Jurus Menjadi Anak Muda Produktif dan Kreatif

Posted on Posted in Opini, Tips and Trik
Semenjak lulus kuliah dan melepas status sebagai mahasiswa. Saya tidak berlama-lama larut dalam selebrasi kelulusan. Langkah cepat langsung saya ambil dengan merintis karir sebagai seorang karyawan. Memang kelihatan terlalu ngebut jika dibandingkan dengan beberapa teman yang memilih istirahat beberapa bulan tidak bekerja usai di wisuda.
Langkah yang saya ambil ini perlahan merubah siklus hidup saya. Jika dulu semasa mahasiswa saya sering disebut kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Kini nama sematan yang tepat untuk saya adalah kera-kera (kerja rapat–kerja rapat).   
Di tempat kerja saya dihadapkan dengan beberapa tugas yang bervariasi dan itu sangat kontras berbeda dengan teori yang saya dapatkan ketika kuliah dulu. Keadaan ini tidak lantas membuat saya malas dan akhirnya menyerah dengan keadaan. Semangat saya malah semakin terlecut. Saya yakin, berbagai masalah yang saya hadapi akan membuat diri ini grow to the up.
Selain bekerja saya juga tidak meninggalkan aktivitas ngeblog dan desain grafis yang memang lebih dulu saya jalani semenjak kuliah. Biasanya disaat kerja di kantor agak luang. Saya sempatkan untuk merawat blog, ditambah dengan karya desain grafis untuk mempercantik konten. Terlebih sekarang saya juga mulai belajar membuat konten video. Membuat hari-hari saya lumayan padat dengan kegiatan harian itu.
Semua Kegiatan Menuntut Saya Untuk Terus Produktif & Kreatif
Semua aktivitas yang saya jalani, menuntut saya untuk terus produktif dan kreatif. Untuk tetap produktif dikala terpaan segudang kesibukan. Saya terbiasanya untuk break down pekerjaan ke bentuk lebih sederhana. Saya urutkan berdasarkan skala prioritas. Setiap ada tugas kantor, saya catat pada sticynote kecil kemudian saya tempel di meja. Antisipasi aja biar nggak lupa dengan kerjaan dan tenggat waktu yang telah ditentukan.
Misal minggu ini saya harus merekap data, pekerjaan ini harus saya selesaikan dalam waktu 3 hari. Menyusul kemudian saya harus membuat laporan bulanan untuk di setor ke bos. Semua pekerjaan ini saya perkirakan selesai dalam waktu 2 hari. Jadi selama weekdays pekerjaan kantor sudah terselesaikan. Selebihnya untuk weekend saya sudah benar-benar lepas dari pekerjaan dan bisa dimanfaatkan untuk refreshing atau mengupdate konten blog.
Untuk menjaga semangat biar nggak turun. Saya biasakan setiap hari untuk bangun pagi, apalagi momen bulan puasa seperti sekarang. Bukan jadi alasan untuk tidak produktif dan bermalas-malasan. Dengan bangun pagi pikiran saya jadi lebih segar. Produktivitas dan kreativitas lebih sering muncul ketika pikiran segar tanpa beban di waktu fajar menjelang.
Jurus Yang Saya Terapkan Untuk Tetap Produktif & Kreatif

Saya juga punya jurus sederhana yang sudah saya terapkan semenjak kuliah dulu. Sebuah pekerjaan akan lebih kreatif dan produktif jika pekerjaan yang dijalankan sesuai passion (kesukaan), dikerjakan di tempat yang tepat dan didukung dengan sebuah alat yang memadai. Ketiga elemen ini sangat potensial kedudukannya supaya hidup terus semangat dengan produktivitas tinggi dan kreativitas tanpa batas.
Senang banget deh kalau ngerjain apa disukai. Ya, semacam kita suka sama seorang cewek. Terus berusaha lebih semangat untuk PDKT dan akhirnya mendapatkannya. Artinya ketika saya mengerjakan apa yang disukai secara otomatis akan memunculkan sebuah gairah dan motivasi untuk terus menyelesaikan pekerjaan dengan senang hati. Hal ini tentu secara langsung akan mempengaruhi produktivitas dan kreativitas kita.
Lakukan Kerjaan Yang Kamu Suka Niscaya Membuat Kita Lebih Produktif & Kreatif
Semua orang mempunyai passion masing-masing. Jadi jangan pernah meniru atau berpura-pura menjadi orang lain. Sesuatu yang di dasarkan pada sebuah kepura-puraan. Tidak akan berlangsung lama. “Do your self” Karena setiap manusia di anugerahi keunikan potensi yang bisa kita maksimalkan.
Oleh karena itu mengenal passion sedini mungkin akan berdampak besar terhadap produktivitas dan kreativitas kerja.  Jangan sampai pekerjaan dan aktivitas kita jalani malah menjadi beban. Bahkan mungkin penghambat kita untuk bekerja.
Dulu sewaktu masih kuliah semua pekerjaan dan istirahat saya lakukan di atas kasur. Maklum anak kost nggak punya meja atau perabot lain yang digunakan untuk belajar. Bukannya produktif apalagi kreatif. Bekerja di atas kasur membuat saya cepat mengantuk. Mata cepat lelah karena di samping kiri dan kanan sudah tersedia bantal dan guling yang seakan punya mulut dan terus memanggil. Dah pada akhirnya semua tugas tidak dikerjakan karena saya terlelap tidur.
Sekarang saya berusaha untuk membangun tempat kerja yang memicu saya tetap produktif dan berfikir kreatif. Tidak harus di dalam ruangan. Kadang untuk mencari inspirasi saya bisa mengerjakan tugas kantor di luar ruangan sambil menikmati pemandangan.
Sedangkan untuk tempat kerja di rumah. Paling murah sih beli meja lipat terus sambil duduk saya ngerjain konten blog atau kerjaan kantor. Bila ingin berniat menata kamar sebagai pusat kerja. usahakan membeli meja kerja khusus. Pokoknya jangan sampai di atas tempat tidur. Karena pasti ujung-ujungnya molor.
Tata Ulang Tempat Kerja Menjadi Nyaman & Menyenangkan
Oh ya., saya juga terbiasa untuk menjauhkan smartphone dari jangkauan ketika kerja. Nada panggilan dan notifikasi tetap saya aktifkan biar kedengaran jika ada panggilan penting. Smartphone seringkali membuat saya tidak produktif. Bagaimana tidak? setiap lima menit kerja terus megang smartphone 15 menit. Kan bisa habis tuh waktu kalau porsi mainan smartphone lebih besar dari pada bekerja.
Dua elemen untuk menjadi produktif dan kreatif sudah terpenuhi. Kemampuan sudah ada, passion dan tempat kerja pun sudah tersedia. Terakhir adalah sebuah alat pendukung yang memadai. Istilahnya kalau orang perang itu perlu senjata yang mutakhir. Jika sebuah skill sudah mumpuni tetapi tidak dipersenjatai dengan senjata mutakhir. Bisa jadi kita kalah sebelum berperang. That’s why alat pendukung ini menempati titik potensial untuk membuat kita lebih kreatif dan produktif.
Bayangkan saja ketika kita menghadapi sebuah project besar. Saat sedang asyik mengerjakan. Kemudian menjelang deadline, alat yang kita gunakan ada gangguan atau bahkan rusak. Tentu semuanya akan runyam bin berantakan. Bukannya selesai malah uring-uringan karena alat yang digunakan tidak bisa di ajak kompromi untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kebetulan aktivitas yang saya lakukan baik itu kerja di kantor, ngeblog maupun desain grafis sebagian besar menggunakan alat pendukung berupa perangkat komputasi. Di kantor sudah disediakan sebuah komputer.  Kendati cukup lancar jika dipakai kerja. Tetapi tidak mungkin saya memindahkan atau membawa CPU seukuran laci lemari itu kerja di luar kantor. Apalagi sekarang saya kerap kali mendapat tugas kerja ke luar kota. Membuat saya akhir-akhir ini mulai berfikir bahwa saya harus mempunyai sebuah komputer dengan tingkat fleksibilitas tinggi.  Oke saya ingin punyai notebook yang sesuai untuk mendukung semua aktivitas.
Saya termasuk orang yang sangat selektif dan agak rempong dalam memilih sebuah barang. Terutama notebook yang notabene merupakan alat penunjang kerja.
Biasanya saya melihat review dulu di internet kemudian bertanya ke beberapa orang yang kapasitasnya mampu merekomendasikan saya membeli notebook. Saya timbang juga berapa besar saya harus merogoh kantong untuk mendapatkan sebuah notebook itu. Kalau bisa sih yang harga agak miring tapi kualitasnya oke.
Sampai pada akhirnya saya mengenal sebuah notebook ASUS E 202 ketika jalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan. Tampilan dan bentuknya sangat menggoda. Membuat saya beranikan diri untuk bertanya-tanya pada seller yang sudah siap sedia menjelaskan kepada saya mengenai spesifikasi ASUS E202.

“Mari mengenal ASUS E202 dari dekat?”

Tampilan & Desain Notebook
Saya langsung menaruh perhatian lebih kepada ASUS E 202 sejak pertama kali melihatnya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama . Betapa tidak, pancaran warnanya sangat estetik. Pilihan warna notebook ASUS E202 sangat variatif. Tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Kalau saya lebih memilih warna lightning blue karena lebih selaras dengan kepribadian saya yang santai dan tidak terlalu berlebihan.
Pilihan Warna Asus E202
Notebook ini berukuran A4 seperti kertas yang biasa dibuat ngeprint. Tetapi jika diukur secara rinci ASUS E202 memiliki dimensi 29.7 x 19.3 x2.14 cm. Artinya panjang dan lebar notebook lebih kecil dari pada ukuran kertas A4 yang memiliki ukuran berapa 21 x 29,7 cm. Body yang mungil ini sangat Fleksibel digunakan dimana saja dan kapan saja. Bisa ditenteng atau dimasukin ke tas yang ukurannya kecil. Bobot notebook yang hanya 1, 21 Kg. Nggak bakalan bikin pundak pegel deh pokoknya, Dibawa bepergian oke, ngerjain tugas dijalan bisa, ngetik sambil nunggu antrean juga hayukk.  Jadi seluruh waktu bisa lebih produktif karena bisa bekerja setiap saat.
Ukuran Yang Mini dan Berat yang Ringan Membuat ASUS Bisa Diajak Kemanapun Bekerja
Oke kita berpindah ke layar yang berukuran 11,6 inci. Meskipun kecil tetapi nggak bakalan bikin sakit mata karena resolusinya udah HD (1366 x 768). Jadi bisa juga tuh kalau bosen ngeblog terus nonton drama Korea. Ditambah dengan teknologi ASUS Splendid dengan system vivid. Membuat tampilan notebook lebih kaya warna baik itu untuk desain grafis ataupun melihat foto dan video.
Layar HD beresolusi tinggi itu di dukung dengan desain Keyboard desain one-piecce chiclet. Jarak antar keyboard 1,66 mm membuat saya bisa mengetik postingan blog lebih akurat dan cepat seperti cepatnya saya ketika membalas chat gebetan. Di bagian Touchpad juga tidak kalah trendy. Ukurannya 36 % lebih gede.  Lengkap dengan fitur smart Gesture yang sangat bermanfaat untuk bekerja cepat dengan teknik drag, zoom in dan zoom out.
Fitur Touchpad Smart Gesture ASUS E202

Processor/ Teknologi 

Setelah tampilannya sudah aduhai menggoda. Sekarang mari kita selami si mungil ASUS E 202 dari sisi processor dan teknologi yang digunakan. Kalau tampilan oke, tapi processornya lemot kan jadi kayak mobil yang bodynya mulus tapi mesinnya sering mogok. Jadi ya processor ini seperti otak dan jantungnya notebook.
Notebook ASUS E202 ini sudah dibekali dengan Intel Celeron Dual Core N3050 generasi kelima. Processor ini bisa bekerja sampai pada clock speed 1,6 Ghz up to 2,16 Ghz. Sedangkan untuk sistem operasinya, notebook yang kecil nan molek ini hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS dengan RAM 4 GB. Wih keren banget kan? Kayaknya saya nggak bakalan takut notebook lemot karena kerja dan harus merekap data di excel yang jumlahnya sampai ribuan.
Dari segi konektivitas saya bisa berselancar di dunia maya dengan Wi-Fi 802.11ac. Lumayan banget nih buat memaksimalkan download pake wifi gratisan di kantor. Bayangkan saja dengan teknologi wifi yang sudah tersemat tersebut saya bisa internetan sampai pada kecepatan 1300Mbps. Saya bisa asal comot film di internet tanpa takut koneksi lemot. Nonton live streaming bulutangkis atau sepakbola tanpa takut buffering. Tentu dengan syarat koneksi jaringan yang cepat pula.

Notebook ASUS E202 juga sudah dilengkapi dengan USB 3.1 Type-C yang dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible. Kecepatan transfernya juga super kenceng bahkan  11× lebih kenceng dibanding USB 2.0. Jadi waktu kita bisa dihemat dan digunakan untuk menyelesaikan kerjaan lain. Kalau pengen transfer data dari smartphone juga bisa banget kok. Kita tinggal gunain Bluetooth 4.0 yang jangkauannya sampe 100 meter. 

Battery

Yang paling membuat saya nggak khawatir karena mobilitas kerja yang tinggi dan keberadaan colokan yang agak susah di cari adalah battery notebook. Processor yang ditanamkan membuat nilai Thermal Design Power (TDP) kecil.

Hal ini sangat berpengaruh pada konsumsi battery si mungil Asus E 202. Battery dengan 3 Cells 48 Whrs Polymer lebih hemat dan bisa bertahan sampai 8 jam dengan kondisi kerja normal.  Jadi nggak terlalu cemas jika lagi di jalan atau ketika menyelesaikan kerjaan di luar ruangan yang jauh dari akses colokan listrik. Nilai thermal design power (TDP) yang kecil, membuat notebook juga tidak memerlukan pendinginan berbasis kipas (fanless design). Bisa dipastikan suara yang ditimbulkan dari notebook juga tidak ada. Jadi bisa tenang dan aman sentosa kerja tanpa gangguan suara

Battery Tahan Lama ASUS E202

 Kapasitas penyimpanan

Untuk urusan ini saya tidak mau kompromi. Maklum data yang saya simpan lumayan banyak. Mulai dari foto, video, draft artikel sampai dokumen kantor. Untungnya notebook dibekali dengan kapasitas penyimpanan sampai 500 Gb. Hard disk sebesar itu bisa menuruti kemauan saya untuk menyimpan seabrek data penting.
Secara keseluruhan kriteria sebuah alat pendukung berupa notebook yang saya inginkan memang sudah ada pada ASUS E 202. Tetapi tidak bisa dipungkiri meskipun memiliki kemampuan diatas notebook pada umumnya. Perlu juga perawatan khusus untuk menjaga agar performanya tetap stabil.
Kita bisa menyimpan semua data foto, video maupun file kerja sampai 500 Gb

Nah jika kelak saya mempunyai notebook E 202. Tentu saya akan melakukan sedikit trik perawatan untuk menjaga notebook kesayangan agar bisa untuk blogging, kerja, desain grafis maupun editing video.
Pertama saya lakukan perawatan ringan pada hardware notebook. Menghindarkan dari debu berlebihan. Membersihkannya dengan cleaning kit notebook. Selain menjaga notebook tetap kinclong. Membersihkan hardware baik itu dibagian keyboard, layar dan keseluruhan body juga memperkecil potensi kerusakan akibat terganggunya oleh biang debu dan kotoran.
Kemudian setelah memulai bekerja saya tidak akan membuka aplikasi secara bersamaan. Misal dalam waktu yang sama membuka aplikasi movie maker, photoshop, corel draw dan Microsoft office. Padahal aplikasi itu belum dipakai untuk bekerja. Nah penggunaan seperti ini membuat processor bekerja lebih keras dari biasanya. So saya harus mulai menumbuhkan peri ke notebookan.  
Terakhir untuk menghilangkan junk file yang ada di sistem notebook. Perlu rasanya saya membersihkannya dengan cara disk clean up notebook. Setidaknya 2 bulan sekali junk file harus dibersihkan supaya tidak memenuhi hard disk dan membuat notebook jadi lemot. Data yang sudah saya hapus di recycle bin juga sebisa mungkin langsung dipermanenkan jika sudah tidak diperlukan. Jika tidak maka akan memenuhi sistem data C dan bisa menurunkan kinerja notebook.
Kini semuanya sudah komplit mulai dari membangun passion, tempat kerja yang kreatif dan alat berupa notebook ASUS E 202. Saya bisa lebih produktif bekerja dan menyalurkan ide kreatif untuk blogging, desain grafis dan editing video. Tinggal menjaga konsistensi untuk tetap fokus dan pantang menyerah dalam mengejar karir selagi saya masih muda. 



Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com 

18 thoughts on “Jurus Menjadi Anak Muda Produktif dan Kreatif

  1. Keren banget ini grafisnya, tulisannya juga mantap… Langsung aja deh, mau yang warna apa???

    Mampirlah ke tulisan saya tentang notebook Asus E202 ini. Nice sharing

  2. Keren ih. ANak muda yangpaling produktif dan kreatif itu, yang ngeblog menurut saya …. dan Mas Anjar salah satunya. Good luck yah

  3. ihhh..suka sama artikel2nya, sekarang mkn disempurnakan sama info grafis dan gambar vektor bergerak. jd lbh detail.

    Notebooknya kece ya..dg ukuran praktis tp perfomanya cukup tangguh

  4. ulasannya mantep bro, jadi jelas apalagi infografisnya keren banget sumpah. ngomongin notebook emang asus deh jagonya. selain tampilannya yang membawa nuansa energik tentu juga kualitasnya sudah mumpuni dan tidak diragukan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *