalui tatap muka. Terlebih jika yang dirapatkan menyangkut hal penting. Jadi setelah ada permulaan rapat di media sosial bisa ditindaklanjuti dengan rapat tatap muka.
Untuk lebih memperlancar rapat atau koordinasi di sebuah grup media sosial. Tentu memerlukan sebuah jaringan internet yang kuat. Saya sih dari dulu memang sudah setia dengan XL. Lebih kenceng jaringannya dan murah harganya. Terlebih dengan adanya 4G LTE. Membuat koordinasi dengan teman satu kerjaan lebih intens dan cepat.
Ok mulai sekarang ayok mulai produktif dengan rapat di media sosial.

5 thoughts on “Mengulik Eranya Rapat Di Media Sosial

  1. Ia..benar mas, saya sendiri mempunyai grup watsapp ada 7 nih..dengan grup ini kita jadi mudah untuk menetukan suatu acara..ya salah satunya seperti yang di tuliskan oleh artikel mas,,,ini
    Emang medsos sangat bermanfaat yamas…jadi menghemat waktu kesana kemari ngumpulin orang, kalo mau ada acara…ia ngga mas.

  2. Zaman sekarang emang kalau meeting atau diskusi gtu bisa pakai video call atau berkirim pesan lewat grup aja ya? JD bisa melakukan kerjaan lain, hemat waktu jg. Apalagi buat yg tinggal di ibu kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *