Dari Wartel Dulu, Sampai Smartphone Kini

Masih teringat di benak saya ketika kelas 3 SD. Saya langsung beranjak ke sebuah warung telekomunikasi, biasa disingkat wartel. Hubungan saya dengan saudara sepupu yang ada di luar pulau Jawa hanya bisa saya lakukan dengan layanan telepon wartel ini. Kebetulan bapak saya juga sedang merantau di Pulau Kalimantan. Jadi sekalian menelepon sepupu dan mengabari ayah.

Waktu itu masih awal tahun 2002. Komunikasi jarak jauh yang cepat bisa kita lakukan hanya dengan mengunjungi wartel. Bentuk wartel berbilik dengan kaca bening sebagai penyekatnya. Satu tempat duduk plastik disediakan oleh pengelola di setiap bilik wartel. Tarif untuk sekali menelepon tergantung jarak dan durasi. Biaya untuk menelepon kala itu masih lumayan mahal. Kisarannya sekitar 3000-4000 tentu dengan rate uang di tahun itu.

Daripada buat menelepon mending buat beli beras atau keperluan dapur lain” begitu kata ibu jika memang komunikasi dengan keluarga dan ayah yang jauh di pulau Kalimantan itu tidak terlalu mendesak.
Kenangan Wartel Masa Lalu

Jika ingin lebih murah membayar tarif telepon di wartel. Kita bisa datang untuk menelepon pagi-pagi buta selepas matahari terbit. Katanya sih jam segitu kita bisa menelepon lebih murah dibanding siang atau bahkan malam hari. Jadi bisa kangen-kangenan lebih lama dengan ayah atau handai taulan yang rumahnya jauh.

Tetapi jika menelepon di wartel di pagi hari masih dirasa mahal. Solusi terakhir kita bisa mengirim surat dengan waktu sekitar 5 sampai 7 hari untuk sampai.  

Masuk di tahun 2007 saya sudah menemui sebuah telepon genggam. Waahh keren banget tuh orang yang dulunya hanya bisa komunikasi jarak jauh di sudut bilik wartel. Kini bisa membawa alat komunikasi jarak jauh itu kemanapun. Padahal telepon genggam di tahun itu masih seukuran asah sabit atau golok. Beratnya pun masih di kisaran 0,5 Kg. Sering sekali saya gunakan handphone yang memiliki antena panjang layaknya walkie talkie itu untuk main game ular-ularan.

Inovasi produk alat komunikasi terutama handphone di Indonesia tergolong cepat. Pembaharuan setiap tahun bahkan bulan terjadi pada teknologi komunikasi. Mulai dari handphone dengan kamera, kemudian muncul sinyal 3G dan pada akhirnya semua itu bermuara pada kemunculan ponsel pintar atau smartphone.

Kini Dunia Seakan Dalam Genggaman
Saya sempat terkaget ketika sudah lunglai dibuai dengan handphone dengan layanan internet. Tiba-tiba pada tahun 2010 muncul sebuah generasi alat komunikasi baru bernama smartphone. Tetapi saya sendiri kurang antusias di awal kemunculannya. Saya berfikir transformasi telepon di wartel menjadi handphone dengan fungsi sebagai alat telepon dan sms ditambah dengan internet adalah sebuah fungsi pokok yang lebih dari cukup untuk keperluan komunikasi maupun mencari informasi. Oleh karena itu smartphone saya anggap sebagai angin lalu yang tidak perlu saya miliki.  Terlebih untuk mendapatkan smartphone masih sangat mahal, di kisaran harga 1,5-2 juta an.. Ahh sudah lah saya tidak memperdulikannya.

Ternyata sikap saya yang sedikit acuh dengan smartphone tidak berlangsung lama. Satu tahun berselang, perlahan ponsel saya yang masuk kategori canggih pada saat itu kalah pamor dengan smartphone. Apalagi ketika teman-teman sejawat memamerkan smartphone baru degan segala fiturnya. Membuat telepon genggam yang sudah menemani saya sekitar 2 tahun menjadi usang.

Secepat kilat smartphone menjadi sebuah trend teknologi masa kini yang masif dimiliki oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Takjubnya lagi ternyata penetrasi pengguna smartphone di Indonesia menurut riset GFK tahun 2014 sebesar 68% lebih besar dibanding dengan Thailand yang hanya 59% dan Vietnam 45%.

Tidak ingin kudet dengan perkembangan teknologi akhirnya saya memilih untuk mengantongi 2 telepon genggam. Smartphone untuk update inforamasi dan handphone yang sudah menemani sejak 5 tahun lalu.

Secara kasat mata, saya merasakan kemajuan teknologi yang sesungguhnya ketika smartphone ini dimiliki oleh mayoritas individu negeri ini. Meskipun teknologi sangat luas cakupannya. Tetapi jika dimaknai secara sekilas maka perkembangan teknologi lebih cenderung ke kemajuan internet ketika smartphone mulai membumi di Indonesia. Bahkan jaringan internet yang dulunya hanya 2G atau 3G. kini berubah ke sebuah jaringan tercepat 4G LTE.

Teknologi ponsel pintar ini menjalar ke semua sektor kehidupan di Indonesia.  Mulai dari sektor sosial, budaya, dan sektor ekonomi terkena dampak kemajuan teknologi smartphone. Bahkan antara komputer dan smartphone yang ada sekarang. Hampir tanpa perbedaan baik fungsi maupun software yang bisa di download dan di instal setiap saat.

Teknologi smartphone yang membuat aktivitas menjadi lebih mudah. Implikasinya bisa kita rasakan sama-sama.  Ketika terjadi sesuatu yang ada di sekeliling kita. Peristiwa itu bisa kita kabarkan kepada khalayak umum melalui siaran langsung instagram, facebook, twitter atau media sosial lain.

Selain update berita dan informasi. Sektor ekonomi turut terbantu dengan adanya smartphone. Terbukti dengan maraknya Online shop dan market place sebagai tempat berjualan di dunia maya. Usaha Kecil, menengah dan besar bisa memperluas wilayah pemasarannya dengan toko online ini. lebih murah dan jangkauan yang tidak terbatas.  

Seakan tidak mau ketinggalan. Hampir seluruh mata pencaharian sudah dilengkapi dengan teknologi online. Mulai dari tukang ojek, jasa antar barang sampai pijat refleksi pun kini sudah menggunakan smartphone untuk proses pemesanannya. Ini bukti bahwa kemajuan sebuah teknologi internet yang ada di smartphone kini sudah merubah semua sendi kehidupan.
Teknologi Seperti Bilah Pisau, Positif dan Negatif Tergantung Penggunanya
Tetapi pertanyaannya kini, apakah perkembangan teknologi itu selalu berdampak positif untuk masyarakat Indonesia??? Pada kenyataannya tidak selamanya teknologi yang maju mempunyai dampak positif. Kemajuan teknologi bagaikan sebuah mata pisau yang memiliki manfaat positif dan negatif tergantung kita sebagai pengguna teknologi.  Ketergantungan dengan smartphone menjadi sebuah masalah yang saya sendiri mengalaminya.

Ketika saya mengikuti acara makan-makan dan reonian yang seharusnya sebagai ajang untuk bercengkrama, sharing dan bertukar pengalaman. Saya malah disibukkan dengan smartphone masing-masing. Bahkan ada beberapa kasus di Indonesia yang anak balitanya harus kecelakaan karena orang tua dimabuk oleh smartphone.
Acara Reoni Malah Sibuk Main Smartphonenya Masing-Masing
Dulu ketika alat komunikasi jarak jauh hanya dilakukan di wartel. Tidak ada yang namanya judi online atau bahkan yang paling ekstrem prostitusi online. Hal ini terjadi karena pengguna smartphone kurang arif dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi yang ada sekarang. Selain itu dampak negatif penggunaan smartphone juga banyak kita temui seperti cyber bullying, penculikan atau penipuan.  

Jika dilihat deretan dampak negatif ini terjadi karena penggunanya. Manfaat positif akan di dapat jika kita cerdas menggunakannya. Sebaliknya jika kita tidak memanfaatkan secara baik maka bisa jadi teknologi yang ada sekarang akan merugikan kita. Karena sejatinya kita semua tidak bisa lepas dari teknologi. Terlebih kemajuan teknologi di suatu negara adalah salah satu indikator kemajuan bangsa itu sendiri. Oleh karena itu sebisa mungkin kita sebagai pengguna yang akan mengendalikan teknologi, bukan teknologi yang mengendalikan hidup kita.



Informasi Itu Hoax atau Fakta ???

Siapa yang hari ini belum buka facebook, bbm, line atau media sosial sejenisnya? Pasti nggak ada ya? Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat sekarang sudah punya akses kemana aja untuk mencari informasi. Hanya berbekal smartphone dan koneksi internet kita bisa leluasa mencari berita apa saja yang kita butuhkan.

Bahkan di era digital seperti sekarang, masyarakat juga bisa turut andil untuk memberitakan kejadian di sekelilingnya. Terbukti dengan fenomena Vlog, citizen jurnalism dan siaran langsung yang bisa menggunakan twitter, facebook, instagram dan media sosial lain.  

Semakin menjamurnya media yang bisa memberikan informasi. Kita juga dituntut cerdas untuk memilih media sebagai rujukan berita. Semua wadah berita seperti media mainstream, blog, media sosial bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan informasi. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita bisa membedakan sebuah informasi itu sebuah fakta atau hanya hoax belaka?

Well,. belakangan ini mungkin timeline media sosial anda dipenuhi dengan beberapa informasi yang bersifat saling sindir, adu domba atau ujaran kebencian yang kian rame. Sebagai netizen yang cerdas jangan sampai kita termakan oleh berita hoax yang bermuara pada kebencian kita pada sekelompok golongan akibat berita hoax yang sangat masif di media sosial.

That’s why mengapa sekarang kita harus cerdas sebagai netezin. Terlebih dengan adanya UU ITE yang mengatur kita semua dalam menggunakan dunia maya.

Secara skematis saya ingin berbagi 3 tips membedakan berita itu hoax atau fakta. Tips ini sesuai dengan kebiasaan yang saya lakukan sebagai netizen.

1. Cek Sumbernya
Sebuah informasi atau berita itu ada karena dibuat. Oleh sebab itu jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang muncul di timeline media sosial mu. Penting untuk melihat siapa pembuat berita itu. Jika memang informasi itu disajikan dari sebuah situs berita yang terpercaya dan memang sudah dikenal berimbang dalam menyajikan informasi. Terutama media mainstream dibawah pengawasan dewan pers. Kemungkinan Besar berita itu memang fakta!! Ingat ya Kemungkinan Besar benar, bukan sepenuhnya Benar.

Jangan asal percaya dengan sebuah berita yang tidak jelas sumber beritanya. Hanya berbekal foto editan dan data dusta kita bisa dibelokkan ke sebuah informasi yang salah. Foto atau infografis yang disematkan dalam artikel bisa di edit dengan mudah dengan software yang sudah masif bisa di temukan di setiap komputer.  So mulai sekarang pilih dan pilah ya informasi berdasarkan sumber beritanya.

2. Bandingkan Dengan Sumber Lain
Faktanya menurut penelitian Programme for International Student Assessment (PISA). Budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Ngeri kan ngelihat fenomena ini??  Yahh mudah-mudahan di tahun 2016 ini data literasi masyarakat Indonesia bisa semakin baik.

Oleh karena itu ketika menerima informasi dari satu sumber jangan pernah ragu untuk cek informasi yang sama di sumber lainnya.

Tabayyun,, That’s the point. Cari kejelasan sebuah informasi yang kita terima jika dirasa ganjil. Teliti secara mendalam di beberapa penyedia berita, apakah memang menyajikan informasi yang sama. Bila perlu silakan bertanya dengan teman atau saudara yang anda anggap mempunyai kapasitas untuk diajak diskusi. Dengan demikian berita yang kita konsumsi bukan benar katanya melainkan benar adanya

3. Saring Dulu Sebelum Sharing
Please,,. Nggak usah buru-buru share informasi hanya karena ingin dianggap orang yang lebih tahu. Jangan gegabah membagikan informasi yang anda sendiri belum tahu isinya dan kebenarannya. Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyebutkan bahwa yang menyebarkan berita hoax akan terkena pelanggaran ITE. Nah loh risikonya besar dan nggak main-main.

Berita hoax yang menyebar secara masif dan dilakukan secara terus menerus maka berita itu bisa tersamar menjadi Fakta. Oleh karena itu jangan sampai kita masuk ke dalam golongan orang yang membagikan berita padahal belum tahu kebenarannya. Dampaknya akan runyam bin berantakan jika hanya karena membagikan informasi di media sosial kita di jerat pelanggaran UU ITE.

Baca dulu sepenuhnya sambil dipahami isi dan analisis pesan yang terkandung dalam sebuah berita yang anda baca. Selanjutnya jika sudah yakin bisa anda bagikan ke timeline media sosial anda. Jangan sampai jempol kita lebih cepat bergerak di atas layar kaya smartphone dibanding dengan otak kita berfikir.


Oh ya saya menulis ini sambil mengingatkan pada diri sendiri. Untuk tetap cerdas dalam berselancar di dunia maya. Jadi jika anda punya tips atau usulan lain sebagai antisipasi untuk menghindari dampak buruk berita hoax. Silakan tulis di komentar dibawah…. Stay positive for Sharing, Caring and Empowering

4 Hal Spesial di Dauroh Al Quran bersanad di Kabupaten Paser

Pagi itu smartphone saya berdering, ternyata ada sebuah pesan dari seseorang. Dia mengajak saya ikut serta dalam kepanitiaan sebuah Dauroh Al Quran bersanad yang diadakan dari tanggal 19-25 Februari. Waktu itu saya belum tahu pasti apa definisi dauroh Quran bersanad…? Well, Karena ada kata Al Quran dan yang mengajak adalah salah seorang aktivis yang aktif di kegiatan dakwah. Saya pun tidak pikir panjang dan langsung meng-iyakan ajakan itu.
Pembukaan dauroh Al Quran Bersanad di Masjid Agung

Any way buat kamu yang belum tahu apa itu Dauroh Al Quran bersanad, saya sedikit akan menjelaskan definisinya. Tentu dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Jika diartikan secara etimologis Dauroh adalah pelatihan, sedangkan sanad adalah sandaran yang bersambung. Jadi secara keseluruhan Dauroh Al Quran bersanad adalah sebuah pembelajaran atau latihan membaca Al Quran yang baik dan benar sesuai sandaran yang terus terhubung dari pembuat matan sampai pada bacaan Rasulullah.

Saya tidak akan menjelaskan bagaimana hukum bacaan Al Quran apalagi makhorijul huruf dan tajwid satu per satu. Tentu itu bukan kapasitas saya untuk menjelaskan apalagi di post blog yang singkat ini. Namun saya akan menyampaikan 4 hal yang harus kamu tahu terkait dengan Dauroh Al Quran kemarin.

1. Pemateri
Namanya ustadznya Rifa’i Al Haq Bin Abbas, Beliau ini perdana berkunjung dan ngisi dauroh di Kabupaten Paser. Ustadz yang tinggal di Balikpapan ini adalah mahasiswa Al Azhar Kairo Mesir jurusan Tafsir dan ilmu Al Quran. Pemegang sanad matan Jazariyah dan tuhfatul athfal. Serta banyak lagi prestasi beliau terkait dengan tahsin Al Quran dan ilmu tajwid. So,. secara kapasitas dan kapabilitas nggak usah diragukan lagi untuk menyampaikan materi Dauroh Al Quran.
Ustadz Rifai Al Haq Bin Abbas Ketika Menyampaikan Materi 
Ustadz Rifa'i Bersama Dengan Istrinya

Ustadz rifa’i masih paruh baya, saya perkirakan sih umur di rentang 23 sampai 25 tahun. Oh ya  ustadz Rifa’i ini baru saja melangsungkan pernikahannya bulan september kemarin. Jadi buat kamu para wanita nggak usah baper kalau lihat beliau lagi menjelaskan di depan. Terlebih ketika dia menjadi imam, bacaan tartil dipadu dengan sanad yang sudah di dapatkan membuat hati siapa saja yang menjadi makmum akan merinding mendengarkan bacaan beliau.

Satu kata yang saya ingat sampai sekarang adalah “Kalau saya sedang menjelaskan tolong pandangannya tetap ke depan, nulis nggak pa-pa asal tetap melihat ke depan” Kata ustad rifai ke semua peserta dauroh. Lah gimana caranya ya nulis sambil melihat ke depan? hehehe.

Kehormatan juga buat saya adalah bisa mbonceng beliau. Dari masjid agung nurul falah sampai hotel sadurengas. Mudah-mudahan bisa berjumpa di dauroh lanjutan, In syaa Allah.

2. Antusiasme Peserta :
Jangan pernah mengira bahwa peserta yang daftar hanya di kalangan akademisi. Peserta yang jumlahnya 81 orang itu tergolong sangat variatif. Mulai dari anak muda, orang yang udah muda bahkan anak-anak yang masih dalam gendongan ibunya juga ikut serta dalam Dauroh Al Quran. Hari pertama sampai satu minggu setelahnya para peserta dauroh Quran ini tetap semangat dan istiqomah. Yaaa meskipun saya sendiri kadang kurang paham materi.
Peserta Dauroh Al Quran Bersanad 
Ustadz menyampaikan sertifikat kepada peserta yang masih duduk di Kelas 4 SD
Mudah-mudahan keikhlasan peserta dalam mempelajari Al Quran menjadi nilai ibadah oleh Allah, Aminnn

3. Organisasi dan Individu
2 kali rapat dengan panitia saya menemukan wajah-wajah baru di kepanitiaan Dauroh Al Quran. Eh lebih tepatnya saya yang baru ikut, karena panitia sebagian besar sudah menjalin ukhuwah di Odoj Paser maupun rumah Quran Raudhatul Qolbu.
Panitia Beserta Ustadz di acara penutupan Dauroh
Selain panitia dari odoj paser dan rumah quran raudhatul qolbu yang mengakomodir semua kegiatan dauroh ini. Ada beberapa instistusi yang berbaik hati untuk memberi sebuah dukungan dan sumbangsih materil. Misal saja kyriad hotel yang menyediakan penginapan gratis untuk ustadz, kemudian PT PAMA persada, Rabbani, LAZ DPU, PKPU, serta koperasi al khawarizmi. Selain itu peserta dauroh secara mendadak juga banyak yang ingin memberikan sumbangsih berupa konsumsi maupun pinjaman peralatan.

Saya sendiri kagum dengan institusi dan individu sponsorship dauroh quran bersanad ini. Bukan jumlahnya melainkan keikhlasan yang mereka tunjukkan atas bantuan materil demi kelancaran kegiatan dauroh.

4. Jalan-Jalan Ala Ustadz Rifa’i ,
Kalau ini adalah pengalaman saya bersama 5 panitia lain menemani ustadz jalan-jalan di sekitaran Kabupaten Paser.  Telaga ungu, museum sadurengas dan es kelapa lengkap dan jajanannya menjadi tujuan destinasi yang murah meriah. Di sela sela perjalanan kami ngobrol ringan seputar ungunya bangunan yang ada di kabupaten Paser sambil diselingi candaan. Tidak lupa kita juga bertanya tentang Mesir dan perkembangan timur tengah tempat Ustadz menuntut ilmu.
Jalan-jalan bersama Ustadz Ke Museum Sadurengas 
Al Quran Peninggalan Kerajaan yang ada di museum sadurengas
Rencana sih setelah ramadhan akan ada dauroh lanjutan. Mudah-mudahan saya bisa ikut serta di dalamnya entah itu peserta, syukur jika masih diberi kepercayaan menjadi panitia. 

Gegap Gempita Jaringan 4G Yang Baru Masuk Kota Ini

Tepat hari sabtu tanggal 24 desember 2016. Saya menginjakkan kaki di bandara sepinggan Balikpapan. Sudah 3,5 tahun rasanya saya menimba ilmu di ibukota. Kini kembali ke tempat tinggal di Kabupaten Paser dan mengabdikan diri sebagai penyuluh industri kecil dan menengah. Saya harus menempuh perjalanan hingga 5 jam dari kota minyak Balikpapan untuk sampai kabupaten Paser. Tidak ada kereta cepat apalagi pesawat penghubung antara dua kabupaten di Kalimantan timur ini. Saya harus menempuh perjalanan darat dan laut untuk pulang ke kampung halaman.
Pemandangan Klasih di bandara Sepinggan dan Jaringan 4G yang sudah tersedia disini
Secara sekilas tidak terlalu banyak perubahan di Balikpapan. Beberapa pemandangan klasik seperti ukiran khas Kalimantan dan beruang madu, masih tertata rapi layaknya 3 tahun silam ketika saya berangkat ke Jakarta.  Hanya bandara sepinggan yang kelihatannya mewah dan kian tertata.

Tidak ingin buang waktu, langsung saya arahkan jari jemari ini untuk pesan ojek online yang sudah tersedia di Kota Balikpapan menuju ke pelabuhan penyebrangan kapal.  Jaringan di Balikpapan terlihat masih lancar jaya. Tidak jauh beda dengan keseharian saya di Jakarta. Begitu saya buka smartphone jaringan terkuat 4G langsung nongol. Pesanan ojek online pun relatif cepat langsung ready order.

Berbeda dengan di Balikpapan ketika saya diatas kapal untuk menyebrang ke Kabupaten Paser. Jaringan memang kurang stabil. Sesekali hilang dan jaringan terkuat di perbatasan kabupaten paser adalah H+. Bahkan ketika sudah masuk ke pinggiran Kabupaten Paser menuju ke Kota Tanah Grogot sebagai kota terbesar. Saya mendapati hanya jaringan edge atau 2G yang ada di smartphone. Bersyukur bagi saya karena tinggal di wilayah Kota Tanah Grogot yang notabene adalah kota teramai dan terbesar di Kabupaten Paser.

Bagaimana koneksi internet di Kabupaten Paser sekarang.
Kabupaten Paser dengan ibukota kabupaten adalah Tanah Grogot merupakan sebuah pemekaran wilayah yang dulunya masuk provinsi Kalimantan selatan. Pada tanggal 3 Agustus 1961 kabupaten ini beralih menjadi provinsi Kalimantan timur.  Sampai pada tahun 2017 ini kabupaten paser menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah kabupaten yang tengah berkembang fasilitasnya. Baik dilihat dari pembangunan sektor kesehatan, sarana dan prasarana publik dan terutama yang paling saya tunggu adalah program melek internet di kota ini.
Suasana Kota Tanah Grogot yang Baru Menikmati Jaringan Terkuat 4G
Kebanyakan penduduk di kabupaten paser adalah transmigran atau pendatang. Setelah lama mendiami kota ini, mereka beralih kependudukan menjadi warga tetap kabupaten paser. Alhasil dalam lingkup ibukota kabupaten di kota Tanah Grogot saja. Keberagaman sangat kental terasa. Baik dilihat dari kepercayaan, agama dan yang paling kentara adalah perbedaan suku. Menurut data disdukcapil tahun 2015 suku yang mendiami kabupaten paser mencapai 19 suku. Tentu yang paling besar adalah penduduk asli kabupaten paser yakni suku paser. Suku lain yang juga banyak ditemui adalah suku banjar, jawa, bugis, bajo, batak, madura, sampai suku sunda dan betawi.

Namun perbedaan itu tidak lantas menjadi sekat pemisah diantara kami. Penduduk hidup berdampingan saling menjaga dan bertoleransi satu sama lain. Justru karena asal usul berbeda ini, membuat kebutuhan akan sarana komunikasi dan informasi sangat dibutuhkan, guna menghubungi handai taulan di kampung halaman dan mengetahui berita terbaru.
Kemajemukan Kami di Tanah Grogot Menyambut Jaringan Tercepat 4G Lte
Beruntung bagi saya yang masih bisa tinggal di Kota Tanah Grogot. Di kota ini, gegap gempita menyambut 4G LTE sudah sangat terasa. Beberapa provider saya lihat gencar sosialisasi di sekolah bahkan sampai ke lingkup pemerintahan. Beberapa gerai smartphone ramai dikunjungi oleh masyarakat yang hendak memburu smartphone berbasis 4G LTE.

Di suatu event ada yang menawarkan tes kecepatan jaringan 4G di kota Tanah Grogot. Animo masyarakat terlihat sangat besar untuk mencoba akses internet anti lemot dan video youtube tanpa buffering itu.

Selama 3 bulan ini praktis saya yang tinggal di Kota Tanah Grogot sudah merasakan gurihnya jaringan tercepat 4G LTE. Kotamadya Tanah Grogot kini sudah seperti ibukota negara dalam konteks jaringan internet. Wajar jika Kota Tanah Grogot menjadi titik nadi perekonomian di Kabupaten Paser.
IKM Berkembang selaras dengan Internet 4G LTE.

Kecepatan internet ini memicu tumbuhnya beberapa sektor perekonomian. Kebutulan saya menjadi pionir penyuluh IKM di Kabupaten Paser. Secara bertahap saya perkenalkan IKM ini untuk menggunakan online shop sebagai media pemasaran. Mereka pun menyambut hangat program perluasan pasar dengan menggunakan market place atau online shop.

Saya Bersama dengan dinas perindusterian bidang IKM yang ingin mengarahkan IKM ke Online Shop
Era masyarakat ekonomi asean sekarang. Pelaku usaha ini harus cepat untuk menyesuaikan perubahan Zaman. Layaknya cepatnya jaringan 4G yang baru masih di kota Tanah Grogot.  

Beberapa IKM memang masih buta akan internet. Tentu saya tidak ingin kehilangan akal. Mereka punya anak yang lebih matang pendidikannya. Sehingga admin untuk setiap online shop dan akun market place adalah anaknya. Saya edukasi anaknya untuk menggunakan internet sebagai wilayah pemasaran. Untuk kemudian bisa disalurkan kepada ibunya selaku pemilik IKM.

IKM yang biasa saya dampingi ketika melakukan penyuluhan mengaku sangat terbantu dengan tumbuhnya internet. 2 IKM itu adalah nadia roti dan keripik borneo janju. Dua IKM ini baru mulai menggunakan broadcast bbm dan market place 2 minggu ini. Tidak hanya sekedar mengembangkan wilayah pemasaran. IKM ini juga bisa melakukan inovasi dengan mencari resep baru yang mempunyai varian rasa yang berbeda.
Pendampingan yang saya lakukan di IKM Keripik "Borneo Janju" yang baru memulai online shop
Pendampingan yang saya lakukan di IKM Roti "Nadia" yang baru ingin memulai online shop

Kini di tengah perbedaan itu, internet super cepat 4G tak ubahnya seperti katalis yang mempercepat perkembangan di semua lini kehidupan. Masyarakat sudah sibuk dengan dunia virtualnya. Pelajar juga sudah menggunakan internet berkecepatan tinggi sebagai media belajar dan online library sebagai sumber literatur. Tentu ini akan menumbuhkan sebuah geliat ekonomi dan pemerataan di segala bidang.

Anak muda juga mulai kreatif untuk memanfaatkan jaringan internet super cepat itu. Ada yang membentuk sebuah kelompok literasi media, program melek internet masyarakat dan komunitas maupun organisasi yang ada sekarang juga sudah menggunakan internet sebagai basis komunikasi mereka.

Pengguna internet terbanyak di Kabupaten Paser adalah masyarakat dalam rentang usia 25-44 tahun yang mencapai 60,25%. Usia ini tergolong usia produktif yang bisa diarahkan untuk memanfaatkan internet sebagai wadah mencari referensi positif terlebih bisa mendapatkan uang tambahan.

Fakta ini memunculkan ide yang di gagas beberapa tokoh lintas agama dan suku untuk mendirikan sebuah komunitas internet positif. Komunitas ini didirikan untuk memproteksi dampak negatif yang bisa timbul ketika menjelajahi dunia maya. Beberapa konten negatif dan hoax yang sekarang kian banyak muncul menjadi fokus utama komunitas internet positif ini.  Edukasi kepada masyarakat luas melalui grup media sosial menjadi program penting sehingga kecepatan internet bisa diiringi kecerdasan pemakainya.

Lantas bagaimana saya menjalani peran blogger di Kabupaten paser Ini? Jangan ditanyakan kopdar blogger yang sering saya jalani di Jakarta. Komunitas blogger di Kabupaten Paser pun masih belum ada. Blogger di Kota ini masih sangat sedikit. Dalam kurun waktu 3 bulan ini saya hanya menemukan 1 orang yang aktif ngeblog. Blogger masih dianggap sesuatu yang tabuh. Beberapa orang bahkan belum tahu apa itu blogger??

Meskipun workshop maupun sharing komunitas sudah tidak saya jalani lagi seperti dulu ketika saya tinggal di Jakarta. Tetapi keyakinan saya untuk menumbuhkan blogger di kabupaten Paser sangat besar seiring cepatnya internet di Kota Tanah Grogot. Dalam benak saya timbul ide untuk mendirikan sebuah komunitas blogger Paser. Tentu saya tidak bisa melakukannya sendirian. Oleh karena itu media sharing saya ketika di Kota Tanah Grogot ini adalah komunitas Blogger dari Balikpapan.

Sayangnya gegap gempita internet 4G ini hanya dirasakan di ranah regional kota Tanah Grogot. Masih ada 9 kecamatan lagi yang jaringan internetnya belum memadai. Bahkan di pedalaman Kabupaten Paser Kalimantan Timur masih ada yang belum teraliri listrik.

Saya menyadari bahwa untuk membangun sebuah jaringan internet adalah sebuah bisnis yang capital intensive. Perlu dana besar untuk membangun kabel fiber optic, tiang pemancar dengan harga yang tidak murah.

Belum lagi tantangan geografis wilayah yang sangat menantang. Wilayah kecamatan lain di kabupaten ini masih belum dihubungkan dengan jalan yang layak. Masih banyak jalan berbatu dan tanah yang ketika hujan akan membentuk sebuah kubangan lumpur. Jalan yang sudah aspal baru separuh wilayah Kabupaten Paser. Bahkan beberapa wilayah harus ditempuh dengan menggunakan kapal. Oleh karena itu akses untuk membangun jaringan internet di beberapa wilayah memiliki tantangan terjal.

Meskipun demikian saya memiliki optimisme tersebarnya jaringan internet 4G LTE ke seluruh Kabupaten Paser. Entah 4 atau 5 tahun lagi.

Sebagai Ibu kota kabupaten, Tanah Grogot menjadi sebuah titik awal dimulainya internet super cepat. Selain itu juga sebagai percontohan untuk kecamatan lain mengembangkan jaringan internet. Saya juga sangat berharap besar kepada seluruh Provider internet untuk segera mengembangkan jaringan internet di kecamatan lain di Kabupaten Paser. Bagaimanapun juga kini internet menjadi sebuah kebutuhan yang bisa membangkitkan seluruh sektor perekonomian. 

Guyonan dan Bijaknya TNI AU

Dulu ketika masih duduk di tingkat sekolah dasar kelas 6 SD. Saya sangat beropsesi untuk menjadi bagian dari TNI AD. Cita-cita ini tumbuh dari kecil. Motivasi terbesar saya adalah meneruskan perjuangan almarhum kakek saya yang juga seorang legiun veteran pejuang kemerdekaan. Namanya Mbah Mistoyo.
Mbah Mistoyo Seorang Legiun Veteran Pejuang Kemerdekaan
Selain itu, Saya melihat gagah dan kerennya seorang prajurit TNI. Dengan seragam doreng, membawa senjata laras panjang dan lencana yang tersemat rapi di pundak. Belum lagi seorang prajurit terpilih yang menjadi kontingen garuda sebagai pasukan perdamaian dunia.  It’s so cool for me when I was child !!!

Namun seiring bertambahnya usia cita-cita itu kian luntur. Satu hal yang menjadi penghambat saya untuk ikut terjun ke dunia militer adalah tinggi badan yang kurang. Yahh itu lah nasib jadi orang pendek hehehe.

sekarang semenjak saya umur 22 tahun. TNI yang saya anggap dulu waktu kecil sifatnya tegas, bringas, kuat dan selalu serius. Ternyata punya sisi humorisnya juga. Candaan TNI saya ketahui dari akun twitter resmi TNI angkatan udara.
Satu tahun sudah saya mengikuti akun twitter ini. Sering sekali saya mention akun ini dengan kultwit yang memancing gelak tawa. Ya meskipun tidak jarang follower lain juga menanyakan sesuatu hal yang serius?

Humorisnya TNI AU
Beberapa kali saya sering senyum-senyum sendiri ketika melihat kultwit TNI AU. Di waktu luang saya malah biasa untuk stalking membaca kultwit airmin (sebutan untuk admin TNI AU). Misal saja ketika saya tanya. “Apakah tingkat ketampanan juga menjadi syarat seorang panglima TNI’?
Dengan gaya humornya beliau menjawab “ Jika tingkat ketampanan yang menjadi syarat maka admin TNI AU bisa jadi Panglima” *ngarepbanget. hehehe
Bikin Ngakak Kalau ini
ngrayu pacar dengan komando ,,

Hantu Langit TNI AU

Ban Pesawat Tubeles 

Nah Loh ada suka presenter #gagal move on

Nah anggapan saya mengenai ketegasan yang selalu menyelimuti seorang TNI terpatahkan di twit ini. Ketika saya menyampaikan pendapat tentang TNI yang selalu tegas dan serius. Maka TNI AU kembali menjawab “Bayangin aja tuh kalau TNI lagi ngrayu pacarnya dengan bahasa upacara siap grak. Bisa jadi jomblo ngenes tuh orang. Hehehhe. Semua harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.  

Tegas dan Bijaknya TNI AU
Selain sisi humor TNI AU tentu punya sikap bijak dan tegas ketika menanggapi mention followernya. Terlebih ketika menanggapi haters atau follower yang menyampaikan opini tanpa ada data dan fakta yang jelas. Misal ketika Seorang follower menyampaikan pesawat TNI AU belinya bekas semua atau sudah tidak layak terbang. Maka dengan ketegasannya Admin TNI AU menjawabnya dengan meminta data dan fakta yang jelas.
Kalau mau di folback ini syaratnya

Saya juga pernah bertanya “tentang doa admin setelah shalat jumat. Ternyata doanya adalah semoga masyarakat Indonesia yang tersesat dari jalur NKRI dan pancasila dapat kembali ke ibu pertiwi. Twit ini tentu mengingatkan kita semua untuk memegang teguh pancasila sebagai dasar negara. Dan terus menjaga kebhinekaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Oh ya Jangan pernah bertanya siapa gerangan dibalik admin TNI AU. Karena pertanyaan jebakan yang ingin mengetahui jati diri admin twitter pun sudah diantisipasi dengan cerdik oleh admin TNI AU.
Amin
Saya mengharapkan sih bukan hanya TNI AU saja yang memiliki akun twitter yang komunikatif dengan masyarakat. TNI AL dan AD juga bisa mengikuti jejak TNI yang memiliki semboyan “Swa Buana Paksa” itu. Bagaimanapun juga tugas untuk menjaga kedaulatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh prajurit TNI. Masyarakat juga turut serta aktif untuk bahu membahu menjaga NKRI. Setidaknya tidak menyebar berita burung atau sesuatu yang memecah belah NKRI. 
Media seperti twitter saya rasa menjadi sebuah wadah yang cukup ampuh untuk menjaga harmonisasi antara TNI dan masyarakat.

Bahkan mungkin setiap elemen negara ini punya admin yang kayak airmin ini. Pihak istana negara, kementerian, DPR dan semua elemen negara mulai dari pimpinan eksekutif, legislatif sampai yudikatif juga punya airmin-airmin lain. Atau nggak admin TNI AU yang menjadi admin semua twitter di lembaga negara ini. hahaha bisa keriting tuh jari nge-twit mulu.  


Salam 

Seorang Fighter Itu Bernama Blogger

Hobi menulis adalah motivasi awal saya untuk memutuskan terjun ke dunia blogger. Dulu saya mengira, blogger adalah bidang yang hanya butuh keterampilan menulis untuk menjalaninya. Anggapan ini bukan tanpa dasar sebab beberapa blog yang saya baca hanya menampilkan tulisan.

Setelah 2 tahun ngeblog akhirnya saya tahu bahwa blogger bukan sekedar nulis.  Di dalamnya banyak menyajikan konten kreatif mulai dari gambar, video dan infografis lain. Terlebih pada masa sekarang banyak menjamur beberapa penyedia konten menarik. Tidak hanya media mainstream yang mengacu pada aturan jurnalistik. Tetapi konten blog kini menjadi sebuah bahan untuk memperkaya referensi yang lebih fleksibel namun menyediakan konten yang variatif. Pembaca pun sangat selektif untuk memilih blog sebagai sarana untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Tentu blog yang memiliki visualisasi menarik dan sajian konten kreatif akan memiliki potensi besar mendatangkan pembaca.

Fenomena ini menuntut blogger untuk mengembangkan skill dalam membuat sebuah konten cantik. Baik dilihat dari perspektif tulisan maupun visualisasinya. Untuk mengembangkan terus skill kepenulisan. Saya terbiasa sharing dengan teman blogger. Beberapa komunitas blogger saya ikuti sebagai media untuk bertukar ilmu. Syukur-syukur jika komunitas itu menyelenggarakan workshop gratis pengembangan konten blog. Pada akhirnya saya membuat sebuah konten dan mengurutkannya ke dalam 2 tahapan. Tahapan pertama yakni pembuatan konten tulisan.
Konsep adalah modal awal untuk membuat konten kreatif
 Layaknya seorang arsitektur memikirkan ide membuat gambar dan bangunan yang akan didirikan. Blogger seperti saya juga menyusun sebuah ide atau gagasan yang akan saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Ide tulisan ini menjadi sebuah modal awal yang akan mempengaruhi foto, video yang akan disisipkan. Pondasi yang kokoh tentu akan mempengaruhi kekuatan rumah. Demikianlah saya menganalogikan ide tulisan yang akan mempengaruhi konten.

Ide akan kita temukan dimana saja dan kapan saja. Kadang lagi macet-macetan di jalan ide itu muncul, atau bahkan sedang mandi terbesit gagasan untuk menulis. Nah saya terbiasa untuk mencatat ide tulisan itu ke sebuah note. Setelah semua terkumpul baru saya tuangkan dalam bentuk tulisan di blog. Hal ini terbiasa saya lakukan karena tak jarang ketika sudah berada di depan laptop bingung mau nulis apa?? bahkan sampai jambak-jambak rambut dan menutup muka. Ide itu tak kunjung saya temukan. Oleh karena itu dengan mencatat ide yang terbesit di kepala maka dengan cepat kita bisa membuat tulisan ketika sudah di depan laptop. 

Di dalam tulisan saya juga sering mencantumkan data dan fakta sehingga konten yang tersaji lebih berbobot. Data dan fakta ini saya dapatkan dari riset kecil-kecilan. “Habis gelap terbitlah terang”. Kata itulah yang menjadi acuan saya. Konten yang disajikan blogger harus memberi pengetahuan yang bersifat mendidik atau membawa pembaca ke arah terangnya pikiran dari kegelapan pengetahuan. Bukan malah menjerumuskan pembaca ke sebuah artikel yang menyesatkan karena kurangnya atau bahkan salahnya data dan fakta yang dicantumkan.

Saya biasa menggunakan buku jika ingin riset. Buku lebih bisa dipertanggungjawabkan isi tulisannya. Jika ingin browsing saya lebih selektif untuk melakukannya. Saya sudah mempunyai list website terpercaya yang biasa menjadi acuan tulisan yang relevan dengan ide tulisan. Jika bertemu dengan website baru maka saya akan bandingkan dengan website lain yang mempunyai informasi sejenis. Dengan demikian tulisan yang saya buat memang benar adanya. Bukan benar katanya.

Usai membuat tulisan. Biasanya saya masuk ke tahap kedua yakni membuat visualisasi konten. Tulisan adalah raja dan visualisasi adalah ratu. Oleh karena pentingnya visualisasi ini saya biasa mencantumkan minimal2 foto pendukung di setiap konten blog. Foto yang sudah saya ambil tidak langsung di publish. Minimal editing terkecil adalah membubuhkan watermark sebagai tanda identitas bahwa foto itu memang asli dari dokumentasi pribadi. Namun saya juga sering mencantumkan sebuah video atau biasa disebut vlog. Bisa berupa testimoni, reportase maupun motion graphic.

Secara keseluruhan tulisan dan infografis sudah selesai dibuat. Terakhir adalah posting konten ke dalam blog. Saya langsung membagikan link artikel yang sudah terbit ke semua media sosial.

Media sosial menjadi kekuatan tersendiri untuk promosi konten. Ibarat kendaraan konten adalah motornya dan media sosial merupakan bahan bakarnya. Sehingga media sosial dan platfoam blog adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Blogwalking juga saya lakukan untuk menjalin silaturahim dengan blogger lain.
ASUS P2430 Sebagai Pendukung Untuk Membuat Konten Kreatif
Nah untuk membuat konten ini tentu membutuhkan bantuan berupa alat pendukung yang memadai. Mulai dari kamera, koneksi internet sampai alat terpenting berupa laptop. Alat perang blogger ini harus selalu prima. Coba bayangkan jika laptop yang kita gunakan sebagai alat perang sering mengalami gangguan atau lemot ketika digunakan untuk membuat konten?? Wahh tentu bisa menurunkan mood yang sudah terbangun dari awal membuat konten, bukan?

Dulu pada awal terjun ke dunia blogger. Saya memakai notebook dengan RAM 1 Gb dan processornya masih dalam generasi intel atom. Untuk menulis di dalam Microsoft Word laptop semacam ini memang masih bisa mendukung. Tetapi ketika dipasang aplikasi desain grafis danpembuat video. Laptop semacam ini tidak mampu menjalankan aplikasinya. Benar-benar menyiksa dan malah perlahan menghilangkan semangat untuk terus konsisten ngeblog.

Teknologi tingkat tinggi dipadu dengan tampilan yang stylish dan elegan ASUS P4320
Sampai sekarang karena tuntutan untuk selalu meningkatkan kemampuan. Saya pun sadar bahwa laptop juga harus di upgrade sehingga tercipta kesepadanan antara kemampuan dan alat yang digunakan. Kesana-kesini searching dan nanya ke beberapa toko laptop. Saya akhirnya menemukan sebuah laptop dengan performa yang memumpuni. Tidak hanya untuk menulis melainkan untuk desain grafis dan aplikasi pembuat video sebagaimana dibutuhkan oleh seorang blogger. Yups ASUS P2430 adalah laptop yang saya cari dan mampu mendampingi aktivitas blogging yang semakin kompleks.

Saya terbiasa untuk membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Mulai dari web browsing, desain grafis, microsoft office sampai pada stike note. Nah kegiatan multitasking ini tentu butuh sebuah processor yang gahar dan anti lemot. Kan runyam bin berantakan jika sudah masuk deadline membuat konten malah laptop yang digunakan macet atau loading nggak kelar-kelar sampai not responding, seperti motor yang kehabisan bensin.

Dengan sekejap ASUS P2430 menjawab semua kebutuhan blogger yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Tinggal pilih mau processor, yang Intel® Core™ i7 6500U Intel® Core™ i5 6200U, dan Intel® Core™ i3 6100U. Kalau saya pasti akan memilih Intel® Core™ i7 6500U sebagai pendukung aktivitas blogging. Dengan RAM 4GB dan Processor Core™ i7 ini maka akan performa laptop akan lebih maksimal dengan konsumsi daya baterai yang efisien. Saya bisa gunakan laptop untuk mengoperasikan aplikasi macam corel draw, photoshop, premier pro, after effect. Ditambah lagi dengan tampilan grafik NVIDIA® GeForce® 920M dan layar ukuran 14”. Membuat visualisasi laptop ini akan tajam dan nyatasesuai kebutuhan blogger yang memerlukan visualisasi grafis tinggi.

Blogger juga terbiasa untuk bekerja di luar ruangan. Terlebih ketika mencari ide dan butuh penyegaran. Tentu keadaan di luar ruangan tidak sama dengan di dalam kamar, ruang tamu dan bagian lain di dalam rumah yang memiliki kenyamanan ataupun pencahayaan yang cukup. Dengan fitur Anti glare dan one-piece Keyboard Chiclet yang dimiliki ASUS P430 memungkinkan saya untuk membuat konten dimana saja dengan fleksibelitas tinggi.

Dengan fitur anti glare laptop tetap dengan pencahayaan cukup meskipun kita membuat konten diluar ruangan yang notabene mendapatkan cahaya matahari yang terang. Anti glare ini akan mengurangi gradasi sinar matahari terhadap monitor laptop. Oleh karena itu kitatidak perlu untuk meningkatkan kontras cahaya monitor yang bermuara pada konsumsi daya baterai yang semakin besar. Selain itu anti glare juga akan mengurangi kelelahan mata akibat radiasi cahaya laptop. Terutama blogger seperti saya yang menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam di depan laptop.

Asus Sebagai Pendamping Setia Untuk Blogger
Sedangkan one-piece Keyboard Chiclet adalah fitur yang sangat penting bagi seorang blogger yang memerlukan mobilitas tinggi saat menulis. Fitur ini akan memudahkan kita untuk mengetik 10 jari dengan minimalisasi typo. Andaikata masih belum yakin ada typo terhadap tulisan yang diketikkan. Saya terbiasa untuk menggunakan penyeleksi typo otomatis. Sekecil apapun typo yang timbul tentu akan membuat makna kata berubah. Ditambah dengan Multi-gesture touchpad yang memudahkan kita untuk zoom, scroll secara otomatis dengan touchpad tanpa perlu lagi menggunakan mouse eksternal.

Usai membuat konten saya terbiasa untuk menyimpan terlebih dahulu dalam laptop. Baik itu file berbentuk tulisan, foto maupun video. Kebiasaan saya ini akan di dukung oleh kemampuan penyimpanan ASUS P2430 sebesar1 TB HDD 5400 RPM yang mampu menampung seabrek file kita. Jika Kapasitas penyimpanan itu belum cukup? Tenang saja, bisa kok di simpan dalam flashdisk atau harddisk eksternal yang akan didukung oleh 4 port USB. Jadi kegiatan blogger yang multitasking bisa terfasilitasi oleh laptop ini

Sistem keamanan data juga akan terjaga dengan baik dengan fitur HDD user password protection. Yaaaps, fitur ini menyediakan sistem keamanan ekstra yang sudah ditanamkan di laptop. Hanya kitalah yang bisa membuka folder penting dalam laptop ASUS P2430. Jadi jangan pernah risau data penting kita di bajak oleh orang lain.

Secara keseluruhan spesifikasi dan tampilan laptop sangat cocok sekali untuk mendukung kegiatan ngeblog membuat sebuah konten kreatif. Saya sampai sekarang mupeng banget cepat-cepat segera ganti laptop ASUS P2430. Produktivitas blogger akan bertambah dan kita bisa terus meningkatkan skill membuat sebuah konten. Kalau udah kayak gini bener-benerakan membangun mood booster untuk terus ngeblogdan berbagi ilmu kepada sesama. Oleh karena itu antara amunisi dan kemampuan harus seimbang untuk menciptakan sebuah konten menarik dan enak dibaca. Mulai sekarang siap-siap nabung deh!! Mewujudkan ASUS P2430 sebagai pendamping setia para blogger.


Begitulah tahapan yang saya lakukan dalam membuat sebuah konten. Tidak hanya kemampuan melainkan alat perang blogger juga akan mendukung terciptanya sebuah konten yang menarik. Saya harus berfikir kompleks mulai dari konsep konten, untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan maupun infografis sampai memilih alat perang yang biasa blogger butuhkan. Memang terdengar agak riweh jika ingin menciptakan sebuah konten kreatif. Oleh karena itu kenapa seorang fighter itu saya namakan blogger.
Konten Kreatif = Terus Berlatih Meningkatkan Kemampuan dan Di dukung Dengan Alat perang yang memadai

Tentu untuk menciptakan konten yang gurih dibaca tidak bisa dilakukan secara instan. Latihan terus menerus akan menciptakan sebuah habits yang bisa membuat konten kita lebih berkualitas. Masih ingat kansajak lama menyebutkan “Bisa Karena Terbiasa”. Nah mulai dari sekarang biasakan membuat konten terbaik tidak melulu tulisan melainkan dilengkapi dengan foto, video, dan infografis lainnya. Tanamkan dalam hati 


“jika ingin mengenal dunia membacalah, kalau mau dikenal dunia ngeblog lah”


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.