Profesi Ini Tidak Libur Ketika Lebaran

Bagi saya setiap hari raya Idhul Fitri memberi sebuah kesan berbeda setiap tahunnya. Tahun kemarin masih jadi ulat, tahun berikutnya jadi kepompong dan sekarang udah jadi kupu-kupu (emang metamorfosis) hehehe. Mungkin kamu juga merasakan perbedaan itu seiring dengan bertambahnya usiamu dulu sampai sekarang. Dulu ketika mampir dan silaturahim lebaran ke keluarga akan dapat angpao. sekarang udah nggak lagi bahkan mungkin sekarang kita yang gantian ngasih angpao. Perbedaan status seperti yang dulu masih jadi mahasiswa dan sekarang udah jadi pekerja atau bahkan mulai membangun rumah tangga tentu akan berpengaruh terhadap siklus hidup kita.

Perubahan siklus hidup ini adalah sebuah keniscayaan. Tetapi perubahan ini tidak lantas merubah euforia lebaran Idhul Fitri 1438 tahun ini. Semaraknya Idhul Fitri membuat setiap orang tersenyum lebar, bukan karena ada ketupat dan tahu bulat yang ada di setiap meja . Tetapi karena kita semua sudah meraih semua kemenangan itu setelah berpuasa menahan lapar, nafsu dan dahaga sebulan penuh. Ditambah kita bisa libur sejenak dari rutinitas harian untuk berkumpul dengan handai taulan dan sanak keluarga di kampung.

Suasana Lebaran Bersama Keluarga
Sekilas sempat terfikir di otak saya. Ada nggak ya profesi yang nggak libur dan harus merayakan Idhul Fitri sembari menjalankan profesinya? Pastinya ada, menurut pengamatan saya baik itu secara langsung maupun dengan melihat beberapa media masa. Berikut ini adalah pekerjaan yang tetap menjalankan aktivitasnya ketika kita semua libur lebaran.

1. Ibu Di Rumah
Nah ini yang paling dekat banget dengan saya tetapi tidak saya sadari selama bertahun-tahun. Setiap lebaran tiba ibu seakan tidak istirahat, malah lebih sibuk dari biasanya. Bagaimana tidak? dia sibuk menyiapkan kue lebaran, hidangan lebaran dan kebutuhan lebaran lain. Pokoknya seabrek kerjaan dapur diselesaikan ibu sendiri.  Apalagi jika seorang ibu yang masih punya anak kecil. mungkin lebaran bikin sibuknya makin bertambah dua kali lipat.

Saya sih kadang-kadang aja bantu ibu. Itupun kalau saya nggak lagi sibuk main HP ? hehehe. Memang ada sih beberapa yang terima beres aja. pesan makanan dan kebutuhan lebaran yang praktis dan nggak pake ribet. Tinggal keluarin uang, udah semua akan tersedia tanpa sibuk masak di dapur. Tetapi ibu saya termasuk tipe orang yang "Mending Buat Daripada Beli". Nggak boros dan bisa ningkatan kreativitas masak. Asek kan!!

2. Petugas Pengamanan Mudik/Polisi
Kalau ini udah jelas lah ya, kemarin waktu ada takbir keliling malah bapak polisi dan aparat keamanan lainnya sibuk dengan tugasnya. ngatur lalu lintas, Memastikan peserta takbir keliling dan yang nggak ikut takbir keliling juga aman.
buat pak polisi yang tugas waktu takbiran sampai sekarang. Saya ucapkan good luck pak polisi, Kamu keren!!!
Sumber : Infokyai.com

3. Professional Blogger and Youtuber
Mereka malah update konten ketika lebaran tiba. So, sudah dipastikan berarti mereka mulai membuat konten ketika H-1 atau waktu lebaran tiba. lihat aja chandraw liaow, agung hapsah dan anjas riski maradita. Mungkin banyak lagi ya youtubers yang update konten ketika lebaran. tetapi kebetulan beberapa youbers itu adalah channel yang udah saya subscribe. Tetapi kalau dilihat mah buanyak bangett...ngett. ngett lah jelasnya.

Nah kalau blogger juga tidak mau kalah update konten ketika lebaran tiba. Mereka ngedraft tulisan juga sebelum ramadhan pasti.  Banyak banget sih teman saya yang kayak gitu. Tapi saya nggak akan nyebutin, ntar mereka GR lagi hehehe.

4. Para Gamers Online 
Kemarin waktu saya beli kuota internet hari H lebaran. Busett deh anak-anak malah sibuk main game online. Bukan profesi sih sebenarnya tetapi lebih cenderung ke hobi. Jadi radak prihatin sih sebenarnya. Tapi ya mau diapain lagi. memang mereka passionnya itu. Yang penting nggak merugikan orang lain. Syukur-syukur kalau dapat menghasilkan uang dari main game online. Kayak reza oktovian contohnya. Bisa jadi orang kaya karena main game kemudian di upload di youtube.
Gamers Online Tetap Jalan Meskipun Lebaran

5. Wartawan/ Jurnalis

Kan nggak mungkin ya berita di TV, surat kabar atau koran malah libur karena idhul fitri, Justru momen lebaran ini dijadikan lahan empuk untuk mendatangkan penonton TV dan pembaca koran meningkat. Jadi para jurnalis yang mewartakan arus mudik dan balik itu tetap menjalankan aktivitasnya ketika lebaran.


Ahh tapi sekarang mah nggak usah terlalu khawatir. Dijaman milenial ini sekat jarak dan tempat udah bisa ditembus dengan sebuah teknologi. Yang  penting punya kuota internet dan smartphone di jamin rindu melaksanakan lebaran keluarga sedikit terobati. Apalagi sekarang kita bisa aktifin kartu perdana Super Ngobrolnya XL.
Jadi makin mudah komunikasi video call via LINE atau Whatsapp tanpa kuota.

Kalau mau nelpon juga tidak kalah murah hanya dengan biaya Rp 1/detik pakai kartu perdana XL.  Kalau lagi bosen juga bisa nonton youtube tanpa kuota. Sampe setahun lagi, kan bisa streamingan terus sampai bosen hehehe

Jurus Menjadi Anak Muda Produktif dan Kreatif


Semenjak lulus kuliah dan melepas status sebagai mahasiswa. Saya tidak berlama-lama larut dalam selebrasi kelulusan. Langkah cepat langsung saya ambil dengan merintis karir sebagai seorang karyawan. Memang kelihatan terlalu ngebut jika dibandingkan dengan beberapa teman yang memilih istirahat beberapa bulan tidak bekerja usai di wisuda.

Langkah yang saya ambil ini perlahan merubah siklus hidup saya. Jika dulu semasa mahasiswa saya sering disebut kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Kini nama sematan yang tepat untuk saya adalah kera-kera (kerja rapat–kerja rapat).   

Di tempat kerja saya dihadapkan dengan beberapa tugas yang bervariasi dan itu sangat kontras berbeda dengan teori yang saya dapatkan ketika kuliah dulu. Keadaan ini tidak lantas membuat saya malas dan akhirnya menyerah dengan keadaan. Semangat saya malah semakin terlecut. Saya yakin, berbagai masalah yang saya hadapi akan membuat diri ini grow to the up.

Selain bekerja saya juga tidak meninggalkan aktivitas ngeblog dan desain grafis yang memang lebih dulu saya jalani semenjak kuliah. Biasanya disaat kerja di kantor agak luang. Saya sempatkan untuk merawat blog, ditambah dengan karya desain grafis untuk mempercantik konten. Terlebih sekarang saya juga mulai belajar membuat konten video. Membuat hari-hari saya lumayan padat dengan kegiatan harian itu.
Semua Kegiatan Menuntut Saya Untuk Terus Produktif & Kreatif
Semua aktivitas yang saya jalani, menuntut saya untuk terus produktif dan kreatif. Untuk tetap produktif dikala terpaan segudang kesibukan. Saya terbiasanya untuk break down pekerjaan ke bentuk lebih sederhana. Saya urutkan berdasarkan skala prioritas. Setiap ada tugas kantor, saya catat pada sticynote kecil kemudian saya tempel di meja. Antisipasi aja biar nggak lupa dengan kerjaan dan tenggat waktu yang telah ditentukan.

Misal minggu ini saya harus merekap data, pekerjaan ini harus saya selesaikan dalam waktu 3 hari. Menyusul kemudian saya harus membuat laporan bulanan untuk di setor ke bos. Semua pekerjaan ini saya perkirakan selesai dalam waktu 2 hari. Jadi selama weekdays pekerjaan kantor sudah terselesaikan. Selebihnya untuk weekend saya sudah benar-benar lepas dari pekerjaan dan bisa dimanfaatkan untuk refreshing atau mengupdate konten blog.

Untuk menjaga semangat biar nggak turun. Saya biasakan setiap hari untuk bangun pagi, apalagi momen bulan puasa seperti sekarang. Bukan jadi alasan untuk tidak produktif dan bermalas-malasan. Dengan bangun pagi pikiran saya jadi lebih segar. Produktivitas dan kreativitas lebih sering muncul ketika pikiran segar tanpa beban di waktu fajar menjelang.
Jurus Yang Saya Terapkan Untuk Tetap Produktif & Kreatif

Saya juga punya jurus sederhana yang sudah saya terapkan semenjak kuliah dulu. Sebuah pekerjaan akan lebih kreatif dan produktif jika pekerjaan yang dijalankan sesuai passion (kesukaan), dikerjakan di tempat yang tepat dan didukung dengan sebuah alat yang memadai. Ketiga elemen ini sangat potensial kedudukannya supaya hidup terus semangat dengan produktivitas tinggi dan kreativitas tanpa batas.
Senang banget deh kalau ngerjain apa disukai. Ya, semacam kita suka sama seorang cewek. Terus berusaha lebih semangat untuk PDKT dan akhirnya mendapatkannya. Artinya ketika saya mengerjakan apa yang disukai secara otomatis akan memunculkan sebuah gairah dan motivasi untuk terus menyelesaikan pekerjaan dengan senang hati. Hal ini tentu secara langsung akan mempengaruhi produktivitas dan kreativitas kita.
Lakukan Kerjaan Yang Kamu Suka Niscaya Membuat Kita Lebih Produktif & Kreatif
Semua orang mempunyai passion masing-masing. Jadi jangan pernah meniru atau berpura-pura menjadi orang lain. Sesuatu yang di dasarkan pada sebuah kepura-puraan. Tidak akan berlangsung lama. “Do your self” Karena setiap manusia di anugerahi keunikan potensi yang bisa kita maksimalkan.

Oleh karena itu mengenal passion sedini mungkin akan berdampak besar terhadap produktivitas dan kreativitas kerja.  Jangan sampai pekerjaan dan aktivitas kita jalani malah menjadi beban. Bahkan mungkin penghambat kita untuk bekerja.

Dulu sewaktu masih kuliah semua pekerjaan dan istirahat saya lakukan di atas kasur. Maklum anak kost nggak punya meja atau perabot lain yang digunakan untuk belajar. Bukannya produktif apalagi kreatif. Bekerja di atas kasur membuat saya cepat mengantuk. Mata cepat lelah karena di samping kiri dan kanan sudah tersedia bantal dan guling yang seakan punya mulut dan terus memanggil. Dah pada akhirnya semua tugas tidak dikerjakan karena saya terlelap tidur.

Sekarang saya berusaha untuk membangun tempat kerja yang memicu saya tetap produktif dan berfikir kreatif. Tidak harus di dalam ruangan. Kadang untuk mencari inspirasi saya bisa mengerjakan tugas kantor di luar ruangan sambil menikmati pemandangan.

Sedangkan untuk tempat kerja di rumah. Paling murah sih beli meja lipat terus sambil duduk saya ngerjain konten blog atau kerjaan kantor. Bila ingin berniat menata kamar sebagai pusat kerja. usahakan membeli meja kerja khusus. Pokoknya jangan sampai di atas tempat tidur. Karena pasti ujung-ujungnya molor.
Tata Ulang Tempat Kerja Menjadi Nyaman & Menyenangkan
Oh ya., saya juga terbiasa untuk menjauhkan smartphone dari jangkauan ketika kerja. Nada panggilan dan notifikasi tetap saya aktifkan biar kedengaran jika ada panggilan penting. Smartphone seringkali membuat saya tidak produktif. Bagaimana tidak? setiap lima menit kerja terus megang smartphone 15 menit. Kan bisa habis tuh waktu kalau porsi mainan smartphone lebih besar dari pada bekerja.

Dua elemen untuk menjadi produktif dan kreatif sudah terpenuhi. Kemampuan sudah ada, passion dan tempat kerja pun sudah tersedia. Terakhir adalah sebuah alat pendukung yang memadai. Istilahnya kalau orang perang itu perlu senjata yang mutakhir. Jika sebuah skill sudah mumpuni tetapi tidak dipersenjatai dengan senjata mutakhir. Bisa jadi kita kalah sebelum berperang. That’s why alat pendukung ini menempati titik potensial untuk membuat kita lebih kreatif dan produktif.

Bayangkan saja ketika kita menghadapi sebuah project besar. Saat sedang asyik mengerjakan. Kemudian menjelang deadline, alat yang kita gunakan ada gangguan atau bahkan rusak. Tentu semuanya akan runyam bin berantakan. Bukannya selesai malah uring-uringan karena alat yang digunakan tidak bisa di ajak kompromi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kebetulan aktivitas yang saya lakukan baik itu kerja di kantor, ngeblog maupun desain grafis sebagian besar menggunakan alat pendukung berupa perangkat komputasi. Di kantor sudah disediakan sebuah komputer.  Kendati cukup lancar jika dipakai kerja. Tetapi tidak mungkin saya memindahkan atau membawa CPU seukuran laci lemari itu kerja di luar kantor. Apalagi sekarang saya kerap kali mendapat tugas kerja ke luar kota. Membuat saya akhir-akhir ini mulai berfikir bahwa saya harus mempunyai sebuah komputer dengan tingkat fleksibilitas tinggi.  Oke saya ingin punyai notebook yang sesuai untuk mendukung semua aktivitas.

Saya termasuk orang yang sangat selektif dan agak rempong dalam memilih sebuah barang. Terutama notebook yang notabene merupakan alat penunjang kerja.

Biasanya saya melihat review dulu di internet kemudian bertanya ke beberapa orang yang kapasitasnya mampu merekomendasikan saya membeli notebook. Saya timbang juga berapa besar saya harus merogoh kantong untuk mendapatkan sebuah notebook itu. Kalau bisa sih yang harga agak miring tapi kualitasnya oke.

Sampai pada akhirnya saya mengenal sebuah notebook ASUS E 202 ketika jalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan. Tampilan dan bentuknya sangat menggoda. Membuat saya beranikan diri untuk bertanya-tanya pada seller yang sudah siap sedia menjelaskan kepada saya mengenai spesifikasi ASUS E202.

"Mari mengenal ASUS E202 dari dekat?"

Tampilan & Desain Notebook
Saya langsung menaruh perhatian lebih kepada ASUS E 202 sejak pertama kali melihatnya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama . Betapa tidak, pancaran warnanya sangat estetik. Pilihan warna notebook ASUS E202 sangat variatif. Tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Kalau saya lebih memilih warna lightning blue karena lebih selaras dengan kepribadian saya yang santai dan tidak terlalu berlebihan.
Pilihan Warna Asus E202
Notebook ini berukuran A4 seperti kertas yang biasa dibuat ngeprint. Tetapi jika diukur secara rinci ASUS E202 memiliki dimensi 29.7 x 19.3 x2.14 cm. Artinya panjang dan lebar notebook lebih kecil dari pada ukuran kertas A4 yang memiliki ukuran berapa 21 x 29,7 cm. Body yang mungil ini sangat Fleksibel digunakan dimana saja dan kapan saja. Bisa ditenteng atau dimasukin ke tas yang ukurannya kecil. Bobot notebook yang hanya 1, 21 Kg. Nggak bakalan bikin pundak pegel deh pokoknya, Dibawa bepergian oke, ngerjain tugas dijalan bisa, ngetik sambil nunggu antrean juga hayukk.  Jadi seluruh waktu bisa lebih produktif karena bisa bekerja setiap saat.
Ukuran Yang Mini dan Berat yang Ringan Membuat ASUS Bisa Diajak Kemanapun Bekerja
Oke kita berpindah ke layar yang berukuran 11,6 inci. Meskipun kecil tetapi nggak bakalan bikin sakit mata karena resolusinya udah HD (1366 x 768). Jadi bisa juga tuh kalau bosen ngeblog terus nonton drama Korea. Ditambah dengan teknologi ASUS Splendid dengan system vivid. Membuat tampilan notebook lebih kaya warna baik itu untuk desain grafis ataupun melihat foto dan video.

Layar HD beresolusi tinggi itu di dukung dengan desain Keyboard desain one-piecce chiclet. Jarak antar keyboard 1,66 mm membuat saya bisa mengetik postingan blog lebih akurat dan cepat seperti cepatnya saya ketika membalas chat gebetan. Di bagian Touchpad juga tidak kalah trendy. Ukurannya 36 % lebih gede.  Lengkap dengan fitur smart Gesture yang sangat bermanfaat untuk bekerja cepat dengan teknik drag, zoom in dan zoom out.
Fitur Touchpad Smart Gesture ASUS E202

Processor/ Teknologi 
Setelah tampilannya sudah aduhai menggoda. Sekarang mari kita selami si mungil ASUS E 202 dari sisi processor dan teknologi yang digunakan. Kalau tampilan oke, tapi processornya lemot kan jadi kayak mobil yang bodynya mulus tapi mesinnya sering mogok. Jadi ya processor ini seperti otak dan jantungnya notebook.

Notebook ASUS E202 ini sudah dibekali dengan Intel Celeron Dual Core N3050 generasi kelima. Processor ini bisa bekerja sampai pada clock speed 1,6 Ghz up to 2,16 Ghz. Sedangkan untuk sistem operasinya, notebook yang kecil nan molek ini hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS dengan RAM 4 GB. Wih keren banget kan? Kayaknya saya nggak bakalan takut notebook lemot karena kerja dan harus merekap data di excel yang jumlahnya sampai ribuan.

Dari segi konektivitas saya bisa berselancar di dunia maya dengan Wi-Fi 802.11ac. Lumayan banget nih buat memaksimalkan download pake wifi gratisan di kantor. Bayangkan saja dengan teknologi wifi yang sudah tersemat tersebut saya bisa internetan sampai pada kecepatan 1300Mbps. Saya bisa asal comot film di internet tanpa takut koneksi lemot. Nonton live streaming bulutangkis atau sepakbola tanpa takut buffering. Tentu dengan syarat koneksi jaringan yang cepat pula.


Notebook ASUS E202 juga sudah dilengkapi dengan USB 3.1 Type-C yang dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible. Kecepatan transfernya juga super kenceng bahkan  11× lebih kenceng dibanding USB 2.0. Jadi waktu kita bisa dihemat dan digunakan untuk menyelesaikan kerjaan lain. Kalau pengen transfer data dari smartphone juga bisa banget kok. Kita tinggal gunain Bluetooth 4.0 yang jangkauannya sampe 100 meter. 
Battery


Yang paling membuat saya nggak khawatir karena mobilitas kerja yang tinggi dan keberadaan colokan yang agak susah di cari adalah battery notebook. Processor yang ditanamkan membuat nilai Thermal Design Power (TDP) kecil.

Hal ini sangat berpengaruh pada konsumsi battery si mungil Asus E 202. Battery dengan 3 Cells 48 Whrs Polymer lebih hemat dan bisa bertahan sampai 8 jam dengan kondisi kerja normal.  Jadi nggak terlalu cemas jika lagi di jalan atau ketika menyelesaikan kerjaan di luar ruangan yang jauh dari akses colokan listrik. Nilai thermal design power (TDP) yang kecil, membuat notebook juga tidak memerlukan pendinginan berbasis kipas (fanless design). Bisa dipastikan suara yang ditimbulkan dari notebook juga tidak ada. Jadi bisa tenang dan aman sentosa kerja tanpa gangguan suara
Battery Tahan Lama ASUS E202
 Kapasitas penyimpanan
Untuk urusan ini saya tidak mau kompromi. Maklum data yang saya simpan lumayan banyak. Mulai dari foto, video, draft artikel sampai dokumen kantor. Untungnya notebook dibekali dengan kapasitas penyimpanan sampai 500 Gb. Hard disk sebesar itu bisa menuruti kemauan saya untuk menyimpan seabrek data penting.

Secara keseluruhan kriteria sebuah alat pendukung berupa notebook yang saya inginkan memang sudah ada pada ASUS E 202. Tetapi tidak bisa dipungkiri meskipun memiliki kemampuan diatas notebook pada umumnya. Perlu juga perawatan khusus untuk menjaga agar performanya tetap stabil.
Kita bisa menyimpan semua data foto, video maupun file kerja sampai 500 Gb

Nah jika kelak saya mempunyai notebook E 202. Tentu saya akan melakukan sedikit trik perawatan untuk menjaga notebook kesayangan agar bisa untuk blogging, kerja, desain grafis maupun editing video.

Pertama saya lakukan perawatan ringan pada hardware notebook. Menghindarkan dari debu berlebihan. Membersihkannya dengan cleaning kit notebook. Selain menjaga notebook tetap kinclong. Membersihkan hardware baik itu dibagian keyboard, layar dan keseluruhan body juga memperkecil potensi kerusakan akibat terganggunya oleh biang debu dan kotoran.

Kemudian setelah memulai bekerja saya tidak akan membuka aplikasi secara bersamaan. Misal dalam waktu yang sama membuka aplikasi movie maker, photoshop, corel draw dan Microsoft office. Padahal aplikasi itu belum dipakai untuk bekerja. Nah penggunaan seperti ini membuat processor bekerja lebih keras dari biasanya. So saya harus mulai menumbuhkan peri ke notebookan.  

Terakhir untuk menghilangkan junk file yang ada di sistem notebook. Perlu rasanya saya membersihkannya dengan cara disk clean up notebook. Setidaknya 2 bulan sekali junk file harus dibersihkan supaya tidak memenuhi hard disk dan membuat notebook jadi lemot. Data yang sudah saya hapus di recycle bin juga sebisa mungkin langsung dipermanenkan jika sudah tidak diperlukan. Jika tidak maka akan memenuhi sistem data C dan bisa menurunkan kinerja notebook.

Kini semuanya sudah komplit mulai dari membangun passion, tempat kerja yang kreatif dan alat berupa notebook ASUS E 202. Saya bisa lebih produktif bekerja dan menyalurkan ide kreatif untuk blogging, desain grafis dan editing video. Tinggal menjaga konsistensi untuk tetap fokus dan pantang menyerah dalam mengejar karir selagi saya masih muda. 




Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com 

5 Cara Ngabuburit Yang Bermanfaat !!

Akhirnya kita semua sudah di penghujung bulan ramadhan. Nggak terasa banget deh pokoknya. Waktu ini bergulir begitu cepat. Sampai tidak terasa lebaran sudah tinggal menunggu hitungan hari. Kendati sudah mendekati lebaran. Jangan sampai nilai ibadah puasa kita menurun akibat sibuk menyiapkan baju lebaran ya!! hehehe. Nggak apa-apa juga sih beli baju asal tidak berlebihan.

Selama bulan ramadhan tahun ini saya seringkali mengisi waktu ngabuburit dengan beberapa kegiatan. Udah pada tahu kan ya ngabuburit? Yupps,. bener banget waktu yang kita gunakan untuk menunggu buka puasa tiba. Berikut adalah 5 cara yang yang bisa anda lakukan untuk menunggu waktu buka puasa tiba.

1. Baca Al Quran
Yang satu ini adalah cara yang paling keren, plus membuat pahala puasa akan lebih barokah. Ya iya lah bulan ramadhan kan bulan diturunkannya Al Quran. Oleh karen itu bulan ramadhan sering disebut bulan Nuzulul Quran.  


Sembari kamu menahan lapar dan dahaga karena berpuasa. Mending waktu menjelang berbuka dipake buat tilawah. Lumayan kan dapat satu juz Al Quran. Kalau setiap hari dapat satu juz. Komplit deh sebulan jadi khatam. Pahala puasa dapat, pahala baca Al Quran dikalikan 10 kali kebaikan. Menang banyak deh jadinya.

Oh ya sekedar informasi kalau pengen jadwal membaca Al Quran kamu rutin dan konstan setiap hari. Mending ikut program Odoj. Di setiap kabupaten InsyaAllah ada kok pengurusnya. Cari aja informasi dari teman-temanmu atau bisa juga cari grup Facebooknya. Tinggal kamu pilih tuh program satu hari satu juz. Tapi kalau nggak kuat ya pilih aja odalf (satu hari setengah juz). Kalau masih belum kuat juga ya pilih satu hari satu lembar Al Quran.  Itu kalau kamu nggak malu. Inget umur lah ya hehehe.

2. Hadir ke majelis ilmu
Nah di bulan ramadhan biasanya di masjid atau langgar banyak sekali yang mengadakan kajian. Entah itu tentang Sirah nabawiyah, fiqih, tajwid atau hal lain yang membuat pengetahuan agama kita meningkat. Syukur juga kalau setelah kajian ada takjil dari masjid. Jadi sekalian buka kemudian shalat magrib berjamaah di masjid.


3. Latihan memanah
Kegiatan ini sempat saya jalani, meskipun Cuma sekali sih,. Tapi ada niatan saya untuk melanjutkan latihan rutin. Memanah adalah olahraga yang di sunnahkan selain berenang dan berkuda. Selain itu kita juga bisa melatih kemampuan untuk fokus membidik sasaran. Biar nggak sering gagal fokus aja sih !! hehehe


4. Bersepeda
Alhamdulillah kemarin baru dapat sepada baru. Jadi sering bersepeda mengelilingi kota suka-suka sembari menunggu waktu berbuka. Lumayan sambil menikmati udara ramadhan di sore hari sambil menghirup udara segar. Nggak usah jauh-jauh ya kalau bersepeda sambil ngabuburit entar pingsan di jalan lho.

5. Berburu Menu Buka Puasa
Nah kalau ini saya lakukan waktu jadi mahasiswa dulu. Keliling komplek cari makanan buat berbuka. Maklum di kost nggak ada yang masakin. Kalau lagi beruntung kadang juga dapat takjil gratis dari lembaga atau organisasi kemasyarakatan. Kadang juga dapat takjil gratis dari masjid dekat kost, atau tempat tetangga yang lagi hajatan. Tetapi jangan sampai momen berbuka jadi ajang balas dendam dengan makan yang berlebihan. Sampai perut penuh dan akhirnya ngantuk, nggak bisa ikutan shalat teraweh karena ketiduran. 


Di detik-detik menjelang lebaran idhul fitri ini marilah kita mawas diri. Meminta ampunan atas segala dosa yang telah kita perbuat. Apakah amalan bulan ramadhan ini sudah maksimal. Ataukah kita hanya disibukkan dengan aktivitas mengejar dunia dengan segala antah brantahnya.  Satu hal yang menjadi harapan saya adalah bisa dipertemukan di bulan ramadhan tahun depan. Amin ya robbal alamin 

Karena Saya Bukan Superhero!!

“Kamu sekarang udah besar ya dek, Perasaan ibu baru kemarin menggendong dan menyuapimu ketika kamu merengek”! Kata ibu di sela- sela sarapan di rumah.
“Fokus kerja aja dulu nggak usah neko-neko”! tambah ibu sambil memakan hidangannya.
“Ya bu doakan saja anjar kerjanya lancar”, jawab saya sambil menganggukkan kepala.

Itulah obrolan ringan saya dengan ibu sembari sarapan dengan hidangan tahu tempe dan siraman sambal terasi yang rasanya pedas menggelegar. Maklum hari ini adalah hari pertama saya masuk kerja. jadi harus bangun pagi dan sarapan tepat waktu supaya tidak telat pergi ke kantor.

Bersyukur banget, setelah lulus kuliah saya langsung mendapatkan pekerjaan yang tidak jauh dari rumah. Saya bekerja di suatu instansi yang menangani tentang Industri kecil dan menengah.  

Tidak banyak yang saya kenal dikantor. Hanya ada 2 teman yang juga karyawan baru dan 1 karyawan semeja ketika hari pertama masuk kerja yang saya kenal. Target yang pertama tentu saya bisa kenal dengan banyak rekan kerja. Untuk kemudian bisa bertanya dan bekerja sama.

Menghadapi Berbagai Kesibukan dan Kerjaan di Kantor
Saya mencoba untuk mengakrabkan diri dengan beberapa karyawan lain. Berdiskusi dan mulai menyelesaikan kerjaan sama-sama. Anggapan saya pertama kali, di lingkup kantor seperti ini sering terjadi persaingan yang berujung pada perselisihan antar individu. Ternyata anggapan itu berbanding terbalik. Antara karyawan satu dengan yang lain saling membantu jika ada kesulitan. Mereka juga menyambut hangat saya sebagai karyawan baru.

Pekerjaan yang saya lakoni sekarang juga ada korelasinya dengan jurusan kuliah yang saya ambil yakni teknik industri. Jadi kalau diajak diskusi, saya bisa berperan menyumbang pendapat ketika diminta membahas tentang strategi pengembangan Industri Kecil dan menengah. 
Oke berarti target saya akrab dan bisa kerja sama dengan karyawan lain yang lebih senior, akhirnya kesampaian, 

Dua bulan berlalu, kesibukan di kantor lumayan menumpuk. Pameran UKM, rapat, persiapan rencana penyuluhan dan beberapa kerjaan lain sudah antri menunggu giliran untuk dikerjakan. Tak jarang jika ada proyek mendadak saya harus lembur menyelesaikan acara malam itu juga.
Meskipun sudah lumayan sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ketika cuti, saya tidak lantas berdiam diri di rumah. Waktu tenggang libur saya manfaatkan untuk jalan-jalan. Entah itu di sekitaran kota Tanah Grogot maupun pergi ke Ibukota provinsi Samarinda. Jika sudah ke Samarinda maka destinasi seperti kampung dayak, Islamic Center Samarinda dan menikmati pemandangan sungai Mahakam menjadi aktivitas travelling yang tidak boleh saya tinggalkan.
Islamic Center Samarinda 
Tepian Sungai Mahakam Samarinda Kalimantan Timur

Taman Wisata Budaya dayak 
Bagaimana dengan aktivitas ngeblog saya? Nah untuk yang satu ini memang sesuatu yang tidak bisa saya tinggalkan. Bagai sayur tanpa garam yang rasanya hambar. Jika udah kerja terus travelling tanpa ditulisakan di blog itu rasanya kayak ada yang kurang dari diri saya.

Oleh karena itu sepulang dari travelling saya tidak lantas istirahat untuk sekedar family time apalagi curhat dengan ibu dan keluarga. Ujug-ujug saya langsung melototin komputer untuk menuliskan pengalaman jalan-jalan. Seperti tulisan ini, saya buat usai jalan-jalan dari Samarinda. Kadang juga di sela-sela pekerjaan kantor maupun sepulang kerja saya sempatkan merawat blog ini supaya tidak lumutan.

Meskipun badan kadang terasa agak letih dan pegal-pegal menjalani seabrek kesibukan ini. Tetapi saya tidak terlalu menghiraukannya. Kadang saya begadang sampai jam 2 malam menyelesaikan kerjaan.

 “Paling juga nanti hilang pegelnya waktu mandi pagi.” Pikir saya tidak terlalu mempersalahkan rasa letih menjalani kesibukan sebagai pekerja, blogger dan traveller. Sebagai generasi muda, bagi saya yang terpenting kegiatan saya positif dan aktivitas ini tidak mengganggu orang lain.

Tupai yang gemar melompat ternyata jatuh juga. 4 bulan saya kerja dan menjalani aktivitas sedemikian sibuk. Mulai dari kerja, jalan-jalan sampai membuat konten blog. Akhirnya saya jatuh sakit dan harus periksa ke dokter. Kepala rasanya pusing dan mata berkunang-kunang. Diagnosa awal sih memang dokter menyatakan hanya kelelahan biasa akibat kecapean dan makan yang tidak teratur.

Sakitnya saya ini juga mengundang amarah ibu. “Mulai sekarang jaga kesehatanmu jangan terlalu memporsir badanmu. Ibu kan udah sering bilang nggak usah neko-neko. Kalau kerja ya udah fokus kerja. nggak usah terlalu sering Jalan-jalan, terus di depan laptop sampai larut malam. Makan sering telat minum juga sering diabaikan”, Kata ibu sambil menunjukkan raut muka penuh ketegasan.

“Baik bu ,! Hanya itu jawaban saya kemudian terdiam, Saya tidak ingin membakar amarah yang saat itu sedang membuncah. Amarah keras itu saya terima karena saya tidak mengenal waktu dan kesehatan sendiri. Semua seolah saya abaikan demi mengekspresikan hobi dan pekerjaan saya.

Usai agak pulih akhirnya saya tersadar. Saya bukanlah superhero yang kuat dan tidak perlu istirahat untuk melakukan aktivitas. Sebagai anak muda, memang tidak bisa dipungkiri saya memiliki semangat yang kuat. Tetapi apalah daya kekuatan ini tidak sehebat superhero. Saya tidak perlu memeras keringat sampai begadang demi memenuhi hobi dan kerjaan. Kerja keras boleh tetapi tubuh harus tetap dijaga kesehatannya.

Ok, sekarang saya memutuskan berubah tetapi tidak menjadi superhero. Saya akan merubah kebiasaan buruk yang selama ini saya jalani. Kini saya memiliki konsep untuk mengatur semua aktivitas.  Mulai dari kerja, travelling dan ngeblog saya atur sehingga bisa berjalan seirama tanpa menyiksa tubuh. Supaya semuanya bisa berjalan konsep perubahan saya ini mengacu pada tiga hal yakni manajemen waktu, asupan nutrisi dan ibadah saya.

Atas nama profesionalitas aktivitas yang menjadi prioritas utama adalah kerja di kantor. Skala prioritas ini penting supaya kerjaan tidak menumpuk dan pada akhirnya saya harus begadang menyelesaikan. Kerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu yang panjang selalu saya break down menjadi ganchart sehingga bisa terselesaikan tepat waktu. Saya juga tidak akan menunda kerjaan sesuai ganchart yang sudah saya buat sendiri.

Jalan-jalan tetap saya lakukan tetapi sebulan sekali. Maksimal dua kali jika waktu dan kondisi tubuh memungkinkan. Hobi saya ngeblog juga tetap saya lakukan tetapi intensitasnya saya kurangi. Tidak lupa saya juga olah raga dua minggu sekali. Semua aktivitas ini saya kemas dalam sebuah perencanaan aktivitas bulanan.  Saya list beberapa kerjaan yang harus diselesaikan, tujuan jalan-jalan dan judul postingan blog yang mau saya buat setiap bulan.

Dulu sebelum sakit, nutrisi tubuh memang kadang suka terabaikan. Nafsu makan berkurang imbas dari kerjaan yang menumpuk. Alih-alih makan, saya sudah dikenyangkan dengan kerjaan dan hobi yang sangat menyita waktu. Di tahap pemulihan badan pasca sakit, sebisa mungkin saya makan teratur. Meskipun kadang terpaksa karena ingin cepat sehat.
Sebenarnya saya ingin mencari suplemen atau vitamin untuk memulihkan dan menjaga kondisi tubuh. Pengennya sih dalam bentuk minuman yang tidak hanya menyehatkan tetapi juga rasanya enak.
Bagai gayung bersambut, akhirnya saya menemukan Herbadrink Sari temulawak. Saya menjatuhkan pilihan ke minuman ini karena herbadrink sari temulawak masih tergolong jamu. Sudah barang tentu jika minuman yang masuk kategori jamu pasti minuman herbal dengan resep tradisional asli Indonesia. Bedanya herbadrink sari temulawak diproses secara modern dan di kemas dalam bentuk sachet. Tetapi jangan khawatir herbadrink sari temulawak tidak mengandung pengawet sehingga tidak menimbulkan efek samping.
Meminum herbadrink ini seakan membawa saya nostalgia. Dulu sewaktu kecil saya sering dibelikan jamu temulawak dari tukang jamu gendong di kampung. Temulawak sebagai komposisi utama herbadrink ini memang dikenal sebagai tanaman perdu yang menyehatkan. Selain meningkatkan nafsu makan, temulawak juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan hati dan membersihkan darah dari racun. Rasa herbadrink sari temulawak ini manis sehingga cocok untuk semua umur.

Bentuk herbadrink sangat praktis dikemas dalam bentuk box yang terdiri dari 5 sachet.  Bisa dibawa kemana-mana dan bisa diseduh setiap saat baik dengan air hangat maupun air dingin. Ketika menyeduh, Biasanya saya sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kalau lagi hujan saya menggunakan air hangat, Nah kalau lagi panas terik di kantor, saya pun menggunakan air dingin sesekali saya tambahkan es biar tambah segar.
Kamu pilih Herbadrink Dingin Atau Hangat
Sekarang di sela-sela travelling kerja ataupun ngeblog saya sering minum herbadrink sari temulawak. Selain menjaga daya tahan tubuh untuk tetap konsentrasi, herbadrink sari temulawak juga menambah mood booster saya dalam beraktivitas.


Kesehatan dan rezeki yang memberikan adalah tuhan. Jadi ya sudah sepantasnyalah kita untuk beribadah kepadanya. Meminta untuk selalu diberi kesehatan dan melancarkan apa yang  saya cita-citakan. Ibadah ini menjadi mutlak dan tidak boleh saya tinggalkan. Selain sebuah kewajiban, ibadah juga merupakan wujud kita kepada tuhan, rasa syukur ibadah juga sebagai bentuk

Kini semua sudah terkonsep dengan baik. Kerja, travelling dan blogging sudah berjalan seirama tanpa perlu begadang yang menguras tenaga. Meskipun tidak power full seperti dulu tetapi setidaknya semua bisa terstruktur dengan baik. Memang benar mental juara, pantang menyerah dan determinasi tinggi harus dimiliki pemuda seperti saya, tetapi hal ini harus memperhatikan waktu dan kesehatan tubuh.

Menjadi anak muda sukses tidak harus menjadi superhero, Cukup dengan cara yang mudah simpel dan terkonsep dengan matang. Kuncinya adalah Jalani, usahakan dan syukuri apa yang ada sekarang.
Memang benar tidak ada yang sekuat superhero yang bisa bekerja tanpa istirahat. Tidak ada juga orang yang paling kuat sehingga dia bisa mengerjakan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Yang ada yang orang yang mampu mengatur waktunya dan kesehatan tubuhnya kemudian mewujudkan mimpinya. 


Sertifikasi SNI, Formulasi IKM Untuk Berkompetisi

Kebijakan penumbuhan Industri Kecil dan Menengah menuju Indonesia sebagai industri yang tangguh 2025 menjadi sebuah angin segar bagi masyarakat untuk berkreasi. Beberapa program unggulan dan dana besar dikucurkan untuk mengimplementasikan rencana itu. Wirausaha mulai tumbuh, Masyarakat juga berlomba-lomba untuk berinovasi membuat sebuah produk yang kreatif dan berkualitas sehingga bisa laku pasaran.

Nah berbicara tentang kualitas sebuah produk. Setiap produsen tentu mengklaim bahwa produknya lah yang paling berkualitas. Tetapi apakah indikator yang menentukan sebuah produk itu berkualitas?? Untuk menjamin sebuah produk itu berkualitas. Di Indonesia mempunyai acuan resmi yakni Standar Nasional Indonesia (SNI).
Produk IKM yang bervariasi, sangat butuh SNI untuk meningktakan daya saing (sumber : Dokumen Pribadi)
Jika sebuah produk memiliki sertifikasi SNI. Sudah barang tentu produk ini telah melewati serangkaian penilaian uji kualitas dan proses inspeksi yang mendalam. Lantas apa hubungan SNI dengan IKM?

SNI akan sangat memudahkan untuk perluasan pasar karena ada jaminan kualitas yang sah dari produk yang IKM jual.  Jika IKM sudah mengantongi SNI dan di pasaran bersaing dengan produk regional bahkan produk Impor maka siapakah yang menang? Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya.

Sertifikasi SNI merupakan titik acuan resmi yang bisa menjadi formulasi tepat untuk berkompetisi di era global seperti sekarang. Bayangkan saja, di era sekarang persaingan tidak hanya di lingkup nasional. Bergulirnya MEA Desember 2016, semakin membuka kran masuknya produk luar negeri ke Tanah Air. Untuk memenangkan kompetisi itu sudah sepantasnyalah setiap IKM di modali dengan SNI sehingga meningkatkan Daya saing mereka di pasaran.

Fakta di lapangan selama saya menjadi penyuluh industri kecil dan menengah di Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Belum satu pun saya menemukan IKM yang memiliki SNI. Padahal IKM yang ada di kota saya, seperti kopi instan misalnya, sudah wajib untuk sertifikasi SNI. Alih-alih mempunyai SNI, IKM masih disibukkan dengan pasang surut penjualan dan perizinan yang masih sangat membatasi. Mahal dan rumitnya mengurus SNI menjadi kendala besar yang selama ini saya temui.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengurus SNI tidak sebanding dengan hasil penjualan yang diterima. Itulah salah satu pengakuan yang saya temui di lapangan. Padahal jika ditanya secara rinci, para IKM belum mengetahui fungsi dan dampak SNI terhadap kemajuan industri yang sedang dia geluti.

Maka dalam kacamata ini pemerintah lah yang harus mengambil peran. Pemerintah menginisiasi IKM untuk memperoleh SNI terutama IKM yang tergolong wajib mempunyai sertifikasi SNI. Edukasi kepada IKM juga penting dilakukan karena sejatinya SNI akan menjadi katalis kemajuan industri itu sendiri. Jika suatu industri sudah mempunyai sertifikasi SNI sudah barang tentu akan meningkatkan kualitas produk dan akan berbanding lurus dengan penjualannya. Lambat laun akan meningkatkan keuntungan perusahaan karena tingkat kepercayaan pelanggan akan meningkat dengan jaminan kualitas SNI.

Imbasnya terakhir formulasi SNI akan menahan pasokan produk impor yang masuk ke Indonesia. IKM dalam negeri akan menjadi raja dan penyuplai produk untuk kebutuhan Pasar domestik dan membuka peluang ekspansi pasar di kancah internasional.

Bagai sebuah tameng yang melindungi pemakainya dari bahaya yang bisa menyerang. Produk SNI juga akan melindungi pemakainya. Mengacu pada serangkaian uji yang telah dilakukan ketika proses mendapatkan sertifikat SNI. Masyarakat yang memilih produk yang ber-SNI sedikitnya akan mendapatkan tiga keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama konsumen akan mendapatkan proteksi keamanan. Produk SNI di proses secara cepat efektif dan efisien. Jika ada produk yang cacat maka akan di sortir untuk di daur ulang. Hal ini memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman dan melindungi.

Keuntungan kedua yang didapat adalah proteksi kesehatan pemakai produk SNI. Nah ini biasanya berhubungan dengan kandungan bahan baku yang digunakan produsen. Bahan baku yang digunakan juga tidak luput dari pemeriksaan oleh Lembaga Sertifikasi Produksi. Pemeriksaan ini menjamin pemakai produk SNI sehingga ketika digunakan tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Misalnya produk yang menggunakan zat berbahaya seperti merkuri ataupun timbal yang bisa membahayakan kesehatan. 

Nah terakhir konsumen juga memberi sumbangsih terhadap pelestarian lingkungan. Setiap produk yang dibuat oleh perusahaan yang memiliki sertifikasi SNI. Sudah bisa dipastikan bahwa perusahaan itu menerapkan proses produksi berwawasan lingkungan. Produsen dengan label SNI akan berkomitmen untuk menjaga kelestarian berdasarkan asas pembangunan berkelanjutan.

Keraguan saya dengan produk SNI bajakan  (sumber : Dokumen Pribadi)
Tetapi masalah yang sering saya temukan sekarang adalah masih banyaknya produk yang memiliki sertifikasi SNI palsu. Hanya bermodal stiker dengan logo SNI, produsen nakal dengan serampangan menempelkannya logo SNI ke produk yang dia jual.  Harga yang ditawarkan juga lebih murah sehingga produk dengan SNI palsu ini laris manis di pasaran bak tahu bulat yang di goreng dadakan.

Pemerintah harus melakukan pemantauan ke lapangan terhadap maraknya SNI palsu ini sehingga tidak menimbulkan stigma negatif masyarakat.  Pemerintah perlu menerapkan peraturan dan sanksi berat bagi pemalsu SNI. Hal ini tidak hanya melindungi konsumen dari SNI palsu, melainkan juga produsen bahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang mempunyai otoritas mengeluarkan SNI.

Jika itu semua sudah dilakukan maka masyarakat sudah tidak akan ragu untuk memilih produk SNI. Sejalan dengan itu, kebanggaan untuk menggunakan SNI akan tumbuh demi mendukung Indonesia sebagai Industri yang tangguh 2025. 





Sumber Referensi : 
http://www.kemenperin.go.id/artikel/9311/SNI-untuk-Meningkatkan-Daya-Saing-IKM
http://www.bsn.go.id/main/sni/isi_sni/39
http://m.kompasiana.com/kevinalegion/meragukan-standarisasi-sni_57e2153d25b0bd4b0d0ee1b1
Sumber Infografis : semua infografis baik gambar gif maupun video adalah buatan sendiri berdasarkan inspirasi dari Pixabay.com